Menerapkan ayat kitab suci ?.

Menerapkan ayat Kitab Suci ??.

— In apakabar@yahoogroups.com, “Achmad Chodjim” <chodjim@…> wrote:
>
> Dalam menerapkan ayat kitab suci di kehidupan sosial, maka
> seseorang harus bisa arif. Dan, itu bukan monopoli orang Islam.
> Perjanjian lama penuh ayat yang menyeru Israel untuk melakukan
> pemunahan umat manusia.
>>>>

Per-”definisi”, ayat kitab suci merupakan “kalimat Tuhan”.
Per definisi juga, Tuhan tidak mengambil bagian dalam
kehidupan sosial manusia…..karena tidak level.

Jika tidak ada satu-pun yang menyamai Tuhan, lalu bagaimana
mungkin ada MANUSIA yang bisa “menerapkan” ayat Tuhan ?.
Bahkan, dengan puncak ke-arif-an pun, tetap saja
manusia mustahil ber-hak MENERAPKAN kata-kata Tuhan.

Yang selalu mengganjal saya, kenapa pada saat kita menganggap
“ajaran” Tuhan itu mutlak benar-nya…
Koq, kita seperti DIPAKSA menyebutkan SUMBER ajaran-nya.
Mustahil Tuhan yang Maha Besar akan nuntut manusia
ke pengadilan negeri hanya karena manusia mem-plagiat
ide-ide Tuhan….memangnya Tuhan seperti penulis Novel
yang sedang kekurangan biaya nyekolahin anak ?.

Seperti misalnya “daging babi haram”, kalau yakin “ajaran”
ini benar sekalipun ayat ini paling susah untuk difahami,
Akan elok sekali, cukup saja bilang
“Untuk SAYA babi haram titik”.
Alasan ini lebih “elegan” dan tampak lebih percaya diri…

Tapi orang-orang malah ngasih alasan yang bukan alasan….
“karena menurut Quran…haram”….dan orang pun hiruk-pikuk.
Makanya jangan salahkan, jika Tuhan jadi sasaran kesalahan
karena para ulama dan pendeta hanya lempar batu sembunyi tangan.
Dan malah nyari penghidupan dari jualan “ayat Tuhan”.

Orang Islam lebih doyan “mengibar-ngibarkan BENDERA Islam”
daripada menjadikan BENDERA Islam sebagai SAJADAH ditengah malam.
Lebih doyan “menyampaikan ayat” daripada
“membaca, membaca, dan membaca ayat”

mang Dulloh bilang, cukup ayat dibaca-baca-baca saja,
tidak perlu buru-buru atau terpaksa ambil kesimpulan…
Dan terutama sekali….jangan buru-buru menjual.

Jika misalnya ada ayat berbunyi “Bunuh jusfikun..”
Saya akan seumur hidup baca-baca and baca ini ayat
….tanpa refot-refot ngebunuh jusfikun.

Inilah “ke-ARIF-an” yang sebenarnya sangat logis, cari aman.
karena kita tidak pernah tahu persis kata-kata Tuhan.
Yang pasti, semuanya harus konsis….
Tuhan mustahil merugikan manusia ciptaannya sendiri…
termasuk juga tidak akan pernah mencelakakan si Jusfikun.

Aman-nya…kalau kita kebelet pengen BERTINDAK atas nama ayat
Cukup terapkan saja dulu ayat-ayat yang tidak “menyentuh”
manusia lain. Kecuali kalau yakin bisa “menyenangkan manusia”.

masih ribuan banyaknya ayat yang akan menyenangkan orang
daripada terpaku pada ayat yang seolah “memerintahkan da’wah”.
Padahal ternyata, Tuhan maunya kita hanya baca-baca-baca-baca.
Karena, Tuhan sendiri yang akan menanamkan pemahamannya
langsung kedalam dada manusia, dengan cara special Tuhan.

AGAMA seharusnya jalan manusia menuju Tuhan
bukan malah dipake sebagai alat untuk menguasai manusia.

seperti sekarang…..

DjayaWikarta

> —– Original Message —–
> From: hadjar_wish
> To: apakabar@yahoogroups.com
> Sent: Monday, April 09, 2007 6:09 PM
> Subject: [apakabar] Re: British town votes to change a church to
a mosque
>
>
>
> Menyejukkan?
>
> Yang dilakukn oleh orang-orang seperti Achmad Chodjim ini (atau
> Darwin Bahar) adalah penipuan..
>
> Ka
>

0 Tanggapan ke “Menerapkan ayat kitab suci ?.”



  1. No Comments Yet

Tinggalkan Balasan

Anda harus login untuk menuliskan komentar.