Re: Akhir sebuah jiwa
— In apakabar@yahoogroups.com, “Zhao Yun” <zhaoyun1964@…> wrote:
>
> a. Apa beda nyata antara entitas jiwa/roh (spirit/soul)dengan
> pikiran (mind/counciousness)? Apa alasan logisnya?
> …
saya coba ikut aliran KISS….keep it simple stupid
Pertama, supaya apple-to-apple, roh bukan padanan mind.
kalau maksudnya “rasa dengan pikiran”, mungkin bisa
dibeda-bedakan….dan didiskusikan.
PIKIRAN itu pengolah data objektif, setiap input
dari luar hanya diolah dan ditaruh di RAM
atau kalau terpaksa bolehlah pake lahan temporary.
Seperti memperlakukan data-data program aplikasi.
Output hanya untuk tujuan software itu dibuat.
RASA itu pengolah data subjektif, setiap input
dari luar akan diperlakukan sebagai data system BIOS
yang akan otomatis outputnya mempengaruhi performance,
Tentu saja Output RASA….akan tampak aneh jika di-display.
Roh…sekedar menyediakan rasa dan pikiran.
karena itu juga sebenarrnya tidak ada orang bodoh,
yang ada adalah orang yang berpikir pake rasa.
Sekedar membangga-banggakan perasaan dan keyakinan.
Cuma ngutak-utik BIOS tapi nihil output
kalaupun ada kebodohan,
paling juga hukum warisan HINDIA Belanda
yang berbasis “rasa keadilan”.
Yang sampai sekarang dipake di Indonesia.
Padahal, Hukum jelas-jelas hanya memerlukan “logika hukum”.
Hukum itu harus layak DISPLAY.. jelas terlihat dan mampu-ukur.
maka hukum berazas “rasa keadilan” seharusnya segera
ditinggalkan….karena mustahil bisa jelas.
DjayaWikarta
Komentar Terakhir