Arsip untuk Maret 17th, 2007

Angin bertiup mengarah Bristol

Angin bertiup mengarah Bristol
Sajak DjayaWikarta

terlahir di ranjang kesayangan rumah sendiri
tidak bermimpi se liar puting beliung berlari
namun ditanah kelahiran hanya sibuk menghitung hari
ketidak jelasan akhirnya mengubur impian anak negeri

Bukan aku pembakar biduk
sengaja jalan pulang diuruk

angin Southampton telah aku tunggangi
ke barat atau ke timur kemana saja dia pergi
membeku mencair atau melarut
aku sekedar menurut

aku bukan pemegang ketangguhan
kemana saja angin bertiup menghempaskan
kesana pula langkah dijadikan harapan

Bristol…..
kenapa aku pernah tanpa sengaja menyebutnya sekali
semoga bukan keajaiban jika kota ini harus kusinggahi

sarapan pagi dengan nasi liwet berkuah ketakutan
entah sampai kapan….

IoW, 03-08-01
DjayaWikarta

Takut Ketinggian

Takut Ketinggian
Sajak DjayaWikarta

Saya takut naik gedung pencakar langit
takut juga pergi pake pesawat terbang

saya takut setiap kali berada di ketinggian
apalagi ngeri kalau tiba-tiba saja ada di ketinggian

bukan takut jatuh berantakan menimpa batuan
kepala dan badan berantakan tidak lah seberapa

saya hanya takut ketinggian
melayang terus lupa daratan…..

IoW,

DjayaWikarta

Dia…matahari siang dan malam

dalam kuasa langit
matahari tak kenal terbit

dalam lindungan alam
matahari tak pernah terbenam

matahari adalah nyala kehidupan siang dan malam
tak seorang berkuasa menjadikannya padam
andaipun gerimis menjadikan banjir tangis
tapi bara api matahari tak juga habis

temaran petang bukan ajakan pulang
pun juga fajar pagi bukan tanda kampiun datang
tak ada yang meng-akhiri harapan seperti Sangkuriang
juga tak ada yang mempersilahkan jadi pemenang

Hanya alam yang berhak menjadi pengemudi matahari
bukan aku, bukan kau, bukan dia…. juga bukan mereka.

Aku mengikuti dan menikmati hangat dan terang-nya cahaya…..
kuharap….kau juga.
Seperti kau bilang…biarkan matahari mengajak kita menari…..
biarkan alam memasak segala bahan yang kita berikan..

Matahari tak pernah menjanjikan apapun, juga tak pernah
mengharap apapun…..
kecuali dia tak pernah sedetik-pun berhenti memberi …..

Bandung 16-10-2000,
DjayaWikarta