Arsip untuk Februari, 2007

Warga Negara Republik BANK

pendataan orang dan dokumentasi ternyata mahal
apalagi kalau harus mengawasi setiap kepala lari kemana

upah camat, lurah, apalagi RW dan RT sangat tidak memadai
juga keahlian-nya lebih tidak memadai lagi…
catatan orang hanya saat bayar iuran sampah …itu saja
selebihnya,
catatan orang lebih sering jadi pencatat nilai gaple

semua tidak ada yang puas
RT, RW, Lurah dan camat lebih banyak berabe ngurus katepe
apalagi warga jakarta…..dan pencari kerja.
Katepe diadakan untuk ketidak puasan semua orang

Tapi dua tahun lalu, saya dapet Card Credit…gratisan
tidak pernah ketemu orang bank..
tak ada mata mata kantor kecamatan yang jelalatan…
seperti halnya kalau kita ngurus Card Tepe

tidak selalu puas memang
tapi kemana saja disambut selamat datang,
pelayan toko dengan senyum melayani tanpa banyak tanya

perhatian pun tidak kurang….catatan sangat akurat
setiap bulan selalu datang ajakan belanja….dan pujian
Card CrediT memang untuk menyenangkan semua orang

tapi entahlah…apa pegawai bank diupah lebih gede dari camat ?.
sehingga catatan pemegang kartu kiridit tak pernah lenyap.
Atau diurus Bank lebih menyenangkan daripada diurus negara ?.
Atau negara Bank lebih tertib ngurusin warga negaranya…

——————
AVON, 20011123
DjayaWikarta

Secangkir Coffee untuk Ken

Menjelang aku pulang lebaran dia masuk, tempat duduknya tepat
diseberang diagonal kotak partisi. Namanya Kenneth, sebulan
job-less setelah perusahaannya mengurangi jumlah karyawan.
Alasan PHK seperti sudah diduga, 11 September pembawa cilaka.

Tak ada yang ajaib dari orang Manchester ini, aksen englishnya
tidak sesulit orang-orang dari england utara lainnya.
Dan yang lebih memudahkan, dia selalu bicara dengan volume
diatas 50 desibell….seluruh ruangan yang berisi 60 an bisa
mendengar kalau dia sedang bisik-bisik.
Imbal balik….aku juga kalau ngomong harus teriak agar tidak
berulang-ulang dia mendekatkan kuping dan bilang say-again.

Sudah setengah bulan ini, tiap pagi dan sore aku terkantuk-kantuk
menemani Ken yang nyopir sepanjang jalan bebas-hambatan M5.
Setiap kantunk hilang, maka cerita apapun berkembang.
Dari soal sepak-bola, politik, ekonomi sampai French girl-friend nya.
“Nikah…belum terpikir…masih sibuk mikir job yang lebih bagus”
dia menjelaskan kenapa tidak juga beristri.
Alasan saya gentayangan di negerinya….akhirnya juga terbahas.

Sebagai ganti kenyamanan ngantuk sepanjang jalan, hampir setiap
hari aku sekalian ambilkan dua cangkir kopi untuk berdua.

“Saya senang jika kamu enjoy disini…”…suatu saat dia bergumam
bersamaan dengan tuas persenelling digeser ke gigi rendah.
“Thanks….”, satu-satunya jawaban yang mudah untuk pengganti diam.

Tadi siang setelah istirahat makan, orang-orang yang dinas luar
dikumpulkan untuk mendengarkan briefing dadakan….
Dari seberang, dalam ruang kerja perusahaan garapan,
Ken melambai lamaikan selembar foto copy-an…memanggil
“Come mate…bad news for us….”, bisikannya membuat orang-orang
terbangun dari kantuk sehabis makan siang.

“Read it….liburan kita tidak perlu nunggu musim panas…isn’t it ?”
“Ya….kopor ku malah belum sempat dibuka sejak pindah…”
“O..dear…..aku masih bisa balik ketempat kerja yang dulu…You ?”
“I’m thinking…..”, aku memang berpikir hanya pada saat-saat seperti ini.

“Anyway….aku lebih buruk…aku baru 6 bulan kerja..”, Ken menghibur.
tidak berhenti menghibur sampai masuk ruangan briefing.
Sekalipun diperlukan, segala kata-kata hiburan tentu saja tidak akan
merubah isi tulisan yang masih ku-baca berulang-ulang.

