Arsip untuk Maret 24th, 2007

UU berbasis AGAMA

— In apakabar@yahoogroups.com, chenno qure <cqure@…> wrote:
>
> perlu ada undang-undang yang mengatur kehidupan
> beragama di negeri yang kusut ini…!!!
> >>>

Wah…kehidupan beragama koq harus di-atur-atur.
Ini mah pikiran “pancasilais orba”.
tambah jauh saja dari cita-cita majoritas Apakabarian…sekuler.
Sekuler justru “membebaskan” negara dari urusan agama.

lagipula sangat tidak demokratis jika negara
harus ngurus BASIS pikiran dari macam-macam orang.

Kalau keberatan dengan UU yang berbasis Injil, berbasis Quran,
atau keberatan berbasis tripitaka….lalu kenapa sekuler tidak
keberatan dengan UU berbasis “humanism”, berbasis “etnis”,
berbasis “sosial”, berbasis “liberal” juga tidak keberatan
dengan UU yang berbasis abrakadabra ?.
Sangat terasa double standard :)

Negara cukup mengatur TINDAKAN untuk manfaat bersama.
dan harus membebaskan segala bentuk BASIS Pikiran…

Lalu…Tuan Sok-Sekuler berpidato…
“Kalau nanti “UU”-nya mewajibkan orang ke gereja atau
ke mesjid…atau ke pura gimana ?”.

Simple…abaikan saja UU-nya, karena “UU” ini salah
sejak lahir….ingat-ingat..kan negara HARAM ngurus agama.

Semua kitab suci…
tentulah meng-claim memuat lengkap “aturan Tuhan”.
tentu pula para penganut-nya yakin bahwa Tuhan-nya Maha Besar,
atau Maha Kasih, atau Maha Kuasa, atau Maha Tunggal…
dan para penganut yang benar juga yakin “Tuhan mustahil disamai”

Lalu..kalau tiba-tiba
“Isi Quran, atau Injil, atau Tripitaka, atau Weda…..PLEK
dituliskan menjadi isi UU…gimana?”

Simple juga….tinggalkan dan kosongkan saja ….
karena manusia mustahil bisa hidup dalam “negara Tuhan”.
Manusia hanya bisa hidup di-negara manusia, dengan aturan manusia.

So…
UU dan aturan BERBASIS Injil, Quran, Weda, tripitaka monggo saja.
Tapi UU atau Aturan yang mengatur kehidupan beragama orang…
pastilah dibuat oleh orang SABLENG yang merasa SETARA Tuhan.
pastilah penipuan….menipu Tuhan juga menipu manusia.

Rasanya,
Demokrasi tidak pernah mengharamkan BASIS dan PIKIRAN apapun…

Kecuali mungkin….satu-satunya keajaiban dunia
demokrasi pancasila yang mengharamkan “pikiran atheist”.
salam,
DjayaWikarta
> — rahardjo mustadjab <bapakjewel@…> wrote:
>
> >
> > — walsuparmo <walsuparmo@…> wrote:
> >
> > > Salam,
> > > Sebentar lagi orang Bali ingin hukum berdaarkan
> > > agama Hindu dan yang
> > > B
>