Arsip untuk Oktober, 2007

Bapak-nya Bapak

sebelum fajar terang dia datang
sendirian tanpa perlu diundang
bukakan pintu, buka sepatu, duduk membatu
diam tanpa sepatahpun bincang

Berjas hitam berkopiah hitam
punggung menekuk disudut kursi tamu
leher dada dan dagu menyatu
tangan melipat terkumpul di dengkul
mata senja sang elang terpejam

Mmaak mengendap
secangkir kopi disimpan dengan pelahan
aku mengendap
sekarung pisang dan beras ku-tarik pelahan

Siang saat bayangan tepat dibawah pijakan
silhouette sang elang tetap diam menegaskan kehadiran
Lewat pintu belakang Bapak-ku pulang,
membatalkan kalimat dibibir Mmaak dengan anggukan
Namun garis halus dipipi Mmaak cukup menenteramkan

Berlatar terang siang diseberang kaca jendela
silhouette hitam bertambah jadi dua
Tapi Bapak-ku datang hanya untuk tertunduk dan diam
dalam tatapan mata elang bapaknya, Bapak ku tenggelam
Kecuali anggukan-anggukan halus kepala Bapak
sisanya hanya dua bayangan orang tanpa gerak

lama terasa bicara bapak dan anak anak
kegelisahan Mmaak di dapur mulai tampak ……
segera aku melangkah kesudut teduh mata Mmaak
bersamaan dengan bapak-nya Bapak berdiri tegak
dan Bapak memanggil Mmaak dengan suara serak

seolah memastikan pegangan untuk melangkah
jari tangan Mmaak disela rambut tipisku tergenggam kuat
hampir terhuyung Mmaak berjalan dibelakangku….
Bapak-ku masih duduk ……
dan menunduk menyembunyikan penyerahan-nya.
mata elang senja kakek-ku lekat menatap se-isi kepalaku

“Benar….kau ingin sekolah insinyur ?”, kakek-ku tersenyum….
tangan Mmaak menggoyang-goyang kepalaku kedepan….

“Kau memang sehebat bapak-mu…..”, kakek tetap tersenyum
dan Bapak-ku meraung……..tersungkur di kaki bapak-nya.

Bapak-ku tetap paling hebat….lebih hebat dari bapak-nya.
dan aku mencintai-nya

:selamat ulang tahun……
DjayaWikarta

Roswati…kejaaaammmm

Sebenarnya tidak mudah mengingat nama orang. Sekalipun
nama teringat tapi tidak berbunyi apa-apa. Tidak tersambung
dengan orang yang diinginkan.

Sehari kemarin saya tepekur berjam-jam hanya karena ingin
bisa inget nama pacar yang sudah lama entah kemana.
Saya sudah coba scan semua kemungkinan nama perempuan.
Mulai dari nama berawal A sampai nama yang berawal Z.
Spreadsheet saya merangkum hampir seribu nama…..
tapi tetap saja nama sang pacar tidak ter-temukan….

Tapi tiba-tiba saja dari R, nama Rooswati memunculkan ingatan lain.
Rooswati tentu saja bukan nama pacar saya, tapi nama yang
betul-betul melekat selama berpuluh tahun kejadian….
Rooswati adalah nama yang pernah dituliskan orang. Pernah tertulis
di semua tembok gang…..padahal tembok itu baru saja di kapur putih.
Seperti biasa setiap bulan agustus, semua tembok di labur putih.

Pak Suherman yang jadi ketua RW marah besar. Karena hari minggu
beliau door-to-door mengajak nyaris maksa warga untuk kerja bakti.
Maka semua jalan dan gang bersih dari rumput, sampah dan berangkal.
Tidak terkecuali, semua pinggiran jalan di beri cat putih. Semua tembok
asal terlihat dari jalan harus juga di putih-bersihkan.

Namun tiba-tiba hari senin-nya semua tembok putih disegala penjuru
penuh dengan tulisan hitam arang, juga gambar panah dan jantung hati…..