Briefing pun berlangsung dalam ruang tertutup, enam pendengar dan
seorang wakil dari kantor pusat yang memberi penjelasan.
Intinya, perusahaan berniat mengurangi setengah jumlah karyawan.
“Perusahaan kita dikalahkan dengan telak oleh saingan”, demikian
orang dari pusat memberi alasan off-the-record katanya.
Perusahaan berniat saving money….tidak boleh rugi.

Dua teman pekerja permanen dan tenaga kontrak sisanya….
berlomba memberi komentar…..management stupid….intinya.
“Tidak ada keburukan dari PHK…kecuali main dadakan…
tapi….PHK tidak pengaruh besar buat kita tenaga kontrak”, Ken
menggebu-gebu.
Dan briefing berakhir sesuai dengan tujuannya…hanya supaya tahu.

Matahari jam 4 sore terik dari arah selatan-barat. Ken kembali
dibelakang kemudi Renault Laguna gres dinas…..kembali komentar
soal PHK meluncur deras dari mulutnya….wacky…sacky dan lain-lain.
Aku hanya sekali-sekali saja menyalakan kompor….lalu.
“Kamu lihat di parkiran kita….Jaguar..TVR..Ferrari….dimana-mana
apa-nya yang rugi…!”, Ken menjadi-jadi dan ber-api-api.
Sekarang aku diam melayang tidak terasa lagi mobil melaju kencang.

Tiba-tiba….
“Kamu…..punya rencana ?”, Ken menoleh.
“Still….thinking….he…he…he”, aku benar-benar mencoba mikir…susah.
motorway M5 pantai barat terasa begitu luas tak terlihat ada batas.

“Aku mau balik kerja di London….emmm .I will get a job for you…mmm
aku…mmm kamu pasti dapat kerja…..aku pasti bisa mencarikannya….
aku masih punya koneksi….ya..ya you ‘ve got it “, Ken sekarang tersenyum.

“Thanks Ken…a good news…”, lalu perjalanan hanya diisi gemuruh ban.
diam….karena selama ini…bad news selalu sama baik dengan good news.

“Hey….are you happy….?”, Ken berteriak seperti biasa….

“What…!”, aku tak kalah berteriak karena terperanjat.

“I’m happy for a cup of coffee…..” lalu Ken bernyanyi dengan iringan
ketukan jari pada lingkaran kemudi.

“….I’m really happy….lebih happy dari mendengar good news….”, aku
bergumam senang…karena manusia ternyata ada juga dimana-mana.
padahal aku sedang serius berpikir untuk pulang saja….
kembali ke negeri yang mengenal pemecatan sebagai keanehan.

—————–
Bristol, 20020515
DjayaWikarta

JEMPOL Kaki

Hari ini aku melihat cakrawala.
Kemarin dia masih menjawab saat kutanya
“Dibelakangku masih ada sejuta langkah…”, selalu.
Tapi hari ini cakrawala diam saja.

Lalu aku meratap pada jempol kaki
jari terbesar yang selalu aku andalkan
“Masihkah kamu mau menuntun aku ?”
ternyata jempol kaki pun diam…
malah pelototan kukunya pun pudar menghitam.

Kupegangi jempol kaki erat-erat
kuguncang-guncang
kuciumi….bahkan kugigit
“Bawalah aku kemana saja…..”, pintaku.

Pelahan Jempol kaki menunjuk-kan kehidupan
mulai bisa merasakan sakit
siap menggendong rasa sakit seperti biasanya

“Belilah sepatu baru…lalu kita pergi lagi”, bisiknya.

“Lalu bagaimana dengan diam-nya cakrawala ?”, aku hawatir.

“Cakrawala hanya membatasi penglihatan matamu…
tapi aku tak pernah peduli dengan cakrawala…”,
aroma jempol kaki diujung hidungku serak bergetar.

“Tapi….aku sungguh lelah.”, aku malu jika harus bilang takut.

“Tidurlah, pejamkan saja mata dan melangkahlah…”,
sekarang jempol kaki tampak lebih hidup dan segar-bugar

Dia tersenyum mengulum nyeri, perih, bedarah dan bernanah.

