Anak bisa jadi alasan untuk seorang laki-laki menjadi berani.
Ketika persaingan hidup menyisihkannya kepinggir jurang
maka kedalaman jurang akan selalu dilihatnya sebagai harapan.
Menerjuninya sering dijadikan satu-satunya pilihan…
Sekalipun anak tidak selalu dilihatnya sebagai harapan.
Tapi anak juga mungkin satu-satunya yang bisa merubah
laki-laki garang petantang-petenteng menjadi “cengeng”.
Kerinduan untuk selalu mendekap buah hati
yang terpisah jauh oleh perjalanan berhari-hari…
Adalah alasan yang muncul ketika saya mencuil pipi bayi.
Tapi anak orang lain bukanlah anak saya sendiri
Kerinduan pada anak sendiri malah hampir jadi urusan polisi
Ketika mata saya berbinar menampak rasa sayang sepenuh hati
Eeh mata lelaki pendorong kereta bayi menyala penuh benci
Andai saat itu saya tidak keburu mengatup dua telapak tangan
membungkuk-bungkuk sekedar minta maaf dan ampunan
maka kamar sel Her Majesty Prison bisa menjadi penginapan
atau juga kehilangan gaji yang terkumpul ber-bulan-bulan.
mungkin, disini anak adalah juga property setiap pribadi
hak individu yang tak boleh disentuh sembarang orang
Juga tanggung jawab penuh orang tua sebelum si anak mandiri
Tidak melepas anak dijalan bergentayang pagi sampai petang
cuilan saya di pipi anak orang bisa dianggap ancaman
Karena rasa rindu gemas saya hanya ada dikepala saya
orang tua si anak bisa menafsirkannya apa-saja….
Sebagai mana kebenaran saya hanya pasti berada dibenak saya.
Kebenaran orang lain juga ada dibenak masing-masing.
Dan anak orang terkadang menjadi hak pribadi orang….
HAK yang tak boleh disentuh sekalipun dengan alasan sayang
- oOo-
Bahkan ternyata bukan hanya tanggung jawab orang tua
Anak-anak adalah juga tanggung jawab seluruh warga negara
Membiarkan anak-anak dijalanan adalah dosa seluruh bangsa
membiarkan masa depan anak terancam adalah juga kebiadaban.
Ketika musim panas empat tahun lalu saya rame-rame nonton TV
sepak bola liga premier antara Arsenal melawan Chelsea.
Ruang TV dilantai dua terbuka lebar menghadap jalan raya
Sorak sorai penonton bola tentu saja ternikmati tetangga
teriakan bahasa aneh sangat mengundang kepenasaran mereka
Pertandingan bola usai….Chelsea menang telak
dan dihalaman telah berkumpul lebih sepuluh anak-anak
memanggil-manggil penonton bola dengan berteriak-teriak
Maka kami berempat keluar sebelum tenggorokan mereka serak
kami diberanda loteng…anak-anak dibawah bersuka cita.
dan conversation-pun berlangsung dengan sepenuh tenaga
“Where are you came from…”, anak-anak koor dibawah
“Indonesia..”, jawab empat suara diataspun lengkap sudah.
Lalu anak-anak menanyakan masing-masing nama-nama kita.
Mungkin seperti nabi Adam menanyakan nama-nama benda.
Suara kepenasaran anak-anak riuh rendah dibawah
suara diatas bersemangat belajar english dengan susah.
Saat mereka bertanya team sepakbola yang jadi idola
maka tentu tak akan dijawab Persib tapi Chelsea saja…
Bukankah dimana tanah dipijak,,disitu langit dijunjung ?.
Saat kita “bapak-bapak asing” dan anak-anak bersukacita…
tanya jawab dan berteriak-teriak penuh canda tawa
Maka dibelakang anak-anak telah muncul mobil putih bersih
bergaris biru dan hijau spotlite juga bertuliskan POLICE
Pengemudinya tidak turun… tetap diam dibelakang kemudi
anak-anak asyik menghadap keatas, tempat Indonesian berada.
Indonesian asyik pula tapi mulai membisu menatap mobil pulisi.
Anak-anak dibawah tersadar dan mengikuti arah tatapan….
Dan berhamburan-lah….anak-anak lari kesegala arah…
Sang pengemudi berbaju putih celana biru turun dengan gagah
Tersenyum lalu melambaikan tangan meminta kita kebawah
dan tentu kepada petugas hukum kita-kita patuh sajah…..
Empat Allien pun bersalaman dengan sang pelindung manusia…
maksudnya saya pak Polisi yang lebih pantes jadi petugas Bank.
Kemeja putih lengan pendek necis….nekad tanpa pistol.
Lalu dia melenguh sambil nahan senyum….bukan mengeluh…
“Well….I know you miss your kids…innit’ ?.” dia
menyapu pandangan berkeliling…jauh disudut rumah tetangga
ada anak ngumpet tapi masih kelihatan punggungnya…
Kita berempat, orang Garut, orang Bangkalan dan orang
Ciroyom dan saya yang aseli Bandung….mesem-mesem saja
mendengar penjelasan…atau tepatnya PERMINTAAN MAAF sang
Polisi Constabularry Hampshire…
“I…I hate this stupid law..indeed..”, pak Polisi berbisik.
lalu panjang lebar minta pengertian kita tanpa diminta.
bahwa tadi dia dapet telepon dari salah satu tetangga…
yang melihat ada anak-anak berbicara akrab dengan allien…
tapi ini sesuai hukum yang berlaku disini….orang harus
mau melaporkan setiap kali melihat “keganjilan”….
Lalu…tanpa diminta pula dia memanggili semua anak-anak yang
kelihatan tidak berkutik ditempat sembunyi masing-masing….
Lebih sepuluh anak keluar dari petak umpet menghadap Pulisi
sambil tertunduk dan tangan tertangkup diselangkangan….
dan pak Pulisi manggil kita..para allien…. nyuruh anak-anak
salaman dan memeperkenalkan diri masing-masing.
“Silakan ngobrol sampai puas….saya di mobil saja”, pak Pulisi
menuju mobil dan kita pun kembali asyik kursus english….
diajari oleh lebih sepuluh guru….tapi kecil-kecil.
Rada jauh dipinggir jalan…dibelakang stir mobil polisi…
saya lihat pak Polisi terkantuk-kantuk …
Nungguin Allien belajar English kayaknya capek juga….
“I…I hate this stupid law…”, tadi pak pulisi berbisik.
Tapi…andai saja saya tidak patriotik dan tidak cinta tanah air
…. saya ingin berbisik sebaliknya…
“I…I love this country….”.
-
Arctic Road, 20010810
DjayaWikarta
0 Tanggapan ke “Don’t TOUCH”