“Kasih tahu semua orang…..kalau sampai hari minggu depan semua coretan belum dibersihkan akan di laporkan ke kantor pulisi….”. Pak Suherman hanya bersungut-sungut, tapi tidak tahu yang nekad nyoretin tembok siapa.

Pak Suherman inginnya marah hari senin itu juga, tapi marah di hari senin dan hari-hari kerja pastilah tidak akan effektif . Maka marahpun ditunda.
Tapi penundaan….untuk hal apapun tidak menyelesaikan masalah.

Hari selasa besoknya, semua murid kelas 4 kebawah dipulangkan lebih awal karena murid kelas 5 dan 6 ikutan latihan obade di balai kota Bandung.
Tentu saya senang karena bisa cepat main dan bisa ikutan main bola 17-an.
Tapi sebelum sampai di rumah, dimana-mana orang bergerombol….semua
menghadap dan memperhatikan tembok dengan seksama…

Rupanya hari selasa itu, semua tembok telah penuh dengan coretan arang.
Memang tidak ada tambahan gambar. Sebagai gantinya adalah tulisan rapi seukuran huruf yang ditulis pak guru di papan tulis. Semua cermat membaca.
Semua berbisik-bisik, ada yang berdecak ada juga yang geleng-geleng saja.
Tapi lebih banyak yang tertawa sampai terkekeh….

“Ini betul-betul syair pantun putus asa….”, kang Iim pedangan buku bekas tidak berhenti kasih komentar.
“Ini pasti kerjaan orang gila yang baru ditinggal pacar”, yang lain menimpali.
Dan hari Selasa siang itu juga saya menikmati “keindahan” tulisan ditembok….
keindahan…. karena melihat semua orang tampak nya menjadi senang…..

Selama hampir seminggu itu, semua orang membicarakan “Sanjak Tembokan”.
Bahkan sampai mang Dulloh sesaat selesai ngajar ngaji memberi sedikit ulasan tentang syair-syair yang tiba-tiba mengotori semua tembok…….tapi juga seperti biasa……semua orang ingin tahu penulisnya siapa…seperti apa.

Susah untuk bisa tahu juntrungan si penulis tembok, karena setiap orang yang akan pergi solat subuh sudah bisa melihat tulisan baru bertambah. Si penyair diperkirakan datang tengah malam, saat dingin Bandung saat itu masih melelapkan orang tertidur jam 9 malam. Dan ronda masih belum jadi kebutuhan.
Maka, setiap matahari terbit pagi semua warga mendapat tambahan bacaan.

Hari Sabtu-nya nyaris semua tembok sudah penuh dengan sanjak-sanjak cinta…..
Hari Sabtu itu juga menjadi hari akan diberlakukannya ultimatum pak Suherman.
Sabtu sore, saat semua orang berkerumun menyaksikan pertandingan tarik-tambang
pak Suherman yang datang bertopi pandan…juga dikerubuti orang penasaran…..

“Pak…biarkan saja jangan lapor polisi….nanti juga si penyair bosan sendiri….”,
para warga yang mulai doyan dan kadung mengunyah tulisan memberi saran-saran……
pak Suherman hanya mesem-mesem saja…..
Pak Suherman malah menghampiri kang Dadi, ketua panitia 17-an. Lalu minta kapur tulis yang kebetulan banyak di meja panitia untuk garis pertandingan.

Dengan tiga batang kapur disatukan, pak Suherman menghampiri tembokan yang sekarang sudah nyaris hitam oleh arang……..

“Rooswati anak bapak, akan bapak kawinkan dengan sersan Pulisi”, hanya itu yang ditulis pak Suherman dengan huruf kapur putih tebal……..

Orang-orang hanya tertawa-tawa saja….senang karena pak Suherman melayani tulisan dengan tulisan pula….tidak jadi melaporkan ke pulisi….

Minggu pagi masih belum terang, pagi masih penuh dengan halimun ketika terdengar banyak orang-orang ribut berlarian ke jalan besar satu-satunya tempat pertandingan agustusan selalu diselenggarakan.
Saya ikutan bangun karena abang saya yang tidur sekasur meloncat tanpa kira-kira  …kakinya menginjak perut saya dan berlari keluar rumah….

