Sekuler dan Jilbab

Re: Siapa lagi yang mau negara sekuler..?

— In apakabar@yahoogroups.com, “hadjar_wish” <hadjar@…> wrote:
>
> Dan saya juga akan ngotot menuntut supaya, seperti di Turki dan
> Perancis misalnya jibab kudu dilarang di gedung milik negara, termasuk
> di sekolah dan universitas negeri.
>>>>>

Saya kira, sekuler tidak identik dengan fascist yang selalu
mengharuskan manusia berkepala sama….tidak berjilbab misalnya.

katanya sekuler tidak mencampur-adukan agama dengan negara.
Urusan negara harus bebas dari urusan agama. Juga sebaliknya.
Jika agama itu juga semata-mata urusan individu
tentulah juga sekuler harus menjamin kebebasan individu

Jilbab itu urusan individu perempuan, bukan urusan negara.
Jika ada perempuan berjilbab jadi presiden, bukan berarti
negaranya doyan ngurus jilbab.
Juga kalau rakyat dan presiden-nya selalu pake bikini.
Urusan elok… elok pake bikini atau elok pake jilbab.

lain halnya dengan BURKAH yang hanya menyisakan kerlingan mata.
tapi ini-pun bukan karena burkah TIDAK SEKULER….tapi tidak elok.

Saya setuju Jack Straw mantan menlu yang meminta konstituen
perempuan untuk membuka penutup muka saat berhadapan dengan dia.
Karena mungkin si Jack sangat doyan yang elok-elok.
Seperti saya….

DjayaWikarta

0 Tanggapan ke “Sekuler dan Jilbab”



  1. No Comments Yet

Tinggalkan Balasan

Anda harus login untuk menuliskan komentar.