Arsip untuk Maret 9th, 2007

My HOME betulan

“There is no place like HOME….”
Tiba-tiba saja muncul SMS dari anak saya

Entah darimana anak saya dapat kata-kata ini.
Apakah anak saya nyuruh pulang ?. rasanya tentu tidak.
Saya kenal anak saya, karena saya sangat menyayanginya.

Memang betul, HOME artinya tentu saja bukan HOUSE.
Untuk saya, HOME adalah “tempat” yang tidak punya koordinat.
Bukan tempat dan tidak pula memerlukan alamat.

Dan tentu HOME juga tidak memiliki dimensi…
maksud saya dimensi betulan, HOME tidak memiliki panjang,
lebar, dan tinggi. HOME tidak memiliki luas bangunan,
pasti tidak mempedulikan luas lahan.

HOME bisa lebih luas dari jagat raya tanpa batas
tapi juga bisa lebih sempit dari galian parit.
Dan seharusnya, HOME tidak mengenal batas alam.
Harga HOME tidak juga ikut berubah karena waktu.
HOME tidak akan pernah bisa memisahkan status….
status “telah” dengan yang “masih” hidup.

Karena HOME itu boleh jadi sebuah harapan….
dan “tempat” segala kecintaan saya berada.

Jika suatu saat saya sedang mencintai tempat kerja saya,
yang juga harapan saya, maka inilah HOME saya.
Maka jika saya suatu saat tiba-tiba ingin “going back home”
anggap saja saya sedang merindukan kegiatan lain.

Ketika musim mudik sedang berada dipuncak-puncak-nya,
bersamaan dengan “tekanan hidup” yang menjadi-jadi
Maka seperti biasa, teman senior saya di bandung berbisik…
“Jika kamu lelah….PULANG-lah…”.

Saya tahu, teman saya ini tidak sedang menganjurkan saya
untuk mengujungi rumah BTN RSS type 21…nun jauh disana.
tapi sedang menunjukkan “tempat pemulihan harapan” yang
tentunya berlaku untuk semua manusia hidup… tapi lelah.
PULANG tidak pernah ke HOUSE, Pulang selalu ke HOME.

Tadi siang, jalanan kota Newport terang benderang.
Ditengah taman kota, seorang laki-laki, seorang perempuan,
dan dua anak-anak bercanda berkejaran dan bergulingan.
Dan saya menyaksikan HOME betulan….ditengah taman.

Dalam perjalanan ketempat kerja hari senin pagi hujan….
angin South England seperti biasa juga ikut meramaikan,
jangan tanya, dingin menggigit kuping dan jemari tangan
dengkul reyot yang kedinginan harus terus dilangkahkan.
dada-pun harus tersengal-sengal mengejar Ferry penyebrangan..

Duduk di-bangku Ferry…untuk sejenak kaki diluruskan..
Bertabir kepulan uap nafas dari mulut menganga terengah-engah
saya membaca layar telepon genggam….

“KAMI SAYANG BAPAK..”, itu saja tertulis disana.

Ahhhh…teryata saya juga bisa merasakan HOME betulan…
HOME yang lebih besar dari BTN saya, lebih luas dari taman kota…

Lumayan…

20070309
Bangku Floating Bridge