Dan di jalan tempat pertandingan, banyak orang berkerumun seperti sedang mengerubuti tukang sulap di alun-alun……
Saya cukup ukuran untuk menyelusup kebawah selangkangan orang-orang…

Dan….saya melihat seorang oom-oom gagah….koboy kata orang…terlentang mulut mengeluarkan cairan dan tidak terlihat lagi dadanya turun naik seperti kebiasaan orang yang masih hidup. Tangan nya pegang kertas karton bekas kardus sabun batangan cap jabat-tangan.

Seolah sedang demo mogok makan dan mogok hidup…..
kertas itu bertulisan “ROOSWATI KEJAAAAAAAMMMM”.

Tapi nama oom malang itu saya lupa…..dan memang harus saya lupakan.

IoW
DjayaWikarta

Selamat Jalan Kawan

aku tahu
mentari belum sempat meredup saat kita mulai bicara

bahkan dua helai tirai pintu belum sempat ditutup
Langit telah menyeret senja dan malam dengan tergesa
kaca berubah hitam terlewati perbincangan

sekarang langit beranjak biru menyisakan ceceran bintang pudar
karena kamu terlalu kencang menghembus nafas keluar
padahal lenguhan puting beliung atau teriakan halilintar
tidak pernah membuat himpitan di dada sedikitpun melonggar

Lalu….apalagi yang kamu berat-kan
pergilah

masih banyak malam
dan ceceran sisa-sisa siang
atau pagi….. entah datang lagi

ucapkan kata setia diantara sesama pedestrian
tidak perlu ada penyesalan tidak pernah ada ganjalan
tidak ada kesetiaan……

bahasa langit tidak pernah mengenal kekeliruan
kecuali pelajaran sebagai ganti kesalahan…..
satu kesalahan tetap bagus dari langkah puluhan
kita tidak pernah sakit….tidak mau lagi sakit
Dan……kamu masih menyimpan banyak langit
aku cukup disini menunggu gerbang pagi berderit

IoW
DjayaWikarta
june 30, 2001

Siti Mandrawati selalu mengirim

Tiga kali sukses sudah uang terkirim dengan wesel pos
Siti Mandrawati namanya ditulis pake ballpoint hitam pudar
Nama tertulis tegak rapi layaknya pelajar smu masa kini
Kepada Ma Rukmi dengan kantor Kades alamatnya
Semoga diterima dengan baik sebagai pesannya

Andri, demikian induk semang memanggil namanya
panggilan setiap saat ada tamu laki-laki kebelet hajat

Tiga kali juga terasa tekanan beban hati sedikit reda
untuk kiriman wesel itulah Andri berkubang cemooh
dan untuk cemoohan juga uang dilempar keatas dipan
Lalu lembaran puluhan ribu dipungutinya dengan khidmat
pungutan penuh martabat

Sudah-lah, lupakan saja asal-usul uang
ma Rukmi dan lima anaknya sudah terlalu bahagia
untuk sekedar mikir uang tercetak dengan cara bagaimana
Kiriman pertama melunasi utangan ongkos Andri ke Batam
juga menambal jalan harapan yang selama ini berlubang

Kiriman kedua melunasi impian untuk pergi ke du-fan
Bukankah uang dicari untuk dibelanjakan dan kesenangan….?
Ma Rukmi tahu persis gunanya uang untuk dihabiskan
karena kekurangan telah menjadi keseharian

Kiriman ke tiga, tentu saja menjadi kebingungan
karena banyaknya makan dibatasi kelelahan kunyahan
dan pakaian se-lemari terlalu berat untuk di-kenakan

Kini ma Rukmi kelebihan kiriman
hidup keseharian tercukupi dari mem-buruh cucian
Andri alias Siti Mandrawati sudah menemukan kenikmatan
Jalani saja hidup dengan tetap mengirim, lain-nya lupakan

IoW
DjayaWikarta

june 28, 2001

tupai

Saya membuat tempat makan burung di belakang rumah.
Terbuat dari karton ukuran 30×30 cm, di paku diatas tiang pagar.

