Arsip untuk Maret 12th, 2007

BIG boy

Sabtu sore akhir musim panas, Setelah seharian hunting
laptop bekas di pameran University London College dikawasan
Tottenham, saya pulang pake jurusan Weston naik Coach,
bus juga tapi yang melayani trayek antar kota dan ada WC-nya.

Bus berangkat dari station Victoria London hanya berisi
penumpang setengahnya, saya duduk paling belakang
bersebelahan dengan WC yang wanginya segar aroma lemon.
Saya sempat menghitung, ternyata utilisasi WC hanya
empat kali. Sekali dipake nenek-nenek, dan sisanya
saya yang pake….aji-mumpung duduk dekat WC.

Hari sudah gelap saat memasuki kota pemandian Romawi Bath.
Bus-pun sekarang kosong. Hanya tersisa dua orang, sopir yang
sekilas mirip paul McCartney asyik di pojok kanan-depan dan
saya yang betah duduk menunggui WC di pojok kiri-belakang.

Menjelang masuk kota Bristol, saya terpikir untuk pindah
duduk ke-depan, daripada ngantuk yaaa sekedar menemani
ngobrol sopir yang kerja sendirian.
Tapi baru saja saya berdiri, tiba-tiba bus berhenti sejenak.
Dan seorang perempuan muda naik….wangi sekali dan cantik.
Sekalipun jauh, wangi-nya jelas-jelas tercium lebih segar
daripada wangi lemon di WC sebelah saya.

Perempuan ini tidak duduk di kursi penumpang, setelah dia
mendapat ciuman dari sopir terus saja berdiri sambil tangan
kanannya merangkul pundak sang sopir. Dari obrolannya,
tampak mereka seperti suami-isteri atau paling tidak sudah
lama hidup bersama.

Orang Inggris rupanya sudah terbiasa dimanapun selalu
bicara dengan volume yang keras. Bahkan, bisik-bisiknya pun
lebih keras dari suara mesin bus dibawah tempat duduk saya.

Sekarang Bis segede itu rame, sekalipun hanya berisi tiga
orang, pacar sopir, sopir dan tentu saya penumpang.

“Dear…nanti malam jadi kita makan ?”, si perempuan melendot.
Dari kaca spion, si dear-sopir tampak mesem-mesem dan senyum
mengagguk. si Perempuan mengaduk-aduk rambut pirang sopir.

“Sudah booking…”, sekarang sopir konfirmasi sama dear-nya.
si dear perempuan balas mesem-mesem dan mengangguk-angguk…

“Tapi…nanti malam saya musti nonton fire-work….” dear Sopir
bicara keras seperti baru sadar dan tidak mesem-mesem lagi….

Untuk seKali ini si-dear perempuan malah menoleh kebelakang
kearah saya yang duduk jauh dalam temaran lampu baca bus.

Maka saya sebagai sesama laki-laki yang doyan kembang api…
mesem-mesem…dan mengangguk-angguk lebih setuju fire-work.

Tapi, saat Bus sampai di station Weston perhentian terakhir…
saya menyesal. Karena melihat si dear-perempuan bergegas
turun dari Bus dengan muka berkerut dan bersungut-sungut
meninggalkan dear-sopir yang tampaknya sangat tidak peduli.

Malah kepala sopir sibuk melongok-longok keatas langit….
Nyari-nyari fire-work….

20020803-Clevedon
DjayaWikarta