pendataan orang dan dokumentasi ternyata mahal
apalagi kalau harus mengawasi setiap kepala lari kemana
upah camat, lurah, apalagi RW dan RT sangat tidak memadai
juga keahlian-nya lebih tidak memadai lagi…
catatan orang hanya saat bayar iuran sampah …itu saja
selebihnya,
catatan orang lebih sering jadi pencatat nilai gaple
semua tidak ada yang puas
RT, RW, Lurah dan camat lebih banyak berabe ngurus katepe
apalagi warga jakarta…..dan pencari kerja.
Katepe diadakan untuk ketidak puasan semua orang
Tapi dua tahun lalu, saya dapet Card Credit…gratisan
tidak pernah ketemu orang bank..
tak ada mata mata kantor kecamatan yang jelalatan…
seperti halnya kalau kita ngurus Card Tepe
tidak selalu puas memang
tapi kemana saja disambut selamat datang,
pelayan toko dengan senyum melayani tanpa banyak tanya
perhatian pun tidak kurang….catatan sangat akurat
setiap bulan selalu datang ajakan belanja….dan pujian
Card CrediT memang untuk menyenangkan semua orang
tapi entahlah…apa pegawai bank diupah lebih gede dari camat ?.
sehingga catatan pemegang kartu kiridit tak pernah lenyap.
Atau diurus Bank lebih menyenangkan daripada diurus negara ?.
Atau negara Bank lebih tertib ngurusin warga negaranya…
——————
AVON, 20011123
DjayaWikarta
0 Tanggapan ke “Warga Negara Republik BANK”