Tadinya saya sempat tercengang, bingung, terenyuh dan
entah perasaan apalagi saat teman-teman saya di Tanah Air
ngajak saya nanti ikutan gabung ….untuk main GOLF.
Apa dunia sudah kiamat, apa dunia berputar terlalu cepat
semenjak saya dengan sangat berat meninggalkan semua kerabat.
Atau karena saya tertidur terlalu lelap, disaat
semua teman-teman saya berevolusi menjadi konglomerat ?.
saya ingat, dulu sering diajak berdemo menentang pejabat
yang doyan main Golf ditengah rakyat yang masih melarat…
saya ingat teriakan demonstran disaat mentari menyengat
“Bermewah-mewah disaat rakyat melarat adalah terlaknat”.
layaknya tidak mau kalah oleh Sumpah Palapa Gajahmada…
kita pun sempat bersumpah “bola golf”
Bahwa kita tidak akan pernah memamah bolah golf
sebelum mulut dan perut rakyat di Sabang sampai Merauke
sanggup mengunyah segala kesejahteraan yang diimpikannya.
Saya tidak anti Golf karena saya tidak anti olahraga
Seperti halnya Gajahmada yang pasti tidak anti buah Palapa.
dulu saya tidak suka Golf karena lebih suka sepakbola
Juga mungkin gajahmada yang lebih doyan duwegan kelapa.
Jika kemudian akhirnya terpaksa mengharamkan GOLF…..
yaaa karena apa hendak dikata….
karena tahun bertambah
kayaknya tidak juga kesejahteraan rakyat bertambah.
tapi….teman-teman saya bilang.
“Dunia sudah lama berubah … !!”.
“Permainan Golf sekarang sudah jauh lebih MURAH MERIAH…!!”.
“main sepak bola sekarang malah jauh lebih mewah…!”
Lalu, tadi sore saya jalan-jalan ke toko DirectSport…..
berjajar stik Golf dipajang……macam-macam bentuk
segala ukuran tersedia…..semua mengkilat tentu saja.
Silver, gold, platinum tinggal pilih semaunya
Dan benar….apa kata teman-teman.
Peralatan Golf ternyata murah-murah
Sekeranjang bola, selusin stik, sepasang sepatu….
tidak menghabiskan gaji dua minggu.
Sepatu bola malah ….terasa mahal banget.
Dan troley belanjaan pun penuh dengan muatan barang MURAH.
Siap memasuki antrian panjang “pay here” didepan cashier.
Asyik juga kalau nanti pulang, bermain Golf bersama teman.
Nunggu antrian perlu kesabaran rupanya.
Tapi text SMS panjang yang berdenyut dua-kali digenggaman
samasekali tidak bernada kesabaran….SMS dari adik saya….
“A….kontrakan rumah habis, si bungsu perlu uang sekolah,
uang gajian sudah habis untuk nyicil motor kantor….”
kelanjutan SMS sudah tidak mampu terbaca apalagi teringat.
Dan aneh…..saya malah teringat “sumpah bola Golf”
Juga teringat untuk segera mengembalikan semua barang
permainan murah ini ketempat-nya yang seharusnya MEWAH….
Dan Kesejahteraan, untuk jutaan adik saya belum juga murah
Sekalipun memang….Dunia akan selalu cepat berubah….
juga sumpah dan sampah.
20070824
DjayaWikarta
Komentar Terakhir