———————————

20020719
DjayaWikarta

Jadilah Ayam Petelor….tetaplah bertelor

Tiada pilihan diantara banyak kehidupan para ayam
Saat ratusan peti dari ribuan butir telor dijajakan
berderet mengisi pojok ruangan supermarket ASDA
harga boleh pilih dari 6 sampai 12 pences per butir.

Rachel gadis umur tiga tahunan
mendorong trolley berbendera “shopper in training”
berkeliling diantara tingginya rak-rak pajangan.
Sang mommy mengisi troley nya dengan dua krat “smart eggs”
Smart eggs dari smart price-nya sang supermarket
“eggs shoud be the first to purchase”…katanya

Disini….telor rupanya telah menggantikan nasi
bangsa pemenang adalah bangsa yang sadar gizi

Rachel kecil adalah benih Margaret Tatcher si Iron Lady
karena semua perempuan bisa jadi apa saja
semua orang bisa dan boleh jadi apa saja
tidak ada alasan anak pimpinan harus paling layak memimpin

Jutaan pemimpin di-benihkan
Jutaan telor pun telah pula di ejankan ayam-ayam di peternakan
Jika kita tidak berkenan memimpin…jadilah ayam petelor saja
jangan ayam pedaging yang umurnya 48 hari cuma
quality life is longer life…..
jika manfaat continuesly dihasilkan

Lalu akupun memilih jadi ayam petelor
agar tidak disembelih sesegera manfaat diinginkan peternak
agar tetap kandang bersih bersanitasi dan berpenghangat
hidup-pun aman sampai ribuan telor dihasilkan
leherpun akan tetap tersambung selama telor menggelundung

Maka aku pun harus tetap bertelor……agar tetap hidup.
aku dan kau seharusnya disembelih jika tak lagi bertelor

————————–
“Locking Road” 20020302
DjayaWikarta

Karena…. aku mencintainya

Date: Wed Apr 24, 2002  5:23 am

Sendirian di depan TV, duduk membungkuk
layar kaca seolah akan diseruduk

Alan Sheldon sang pemilik bed & breakfast di Locking Road
pelahap opera sabun coronation street tanpa terlewat.
aku cukup membayar sewa kamar+sarapan 15 quit sehari
maka apapun dia berikan, tidur dimana saja diperbolehkan
juga….menggantika n abah yang aku rindukan

Usia hampir sembilan puluhan tak ada lagi yang dikhawatirkan
Losmen sebelas kamar sekedar peluang dapat teman berbincang

“My lovely wife has gone, tepat dua tahun lalu, breast cancer,
anak perempuan-ku di Gloucestershire dengan suaminya”.

“….but…. I’m happy…..”, katanya buru-buru menambahkan.
Aku tidak menanyakannya. ..tapi aku suka mendengarnya

Setiap hari anak nya menelepon tepat jam enam sore…
sekedar menanyakan ada yang menginap atau tidak…
Sudah dua jam aku menemaninya nonton tv sejak pulang kerja
tadi jam lima sore

Tapi telepon genggam dan telepon hitam di meja tak juga berdering
“Anak perempuan mu ….?”, aku nanya hanya karena kebiasaan

“Ah…British Telephone payah…”, katanya, entah menjelaskan apa

“Tapi anak-mu bisa pake mobile..?.”, aku memperpanjang pertanyaan

“Vodafone… juga payah…anak ku pasti sedang menelepon
dari jam enam tadi….”, dia yakin anaknya tak akan lupa menelepon.

“Bagaimana kamu tahu ?”, aku mulai iseng.

“Aku mencintainya. …”, pelan dia menjawab.

Aku tahu…..ini jawaban jelas-jelas nggak nyambung….
tapi aku suka mendengarnya.
“Kamu memang abah-ku….. “, aku berbisik tak kalah pelan.

“Pardon….say it again…?”,
dia terperanjat mendengar bahasa planet.

SOMERSET – AVON – Locking Road,
Date: Wed Apr 24, 2002 5:23 am

British Muslim……Tidak berjanggut

Tanggal 11 september 2001 lewat sudah
Kecuali pengurangan lapangan kerja dimana-mana
maka BBC pun ikutan seperti tv-tv indonesia
saat menjelang bulan Ramandhan….
BBC banyak menyiarkan kehidupan orang-orang islam
di sekitar england.

