Arsip untuk Mei, 2007

C h r i s . . .

Chris anak muda, tinggi langsing dan gagah.
Tiga tahun lalu dia fresh graduate jurusan engineering
langsung gabung di perusahaan sebagai permanent employee.
Dengan iming-iming karir yang menggiurkan tentu saja.

Tapi minggu yang lalu, dia ngundang teman satu grup,
makan malam di Tandori, Halal balti restaurant lengkapnya.
Betul, ini semacam acara “perjamuan terakhir”.

Resminya, ini acara si Chris, dan dia yang ngundang
secara khusus, memilih siapa saja yang boleh datang.
Dia juga yang memilih dan booking tempat.
Selesai makan, maka kita 12 teman-temannya yang urunan.
Si Chris sang pemilik acara tidak boleh ikut bayar.

Bulan depan dia sudah terbang melintasi katulistiwa.
Meninggalkan akhir musim semi disini untuk mengejar
awal musim gugur di Australia … katanya.

“…excellent money Chris ?”, teman saya nanya antusias.

“Nope…, excellent waves “, Chris menggerakkan tangannya
turun naik. Seolah gelombang laut sudah berada didepannya.

Disini karyawan silih berganti, semudah masuk semudah pergi.
Karyawan kontrak atau karyawan tetap tak lagi peduli.
Kesetiaan dan pilihan hanya dimiliki oleh kesenangan.

Kesenangan Chris adalah mengendarai gelombang .
Dan tempat kerja disini hanya ada laut tanpa gelombang.
Kota hanya disesaki kapal pesiar dan orang liburan.
Untuk Chris, ini ketenangan dan bukan kehidupan.

Saya mengenalnya belum cukup lama. Ngobrolpun hanya
beberapa kali kebetulan setiap kali bersama nunggu
Ferry penyebrangan. Pernah dia cerita keinginannya
untuk segera jadi “jobshopper” seperti saya.
menurutnya, pekerja kontrak itu FREE…fantastic.

Dulu saya mengiranya sebagai basa-basi kepada immigrant.
Tapi makan malam kemarin menunjukkan kesungguhan.
Chris layaknya typical English, selalu merasa harus
melayari “another adeventure”…. mencari gelombang.
Memasuki ketidak tahuan pastilah menyenangkan, katanya.

Setiap kali si Chris bilang “FREE…” dengan takjub,
saya yang mendengar-nya malah kikuk….rikuh.

“Sebenarnya…saya tidak ingin FREE, saya malah ingin
hidup tenang, bekerja tenteram sampai pensiun”,
Tapi saya hanya bisik-bisk dalam hati saja.

Memang beda, saya yang selalu sengaja mencari jaminan
masadepan dan ketenangan malah selalu lebih dulu free.
Si Chris malah meninggalkan semua keterjaminan….
untuk sekedar mencari free.

Beda banget, mungkin hanya dengan “BERSEDIA LAHIR” pun
hidup anak-anak English sudah langsung dijamin.
Dan ini yang bikin si Chris bilang “not fantastic”.

20070509
DjayaWikarta

Tentang kualifikasi Jenderal RI

Re: Agenda HB X

— In apakabar@yahoogroups.com, “walsuparmo” <walsuparmo@…> wrote:
>
> Mereka sangat memerlukan seorang Sudirman,Simatupang,
> Nasution,Suharto,Murdani, Yusuf yang baru, yang
> samapi sekarang belum ada atau sebaiknya tidak ada?
>>>

Idealnya untuk jaman sekarang, bukan cuma jenderal yang
tidak perlu ada, juga tentara seharusnya tidak perlu ada.

Tapi, tentu saja selama ada batas negara dan ada bangsa
dan selama manusia masih memiliki keinginan berkuasa….
maka “pekerjaan tentara” pasti pula diharuskan ada.
Keahlian SATPAN saja malah tambah banyak diperlukan.

Ngomong-omong kualifikasi JENDERAL tentara jaman sekarang,
kayaknya tidak diperlukan lagi Jenderal type TEMPUR dan NEMBAK
seperti daftar diatas. Juga tidak perlu jenderal type GERILYA.

Yang diperlukan hanya jenderal sehat, terdidik dengan baik,
dan mendapat gaji cukup.
Jenderal harus manusia normal yang punya keinginan NORMAL.
Yang lebih ingin AMAN daripada NEMBAK atau “bergerilya”.

salam,
DjayaWikarta

> Wasalam,
> Wal Suparmo
>

Jilbab dari diskusi BBC

Sara Kohal perempuan Inggris 20 tahun berjilbab
berambisi jadi artis yang “luar biasa”.

Katanya : “I want to open people’s minds”

“She contacted the BBC News website because she
was frustrated by the lack of opportunity and
because she wants to see greater representation
of Muslim women on stage and screen.”

http://news.bbc.co.uk/1/hi/uk/4964222.stm

Lalu muncul banyak tanggapan pro-kontra yang tajam
yang ….anehnya sekalipun disini termasuk topik
sensitif tapi koq komentarnya bisa cerdas-cerdas…

Sebagian berkomentar mustahil karena artis harus
siap menjadi KANVAS KOSONG, siap berpakaian atau
tidak berpakaian apapun. Maksudnya, jika ngotot
pake jilbab, maka tidak akan ada sutradara yang
bisa leluasa memberikan peran sesuai keinginannya.