Tempat makan ini laku sekali, setiap pagi ramai sekali burung
berkunjung. Bermacam burung, berbagai warna bulu bagus-bagus.
Tapi burung greja disini kagak ada. Camar pernah sekali ada yang
mencoba nengok, setelah itu nggak datang lagi.
Burung camar mungkin tahu diri karena bisa berburu di laut.

Pokok-nya meriah, siangnya burung gagak suka ikutan nimbrung.
Tapi tidak masalah, karena burung tidak pernah menabung.
mereka hanya mengambil sebanyak isi temboloknya….
Sementara sisa-sisa makanan cukup banyak…sisa nasi terutama.

Tempat makan burung rumah saya jadi favorit karena banyak nasi…..
Tempat punya tetangga…..tidak ada sisa-sisa nasi…jadinya sepi.
Burung suka nasi rupanya.

Kemarin setelah hampir 2 bulan terpasang, tempat makan mendapat
kunjungan dari tamu baru…..seekor Tupai berbulu coklat.
Tupai ternyata lucu, selain paling tampan diantara kecantikan burung-burung.

Yang rada nyebelin dari Tupai ini ternyata dia niru-niru manusia. Bukan
karena makan-nya yang banyak. Atau ukuran perutnya yang besar.
Tapi dia ngangkutin makanan…..bolak-balik dalam sehari.
Tupai ternyata berkelakuan seperti manusia …..suka sekali nimbun.

segini dulu laporan perkembangan sosial dari belakang rumah….

IoW,
DjayaWikarta
june 25, 2001

aturan perbudakan

Aku bahagia kalau aturan perbudakan harus tetap ada……
dan kalau sudah hilang…harus kembali diadakan.
harus disesuaikan dengan perkembangan jaman….
di redefinisi dengan “budak-budak” jaman sekarang

Perbudakan hitam amerika adalah budak-budak jaman
jahiliyah. Sekalipun Abraham Lincoln bukan orang jahil.
Perbudakan yang ditentang Muhammad adalah perbudakan
jaman jahiliyah. Sekalipun Muhammad bukan orang jahil.

Lalu kamu menyimpan banyak “fakta sejarah”, mulai sejarah
Madinah, Alabama, New Mexico, Irlandia, Rusia, Romusha
Johanesburg…sampai negari antah berantah………simpan saja.
Cukup katakan dimana salahnya jika ada aturan perbudakan ?.

Penolak perbudakan sesungguhnya kaum “selfish”.
Orang-orang yang kebetulan dalam posisi menang….
atau kebetulan dimenang-kan oleh keadaan….
diuntungkan oleh rahim perempuan yang melahirkan….
Orang yang pongah karena “ditakdir-kan” tidak kalah….

Penolak perbudakan memang orang-orang yang sudah kuat….
segalanya bisa dilakukan sendiri dan mandiri….
Yang menantang “kaum lemah” bertarung bebas….

Penolak perbudakan berkedok kebebasan dan kemanusiaan
seperti maling yang ngumpet di markas polisi…….!!!

Perbudakan adalah kelemahan manusia yang telah jadi
kekayaan umat manusia……
Menolaknya berati telah mengelabui..dan mendustainya….

Kau….si “anti-perbudakan-modern” adalah si maling itu…..
penguras dan penggelap kekayaan umat manusia…..
dengan bersembunyi di balik “kebenaran” markas polisi !!!

Katakan….perbudakan harus dipikirkan
bukannya di-lupakan
Aturannya harus di-adakan
bukannya di-sembunyikan untuk seolah-olah kemanusiaan
bukannya di-sembunyikan untuk seolah-olah cinta kasih….

Aturan perbudakan untuk anda si kuat….
agar si-tanpa-daya bisa ikut menikmati kehidupan sama nikmat.

Aturan perbudakan bukan untuk anda yang baru “merasa kuat”
dan bukan untuk anda yang baru “bangun dari tidur”…
Juga bukan buat anda para pandir jahiliyah abad modern…..