Channel 4 secara serius mengadakan pekan khusus…islam
bahkan menulis judulnya saja bukan “moslem” tapi “british muslim”
Acara tayang masih prime time….jam 8 malam.
Setiap malam selama 10 hari…
Fokus tayangan bukan lagi asian british…..(peranakan india atau arab)
dan kebetulan bbc tidak kenal asia timur muslim…ato oriental muslim.
kadang mereka pikir….apapun oriental tak akan jauh dari kon-fu-sian
atau budha…atau animisme.

Dan mereka lebih kenal Malaysia daripada Indonesia…..
“Indonesia itu kan pulau-pulau yang terlewati kalau kita ke Australia
?”
Saya tegas-tegasin Indonesia…tetap saja mereka bilang Malaysia.
yaaaa sudah…..bukan salah beta kalau Malaysia terletak
diantara 2 benua…
Beruntunglah….masih ada CNN, yang rajin nayangin Indonesia.
Sekalipun cuma tayangan-tayangan ke-kumuhan dan… krisis
akut….katanya.

Kembali soal siaran BBC….tayangan tentang british muslim
itu pake logo mirip bendera Partai Bulan Bintang…..
yang dibentuk dari animasi
Bintang-nya dari pulau Ireland…..bulan sabit-nya england-scotland.
Klop…bagus banget animasi….dan narasi pembuka yang SERAM….
Sesuai dengan isi tayangan…..aseli british muslim
Bukan asian muslim.
Bahkan Cat-Steven tidak masuk hitungan karena berbau Mediteranian.

Detail tayangan sebenarnya biasa saja….tayangan rinci sampai ke hal
sepele khas siaran BBC. Ada ibu-ibu, ada remaja, ada kakek-kakek. Semua
dikuntit mulai dari bangun tidur pergi mandi, keluar kamar
mandi..pake kerudung pergi kerja, saat bekerja dan komentar teman-
teman, keluarga serta bos-bos nya.
Semua ceritanya…..ternyata menggelinding saja tanpa sedikitpun
ada thriller ato suprise.

Dan sepuluh hari acara tayangan yang di-iklan-kan di koran-koran pun
berakhir….
“BBC four telah salah memilih object tayang……”, komentar
beberapa orang pribumi.

“Islam tidak bernilai berita kalau penganutnya orang British”,
para pengamat komunikasi media-massa ikut menimpali.

Tayangan tentang islam sebelumnya selalu emosional karena
objek nya Asian…
Entah akan seperti apa nilai tayangan jika objek nya riental….
seperti kita melayu.

Dan si Tristan orang Liverpool yang tinggal di lantai-1, tidak
percaya saya islam…..
“Karena kamu tidak ber-janggut….”, katanya serius saat
pinjam duit untuk taruhan.
“Kalau kamu berjanggut, aku tak akan berani pinjam……”, dia
menambahkan.

Sekarang saya pikir-pikir untuk pake janggut pake brewok agar dia
tidak bolak-balik pinjam setiap kali kesebelasan Liverpool
bertanding di liga primer.
Biar dia takut sama islam…..:)

WSM, 20020320

Orang Indonesia ternyata bisa

Kesenangan tidak selalu harus berupa keuntungan… rupanya.
Kebanggaan tidak juga harus selalu melalui prestasi.

saya menyaksikan audisi American Idol

Lalu muncul wajah riang gembira sangat pede serta
posture dan keceriaan yang sangat saya kenal…
Lalu…dengan lantang dia memperkenalkan diri
“I am I Made Winangun…..actually from Bali…Indonesia”.
sekarang katanya tinggal di Rhode Island atau apalah …

Dan para juri Simon Cowell, Randy dan Paula Abdul
tampak sungguh-sungguh tercengang…” Hah…Indonesia ?”.
Saya dan orang semarang pemirsa ITV2 tak kalah tercengang
Hampir bareng kami berteriak…
“Hah..ini dia orang INDONESIA yang berani tampil global…”.

Lalu blek- Made ini meneriakkan lagu rock…
kencang banget, sepenuh hati dan juga sepenuh tenaga
Lalu seperti kebanyakan peserta lainnya… tidak lulus.