Sebagian lagi berkomentar, pasti bisa dan malah
ada yang mendukung keinginan Sara Kohal yang jelas
strong person dan fearless menjadi artis berKUALITAS.
Karena selain banyak pilihan peran, juga karena
sangat bagus jika seseorang mengejar ambisi-nya
tanpa harus mengorbankan “keimanan-nya”.

Komentar lainnya masih banyak, dan semuanya terasa
cerdas, menyegarkan pikiran dan terasa tetap cool…
Saya ingin ikut berkomentar, tapi merasa gak level.

Saya hanya bisa manggut-manggut….

Bicara “barang panas” ternyata tidak selalu harus
membuat kita tampak ignorance, bodoh dan dungu.

DjayaWikarta

Tentang CHARITY

Re: Dari BSA untuk Imas

— In apakabar@yahoogroups.com, Cornelia Istiani <istiani_c@…>
wrote:
>
> Pertanyaannya adalah…..selanjutnya apa setelah dapat kaki
palsu? setelah anaknya bisa diambil dari RS, setelah dapat bantuan??
apakah stop sebatas pemberian bantuan?? apakah ada peningkatan
kualitas hidup dari yang ditolong/di beri bantuan??
> Itu maksud saya artifisial dan ga ada guna (ok deh ada guna tapi
belum menyentuh yang esensial..sori nanti pada “panas” lagi he..he..)
>>>>>>

He he he…. iya juga
saya ingat jaman Menteri Sosial nya mbak Tutut…
yang rajin bagi-bagi duit dan nasi bungkus
Saya bingung, mo protes… nanti dikira anti orang miskin,
lalu juga katanya tidak punya perasaan,

Saya tidak setuju mbak Tutut bagi-bagi KEBAIKAN,
bukan karena saya tahu siapa mbak Tutut …
tapi perbuatan bagi-bagi duit atau bagi rejeki oleh
siapapun sangat terasa ANEH saja…. sangat tidak natural.
Apalagi jika “kebaikan yang nyata” ini diorganisir.

Tapi saya rasa, masalah “tindakan baik” dan “pikiran baik”
dari dulu selalu dilematik. Sekalipun dua-duanya baik.

Bantuan untuk Imas, tentu saja tindakan yang baik.
Dan pasti memberikan HASIL yang baik untuk Imas,
Tapi cara CHARITY ini bukan pikiran yang baik untuk
kebaikan puluhan juta Imas-Imas lain di kemudian.

Alam tidak mengajarkan charity sebagai cara
untuk memperbaiki kehidupan apapun.
Alam hanya menyediakan cara persaingan….
Persaingan yang sehat
tentu akan menghasilkan kehidupan yang sehat.

Karena APAKABAR arena dan stadion pikiran…..
maka saya lebih setuju pikiran yang baik The Corn…
daripada tindakan yang baik dari The BSA

DjayaWikarta

>
> Salut deh atas panggilan nurani Anda dan rekan-rekan BSA.
>
> -The Corn-
>

Menuliskan ke Kejian

Re: Aku menghadapi jalan buntu.

— In apakabar@yahoogroups.com, Harry Adinegara
<sans_culotte_30@…> wrote:
>>> inilah sebuah video clip tentang …penggorokan seseorang yang
beberapa waktu yang lalu telah diberitakan :tentang seorang anak umur
12 tahun yang menggorok leher mangsanya. Adegan ini benar2 membuatku
groggy…..korban di ikat tangan kebelakang di telikung dijatuhkan
oleh anak ini sambil orang lain menindihi badan korban dan mulailah
anak itu menggorok leher sang korban. Darah …muncrat, luber kemana
mana. Setelah digorok ber-kali2, lepaslah kepala sang korban. Saat
itu kedengaran orang ber-teriak2 Alahu Akbar.
>>>>

Cerita diatas sungguh sangat DETAIL, sangat ber-JIWA
dan menggambarkan keKEJIan dengan sangat berani dan akurat….

Penulisnya Harry Adinegara, pasti dia punya pikiran,
jiwa, pengetahuan dan IDE yang pasti juga sangat KEJI.

Sangat jarang ada orang TEGA dan BERANI menuliskan
secara explisit rincian cerita keji untuk konsumsi
diluar pengadilan.
Kecuali penulis ini memang sangat keji…

Tapi untuk kebebasan yang kita idam-idam kan….
Mudah-mudahan sebentar lagi APAKABAR merelease juga
tulisan cerita porno sejenis stensilan….biar meriah. :)

Sayah….setuju-setuju sajah… karena pasti rame.
karena secara terpendam semua orang berbakat dan
memiliki “syahwat basic”.

Saya tunggu langkah maju APAKABARian berikutnya…. :(

DjayaWikarta