IoW
DjayaWikarta

—– Original Message —–
From: jusfiq.hadjar@…
To: proletar@yahoogroups.com ; istiqlal@yahoogroups.com ;
partai-keadilan@yahoogroups.com
Cc: arsip_jusfiq@yahoogroups.com ; anti-sabili@yahoogroups.com ;
banuhampu-bebas@yahoogroups.com ; diskusi-sara@… ;
ijtihad@yahoogroups.com ; jusfiq@yahoogroups.com ; anti-sabili@yahoogroups.com ;
NNurani@… ; novri@… ; wargadunia@…
Sent: Saturday, June 23, 2001 10:11 AM
Subject: [proletar] Re: [Istiqlal] Perbudakan di Islam

To: istiqlal@yahoogroups.com
From: Mujahid Cilik <aulia101@…>
Date sent: Fri, 22 Jun 2001 21:43:09 -0700 (PDT)
Send reply to: istiqlal@yahoogroups.com
Subject: Re: [Istiqlal] Perbudakan di Islam

> Yang ada disini bukan diskusi.
> Deabt kusir juga bukan.
>
> Yang ada hanya serang-menyerang.
>

Selama ’serangan’ itu disertai dengan argumen yang berdasarkan
fakta dan logika, maka itu namanya diskusi.

Dia menjadi debat kusir bila yang dipakai sebagai argumen itu
adalah dusta.

>
> — Asoka Bakani <asoka12@…> wrote:
> >
> > Islam mengaku menghapus perbudakan. Hehehe … omong kosong saja.
> >
> > Lihat apa yg dimiliki para sahabat Muhammad. Zubair punya 1000 budak.
> > SERIBU BUDAK!
> > Entah berapa yg dimiliki orang lain.
> >
> > Lihat juga berapa kekayaan Islam2 soleh tsb, sementara banyak orang mati
> > kelaparan.
> >
> > Hehehe, dari daftar di bawah ada nama Usman bin Affan dan Zaid bin
> > Thabit yg konon mengumpulkan al Mushaf.
> >
> > Tdk mengherankan jika al Mushafnya itu penuh berisi kata2 budak, perang,
> > bunuh, wanita.
> >
> > Kasihan sekali orang2 Islam sekarang ini.
> >
> >
> > http://www.al-islam.org/encyclopedia/index.html
> > ———————————————–
> > A Shi’ite Encyclopedia
> > Version 2.0 October 1995
> > Revised January 2001
> > All Rights Reserved
> >

Sepeda untuk Nathalie

Ngomong soal bepergian dan hemat energi
atau sekedar banyak mau tapi tidak mau rugi
Sepeda paling efisien untuk dinaiki
bahkan dibanding dengan kayuhan kaki….

Kendaraan kaki sangat tidak hemat
jika dipacu saat dengkul kumat
Sepeda bisa menggelinding dengan selamat
asal rajin cari jalan menurun dengan cermat

Dan ingat…
sepeda tidak selalu harus menguras keringat
Jika panas mentari menyengat
lalu keringat mengucur dengan amat sangat
cukup keringkan baju dengan penghangat
agar saat dilemari tidak dikunyah ngengat

Bulan depan punya rencana besar
pergi pesiar
sekalipun naik sepeda harus kembali belajar
tapi sepeda satu-satunya kendaraan yang benar

Selat the Channel laut cukup lebar
tentu saja sepeda tidak sanggup berlayar
dipaksa-pun malah tenggelam ke dasar
Tapi sepeda bisa dimuat kapal lalu sedikit bayar

Paris….
Pasti….matahari disana lebih puitis
dan celoteh sengau Nathalie masih terngiang manis
apalagi saat helaian rambutnya menyentuh kumis
Lalu rambut halusnya yang jatuh di pelipis
seperti Ipe Ma’roef menggoreskannya dengan pinsil tipis

DjayaWikarta

june 23 2001

sebuah kata

Lalu seseorang bicara tentang semesta pembicaraan

Sebut saja sastra
agar mudah orang bicara kalimat dan kata-kata
diluar keseharian tindakan manusia

Sebut saja tuhan
agar mudah orang bicara pencipta dan kekuasaan
diluar alam, laki-laki dan perempuan

Anti sastra adalah ikan yang lupa kolam perairan
Anti tuhan adalah hidung yang lupa udara penghirupan
menolak air pada saat insang-nya bicara kolam
menolak oksigen pada saat paru-paru bicara zat asam

IoW
DjayaWikarta

june 16 2001

Bekal dari ayah….