Tapi satu hal yang membedakan I Made dari semua peserta.
Level keceriaan yang sama, saat masuk audisi, saat
meneriakkan lagu Rock dan juga saat ditolak oleh juri.
I Made malah tersenyum dan membungkuk takzim
“thank you”, katanya sambil berjalan tenang keluar…

Dan komentar Ryan si pembawa acara saat terheran-heran
karena pundak-nya malah ditepuk-tepuk oleh blek-Made…
“Fantastic…look..he keep smile…” katanya sungguh-sungguh.

Menjelang tidur saya merasa baru-saja menemukan jati-diri.
BERANI, PERCAYA DIRI, KEEP SMILE, HUMBLE dan Nothing to loose….

Seharusnya saya juga bisa bangga jadi Indonesian….

salam,

Kecelakaan Pesawat

 Data kecelakaan penerbangan di Indonesia menurut database ASN

sejak tanggal 17 agustus 1945 DC-3 RAAF di Tarakan sampai terakhir
21 Feb 2007 Boeing 737-300 Adam air di Surabaya.
Total tterjadi 188 kali kecelakaan. Diantaranya 86 kali fatal accident.
dengan menelan total korban meninggal 1936 jiwa.

Data kecelakaan penerbangan seluruh dunia per 19 February 2007
Summary:
Accidents  9549
Criminal Occurrences (excl. hijackings) 397
Hijackings  1026
Incidents  169
Other occurences 596
Unknown occurences 820
TOTAL 12557

Yang menarik adalah deskripsi kecelakaan….
ternyata hampir semuanya…atau malah semuanya terkait masalah
kekuatan struktur !!!!   Exceed load/temperatur limit atau fatigue.

Mulai dari akibat korslet listrik – kebakaran – kekuatan turun -
dan applied stress melampaui ultimate – pesawat separated – jatuh.

Pesawat terkena angin puting beliung – applied load hampir 7 G -
applied stress melamapui ultimate – pesawat separated – jatuh.

Elevator tiba-tiba ketekuk – macet – pesawat menukik tajam -
arah kecepatan pesawat aneh – terjadi load lebih dari 6 G -
dan seperti biasa…. AC separated dan jatuh…

Adam Air juga yang jatuh di Sulawesi ternyata soal struktur….
cuma saja, apakah ultimate load nya terjadi di udara atau
terjadi saat pesawat swiming di laut.

Kecelakaan akibat hijacking atau bom…Juga ternyata soal struktur
exceeded limit load …ultimate strength terlampaui.
Mungkin maksud dari uraian kronologis kecelakaan…
kalau struktur pesawat tetap utuh sekalipun jatuh bebas dari 10000 feet,
atau terkena rudal tomahawk….maka belum tentu terjadi “kecelakaan”.

Semua system boleh macet, semua avionic boleh ngadat, landing gear
boleh loyo hanya sekedar mampu jongkok. Boleh jatuh bergulingan,
tapi kalau Seluruh struktur pesawat tetap intact….ya SELAMAT.

Seolah-olah, penentu satu-satunya keselamatan pesawat cuma STRUKTUR.

Sebagai orang yang berpenghidupan dari struktur….saya sekarang
bisa optimis karena banyak kerjaan,
atau juga bisa jadi kecil hati atau bingung.
Salam,

Musik Classic beyond the hill

Saya tidak percaya ada orang ber-selera MUSIK CLASSIC
seperti halnya saya tidak percaya ada orang punya selera
DISPLIN atau doyan-nya BEKERJA KERAS.

Kuping kita manusia dilahirkan untuk hal-hal yang menyenangkan.
Berdisiplin dan kerja keras tentu saja sangat tidak menyenangkan.
Meminati musik klasik pasti juga bukan bakat, bukan pula
kesenangan “naluriah”.

Jika kita “tiba-tiba” menjadi doyan work-alcoholic, ulet,
pantang menyerah dan berdisiplin tinggi. Atau “ujug-ujug”
kita sekarang sangat bisa menikmati musik klasik…
pastilah karena kita dulu “ada yang mencekoki”…atau
karena kita telah sadar dan telah terlebih dulu berusaha
untuk bisa menikmatinya.

saya sangat percaya, kalau musik klasik sangat bermanfaat
karena untuk bisa menikmatinya …kita perlu berusaha.
Lain dengan musik dang-dut, sampai jungkir balik saya
menutup kuping….tapi pinggul saya selalu otomatis bergoyang.
Pinggul ditahan, tangan kaki diikat…eh tapi
jempol saya tetap saja bergoyang, senang dengan otomatis.

