Arsip untuk Juli, 2007

Kejujuran dan Agnostic

— In apakabar@yahoogroups.com, “kibroto” <Kibroto@…> wrote:
>
> Dalam mode-2 saya menjadi mirip dityo Kolobendono, Galileo, Bima, dll,
> yang blak2an tanpa tedeng aling2 menyatakan apa yang keliru. Jujur
> lebih penting dari basa basi.
>>>>>

Saya selalu keselek setiap kali mendengar kata JUJUR
berkumandang diteriakkan dalam ruangan diskusi.
Orang yang mengaku jujur dan orang yang meminta lawan
bicara untuk jujur ….. sangat tampak absurd.

Diskusi tentu saja bukan permainan intelejen.

Intel berkepentingan mencari FAKTA dan BUKTI yang mendasari
kata-kata yang diucapkan oleh objek yang di-intainya.
Intel selalu berkepentingan mendapatkan KEJUJURAN, tanpa peduli
mendapatkannya dengan cara jujur atau tidak.

Intel tidak pernah akan “mendengar” dan juga mustahil
pernah “membaca” kata-kata yang sengaja disajikan.
Intel hanya mau baca KEJUJURAN yang tidak diumumkan.
Intel selalu menuntut kejujuran yang sesungguhnya
sangat tak layak dituliskan.

Kalau anda lebih mementingkan KEJUJURAN, maka tempat
anda bukan dalam ajang diskusi….
tempat anda di kantor reserse Polsek….

Untuk diskusi, tidak perlu direpotkan kejujuran, tidak
perlu minta orang lain jujur…..juga dilarang
menghiba ngaku jujur.

Cukup bacalah…dengarlah uraian orang lain, lalu bicaralah
atau tulislah uraian pikiran anda…sesuka anda.

Penulis sungguh seperti Robin Hood yang merentang gondewanya
kearah sasaran yang diinginkan….sekedar keinginan.
tapi anak panah yang melesat liar bukan lagi hak si Robin.
tapi hak si pembaca….dan angin.

Sekalipun si Robin membidik sasaran cerdas dengan jujur,
tapi jika angin pembaca malah melihatnya sebagai ketololan….
Maka pasrahlah si Robin terima jadi orang jujur yang tolol.

Inilah juga mungkin yang namanya intisari ke-Tuhan-an,
ke-pasrah-an….
Tuhan Sang Pengelola segala urusan diluar jangkauan Robin Hood.
diluar jangkauan gondewa, diluar jangkauan angin…malah
juga diluar jangkauan keinginan.

Doa Robin Hood saat melepas anak panah juga sederhana….
“Tunjukan aku cara memanah yang benar….
dan tancapkan anak-panahku nanti di tempat terbaik”.

Agnostic….boleh jadi harus serba NYATA dan kasat mata,
phisically proven…..tak akan sanggup melepas anak panah
Malah akan dengan dungu menancapkan anak panahnya dengan tangan.

kalau Atheist mah….mungkin lebih aman dari polemik Tuhan.
Karena atheist yang masih doyan bicara tuhan….bukan atheist.
DjayaWikarta

Sepakbola indah

Re: Gara2 Din samsu

— In apakabar@yahoogroups.com, “Lim Seng Goan” <senggoan@…> wrote:
>
> Jadi sebenernya sepak bola juga olah raga favorit kaum keturunan
> cina koq, cuma mungkin krn dirasa sepakbola itu belum bisa
> menjadi pegangan hidup maka saat ini hanya sekedar rekreasi
> dan olah raga saja.
> >>>

Penegasan ini yang saya tunggu…saya senang mendengarnya.
Saya hampir setuju dengan pendapat bahwa agama sepakbola
akan menjadi pilihan layak bagi semua umat manusia bersatu.
Tanpa menghilangkan naluri bersaing dan bertempur ciri manusia.

Karena saya sangat berharap banyak dari sepakbola, maka
tuduhan “ada diskriminasi dalam sepakbola” sungguh menjadi
penghinaan yang teramat sangat.

Dari sepakbola, saya belajar menang, belajar kalah, belajar
mencucurkan keringat, belajar berteman, belajar menghargai lawan,
belajar kerjasama, belajar mengantisipasi kelicikan lawan,
belajar menyerang, belajar bertahan, belajar tertawa, belajar
menangis, belajar mengikuti aturan, belajar mematuhi referee….

Dan belajar, bahwa GOAL bukan warisan orang tua…
dan juga GOAL tidak pernah tercipta melalui katebelece.
Dan belajar menyadari….bahwa hidup hanya 90 menit.

Dan saat dengkul saya mulai loyo, cuma bisa jadi bobotoh….
maka saya bisa belajar sehati dengan si Kesin….belajar
berteriak girang bersama dan menangis bersama.
Kesin yang sipit, saya yang melotot sama-sama menyanyikan
Halo-halo Bandung…..supaya Persib menang.

lalu saat si Kesin pindah jadi bobotoh Makassar, sementara
saya tetap jadi fanatikus Persib….maka saya belajar
cara bermusuhan yang sehat. Kalau Persib menang, saya traktir
dia di RM Ponyo. Dan Kalau PSM menang, dia traktir saya
makan sop Konro.

Sepakbola itu indah….. penuh ragam….penuh warna
Mustahil ada diskriminasi….
karena bikin GOAL telah menjadi cita-cita bersama.
Terserah siapapun yang memberi saya umpan….
terserah ras apa atau agama apa yang akan saya kasih umpan.

salam,
DjayaWikarta

>
> salam
> seng goan
>
>
>
>
> ——-Original Message——-
>
>
> — In apakabar@yahoogroups.com, “Pemerhati Bangsa” <pbangsa2003@>
> wrote:
> >
> > Diskri utk WN keturunan di sektor sepakbola itu emang ada kok.
> >>>
>
> Yang bener saja…masa diskriminasi dalam sepakbola ?.
>
>
> DjayaWikarta
>