Arsip untuk Maret 14th, 2007

Lawyer

Komentar Pak Wal sangat mengenaskan…..nyuut-nyuut ulu hati.
dan menyadarkan saya untuk hopeless…..
Memang, kalau berhenti pada urusan moral dan berhenti pada
kenyataan-nya memang begitu, maka kita harus hopeless.

tapi, tanggapan pak RM saya rasa sangat jernih dan positip.
(he he he…dasar manusia, bilang jernih karena merasa cocok)
Barangkali, dengan pembenahan PARADIGMA hukum seperti uraian
pak RM, akan bisa mengurangi hopeless saya dan pak Wal.

Saya sangat percaya, “moral bobrok” akan bisa diperbaiki
melalui cara-cara “ilmiah dan logis”, melalui penataan
system pendidikan misalnya.
Juga sangat yakin, bahwa moral hanya buah evolusi dari system.
Kita rasanya tidak akan pernah bisa membangun moral dengan
mengandalkan argumen-argumen MORAL semata.

andai…andai….andai saja
pak RM mau jadi mendik-nas, atau dirjen Dik-Ti khusus hukum.
Bisa jadi, kita bisa berharap 20 tahun lagi hukum di Indonesia
akan sekurangnya….tidak menjadi “badut yang biadab”.
sumber tertawaan sekaligus sumber ketakutan yang amat sangat.

tapi entahlah…..harus mulai dari mana.
Moral dulu atau logika dulu.

Atau…melalui cara demokratisasi dulu ?.
Cara satu-satunya untuk meng-extrapolasi keinginan Tuhan….

Salam,
DjayaWikarta

— In apakabar@yahoogroups.com, “walsuparmo” wrote:
>
> Salam,
> Kalau mau menjadi lawyer di Indonesia, syarat yang PALING penting
> bukannya menguasa ilmu2 seperti matematika, sosiologi dsb tetapi
> kemampuan BERNEGOSIASI sehingga dapat masuk kalangan MAFIA PERADILAN
> (dengan Jaksa,Hakim,Polisi dsb).Jadi menguasai DAGANG hukum bukan
> Hukum Dagang.
> Wsalam,
> Wal Suparmo
>
> — In apakabar@yahoogroups.com, rahardjo mustadjab
> wrote:
> >
> >
> > — djayawikarta wrote:
> >
> > > Anak perempuan teman saya pengen banget nanti
> > > jadi LAWYER, untuk itu harus jadi sarjana hukum
> >
>