Tentu saja setiap orang bisa menjadi HEBAT

Anak cikal saya selalu nanya,
Bagaimana caranya menjadi orang HEBAT.
Memang sih tidak betulan nanya, tapi kerasa nanya.

awalnya, saya merasa anak saya mulai berani nyindir
tapi belakangan saya memaksakan diri untuk mikir
karena bagaimanapun saya menyayanginya,
Bagaimanapun saya bertanggung jawab untuk masa depannya,
tapi anak saya tetap saja orang lain.
Seperti kata Kahlil Gibran, saya merasa memilikinya,
tapi anak saya lebih merasa memiliki masa depannya.
Beda masa selalu beda rasa. Dan ini wajar.

Juga wajar ketika anak saya tiba-tiba nyerocos…

“Pak, koq bokapnya Puji mah gemuk, bersih, punya banyak
anak buah,  dasi-an, pernah nongol di Tivi dan kalau
pergi kekantor teh selalu pake sopir…..pokoknya kayak
bos lah….pokoknya mah hebat-lah”.

Lalu dia menambahkan,
“Asyik ya pak kalau aku jadi orang HEBAT….”.

Tadinya seperti biasa, mau saya debat pake jurus “yang
penting menang”. Juga pake jurus “information power”.
Jurus-jurus berdebat sontoloyo….

Dulu saya mendebat dan selalu bilang sama anak saya
tentang “kehebatan orang Inggris….
” Tahu nggak, kalau orang Inggris selalu jalan kaki,
selalu masak sendiri, bikin rumah sendiri, betulin
mobil apalagi nyupir sendiri, berangkat gelap pulang
gelap….mana inget tampil rapi untuk masuk di TV….”

Tapi mungkin karena saya beberapa hari ini sudah insyaf,
Saya tidak jadi berdebat. Penjelasan sanggahan diatas
hanya sampai rongga mulut lalu saya telan kembali.

Karena …bukankah anak saya memiliki jiwa-nya sendiri…
Pasti juga punya ke-hebatan-nya sendiri.

Tapi tentu saja saya selalu bilang kalau saya sekarang
merasa lebih hebat daripada tahun-tahun kemarin.
Tanpa harus memaksakan agar “kehebatan orang Inggris”
menjadi “tujuan hebat anak saya”.

Dorongan demokratisasi anak-bini inilah mungkin yang
membuat saya tidak pernah akan menyanggah apapun
dengan straight forward. Kecuali kalau lupa.

“Do not be afraid of greatness…”, saya coba mengeja
hafalan kata-kata Shakespeare atau entah siapa…
Dan anak saya melongo…entah kagum ..entah bingung.

tarjamah bebasnya atau tarjamah asal ng’jeplak-nya
….jangan khawatir dengan kehebatan….lah.

saya sendiri tidak tahu mau menjelaskan kearah mana….
Tapi saya yakin, “there are no mistake in love”
dan saya sangat menyayangi anak saya.
Saya hanya berharap suatu saat kelak anak saya menemukan
arti kehebatan sekaligus mendapatkannya.

semua orang tidak terkecuali, punya kesempatan untuk hebat..
ada orang yang memang dilahirkan menjadi orang hebat
ada juga yang menjadi hebat karena usahanya yang keras
tapi ada juga yang terdorong oleh kekuatan yang hebat.

So…don’t worry be happy…semua akan kebagian hebat.

IOW – 2006
DjayaWikarta

0 Tanggapan ke “Tentu saja setiap orang bisa menjadi HEBAT”



  1. No Comments Yet

Tinggalkan Balasan

Anda harus login untuk menuliskan komentar.