Kopi bubuk delapan bungkus…..setengah kilo-an
dijejal bersama kolor, baju dan mie instant
penuh sudah kopor hampir lewat batas timbangan

Bapak-ku semalaman berkeringat
mengikat barang bawaan sendirian
lupa…. usia senja memerlukan tidur lebih sore-an.

“Tidak….kakek biasa tidur nantiiiiii…belum ngantuk”,
Hanya itu jawaban Bapak saat aku mengingatkan….
bersamaan dengan penyiar TVRI pamit menutup siaran.

Terang matahari belum tampak
ketika Bapak menggelitik jempol kaki
Bapak membawa dua cangkir kopi
dengan muka di segar-segarkan
dan bibir di senyum-senyum kan

“Mumpung masih panas….”,
Bapak menyodorkan cangkir yang masih mengepul.
Mata lelahnya tidak lepas menatap-ku

“Bapak tidak tidur…?”
Aku sekedar menghindari kilatan bening di matanya….

“Sudah siap…..?”
Bapak selalu saja menjawab tanya dengan tanya pula..

“Harus siap….”, aku menjawab seperti prajurit saja.

Sopir taxi bandara sedang sibuk menyusun bagasi….
saat Bapak berlari menghampiri kopor …..
Tiba-tiba saja tangan Bapak merogoh kantong celananya…
dan dua bungkus kopi kembali dijejalkan kedalam kopor

“Supaya nanti kamu tidak ngantuk-an kerja di negeri orang….”,
kali ini Bapak memberi aku doa…….dengan limpahan kopi.

Ah…..Bapak.

IoW
DjayaWikarta

toleransi ?

— In penyair@yahoogroups.com, “DjayaWikarta” <djayawikarta@…> wrote:
—– Original Message —–
From: <sutan9@…>
To: <penyair@yahoogroups.com>
Sent: Saturday, June 09, 2001 10:11 PM
Subject: [msi-penyair] Toleransi Kronis (Re: indonesia sizopren)
> peace!
> bung DW, gimana kalo mengedepankan “understanding” dulu
> baru “tolerate” ato “adjustment?” apakah teori ini bisa membebaskan
> dari tumpang tindih sizopren tsb, gimana meneurut pendapat anda?
> kata toleransi itu punya konotasi tak setuju tapi dipendam jadi
> kemungkinan meletup gede.
> tabik,
> tan dj
> >>>

Peace juga….tapi saya hampir setuju…:)

Dalam banyak hal…toleransi muncul karena terbatasnya kemampuan…
tapi yang lebih sering terlihat di negeri saya…karena kemalasan.
dan juga ketidak beranian ambil resiko…..ujung-ujungnya rakus juga.

Orang penuh toleransi kan sebenarnya ingin diterima semua fihak !.
Dan….penipu jempolan yang smart ternyata juga paling penuh toleransi.
dan….pecundang…selalu mengumandangkan toleransi kepada orang lain.

Toleransi berbanding terbalik dengan kualitas….
Barang atau produk yang dibuat dengan kualitas tinggi
pasti lah toleransi sangat kecil ……begitu juga orang !.

Saya lebih percaya demokrasi…dibanding toleransi.
Lebih percaya voting dari ribuan pendirian tanpa toleransi
daripada musyawarah bulat dari satu keputusan dengan toleransi tanpa batas.

Kebenaran hanya milik Tuhan…..dan bukan milik “negosiator”….
jadi masing-masing orang harus berpegang pada suara Tuhan masing-masing
setelah itu patuhi hasil VOTING….

Toleransi bukan bekal berbudaya yang bagus….

Understanding hanya bagus jika ditujukan untuk diri kita sendiri.
orang lain tidak perlu diwajibkan understanding kesulitan kita
Kita sendiri yang sepantasnya understand kemenangan lawan…..
tetap peace….lho.
DjayaWikarta

Halaman Berikutnya »