Kebaikan yang sesungguhnya selalu beyond the hill.
Susah dilihat…juga susah didaki.
Itulah mungkin kita selalu lebih doyan “dangdut”.
karena untuk hal yang tidak baik…kita gampang goyang-nya.

Ber-selera musik klasik….sesungguhnya bukan selera tinggi
tapi buah kerja keras dan mungkin malah…buah penderitaan.

he he he…
20070222,iow

Tentu saja setiap orang bisa menjadi HEBAT

Anak cikal saya selalu nanya,
Bagaimana caranya menjadi orang HEBAT.
Memang sih tidak betulan nanya, tapi kerasa nanya.

awalnya, saya merasa anak saya mulai berani nyindir
tapi belakangan saya memaksakan diri untuk mikir
karena bagaimanapun saya menyayanginya,
Bagaimanapun saya bertanggung jawab untuk masa depannya,
tapi anak saya tetap saja orang lain.
Seperti kata Kahlil Gibran, saya merasa memilikinya,
tapi anak saya lebih merasa memiliki masa depannya.
Beda masa selalu beda rasa. Dan ini wajar.

Juga wajar ketika anak saya tiba-tiba nyerocos…

“Pak, koq bokapnya Puji mah gemuk, bersih, punya banyak
anak buah,  dasi-an, pernah nongol di Tivi dan kalau
pergi kekantor teh selalu pake sopir…..pokoknya kayak
bos lah….pokoknya mah hebat-lah”.

Lalu dia menambahkan,
“Asyik ya pak kalau aku jadi orang HEBAT….”.

Tadinya seperti biasa, mau saya debat pake jurus “yang
penting menang”. Juga pake jurus “information power”.
Jurus-jurus berdebat sontoloyo….

Dulu saya mendebat dan selalu bilang sama anak saya
tentang “kehebatan orang Inggris….
” Tahu nggak, kalau orang Inggris selalu jalan kaki,
selalu masak sendiri, bikin rumah sendiri, betulin
mobil apalagi nyupir sendiri, berangkat gelap pulang
gelap….mana inget tampil rapi untuk masuk di TV….”

Tapi mungkin karena saya beberapa hari ini sudah insyaf,
Saya tidak jadi berdebat. Penjelasan sanggahan diatas
hanya sampai rongga mulut lalu saya telan kembali.

Karena …bukankah anak saya memiliki jiwa-nya sendiri…
Pasti juga punya ke-hebatan-nya sendiri.

Tapi tentu saja saya selalu bilang kalau saya sekarang
merasa lebih hebat daripada tahun-tahun kemarin.
Tanpa harus memaksakan agar “kehebatan orang Inggris”
menjadi “tujuan hebat anak saya”.

Dorongan demokratisasi anak-bini inilah mungkin yang
membuat saya tidak pernah akan menyanggah apapun
dengan straight forward. Kecuali kalau lupa.

“Do not be afraid of greatness…”, saya coba mengeja
hafalan kata-kata Shakespeare atau entah siapa…
Dan anak saya melongo…entah kagum ..entah bingung.

tarjamah bebasnya atau tarjamah asal ng’jeplak-nya
….jangan khawatir dengan kehebatan….lah.

saya sendiri tidak tahu mau menjelaskan kearah mana….
Tapi saya yakin, “there are no mistake in love”
dan saya sangat menyayangi anak saya.
Saya hanya berharap suatu saat kelak anak saya menemukan
arti kehebatan sekaligus mendapatkannya.

semua orang tidak terkecuali, punya kesempatan untuk hebat..
ada orang yang memang dilahirkan menjadi orang hebat
ada juga yang menjadi hebat karena usahanya yang keras
tapi ada juga yang terdorong oleh kekuatan yang hebat.

So…don’t worry be happy…semua akan kebagian hebat.

IOW – 2006
DjayaWikarta

Halaman Berikutnya »