Sarapan pagi kebiasaan bagus
lupa sarapan lupa hal-hal bagus
selalu lupa selalu tak pernah bagus
jam sepuluh perut mulai menggerutu
mulai minta diisi barang bagus
padahal lunch-break masih dua jam lagi
duit koin berkepala queen elizabeth dirogoh
ditimang…ditimbang,
sumpal perut koq musti duadelapan rebu
longok-longok didepan lemari self-service
pilih-pilih makanan yang ji-beuh….hiji seubeuh
cari bungkusan yang guede…..
bungkus biru muda….onion+
bungkus pink…..barbeque+
masing-masing satu pound….
bismillah….
sebiji koin dimasuk-kan
lalu tombol pilihan di tekan
grubrak…..bungkus biru jatuh
koin kedua juga dimasukkan
tombol ditekan….bungkus pink jatuh juga
Dua bungkusan sekarang tenteram di saku jas……
dimeja kerja….pejamkan mata sebentar
bayangkan nikmatnya makan
biru dulu….ah…pink dulu saja
roti isi segede betis perempuan langsing dalam genggaman
ujungnya tanpa ba-bi-bu langsung amblass ke mulut
huuuenaaak gila……rasanya laen.
barang bagus disayang-sayang
iseng semua tulisan kecil-kecil dipelototin…
disana terselip……english pork 60%
padahal baru satu gigitan…belum tertelan betulan
ojo gumuman…ojo kagetan…kata pak harto
tarik nafas dalam-dalam….pikir matang-matang
OK…..biar yang ini disimpan dulu….
buka bungkusan satunya lagi yang biru
pengalaman mengajarkan ketelitian…..
bungkus dibaca seksama sebelum dibuka….
dan…..scottish bacon with onion….kecil ada disana
kekagetan menghentikan kerubukan di perut
rasa sedap masih menggumpal dimulut
sepuluh menitan nimbang terus makan atau buang…..
dua pound bukan duit kecil sembarangan
rasa sedap dimulut menawarkan kesehatan di perut
tapi….hitungan ekonomi mulai jalan
sekarang satu-satunya kesempatan masuk surga terbuka
haji…tidak cukup dua pound
syarat puasa belum tentu kesampaian
shalat hanya saat-saat memerlukan
zakat….lebih banyak perhitungan daripada melaksanakan
maka dengan segala perhitungan profit dan benefit
kunyahan dimulut dikeluarkan
kedua roti dibungkus rapi kembali……
dengan hidmat……dengan rasa penyesalan yang dalam
kedua bungkusan disimpan rapi dalam keranjang sampah.
kalau saja aku boleh lupa…..
karena aku sudah lupa sarapan
tentulah makanan enak ini tak perlu jadi tabungan
tapi….hidup memang sekedar dipenuhi pilihan.
Dua pound mau ke surga….cukupkah ?
entahlah……
karena kelakuan keranjang sampah masih saja aku lakukan
————————
WSM _ Apr 16, 2002
DjayaWikarta
0 Tanggapan ke “Dua Pound bekal ke Surga ?.”