— hibban cecep c2pme@wrote:
> The patient one is worthy of achieving his goal
> And the one addicated to knocking on door is worthy of entering
> >
Itulah sebabnya, bangsa Amerika selalu rajin meng-getok-i
bangsa-bangsa lain…
karena mungkin bangsa Amerika belum achieving his goal.
Lain dengan bangsa Indonesia yang adem-ayem-toto-tentrem
walhasil selama 60 tahun hanya achieving petani gurem.
Tapi betul juga, orang yang kenyang selalu tidur tenang.
dan orang yang sudah “tidur panjang” pasti tetap terlentang.
Bangsa Amerika, konon tidak pernah bisa tidur dan tidak bisa
membiarkan bangsa Cina tenang-tenang sendirian.
Lalu Cina diiming-imingi CocaCola, KFC dan Mc Donald….
dan mata-mata sipit itupun terbangun…tidak lagi diam terpejam.
Bangsa Cina insyaf, bahwa “sekedar makan bubur encer”….
bukanlah ACHIEVEMENT…
dan sejak lebih sepuluh tahun lalu, barang-barang Cina
ikutan ramai meng-getok-i setiap DOOR terbuka maupun tertutup….
Entering semua aspek kehidupan dari bangsa melek dan tidur.
Karena hidup, seharusnya bukan untuk tidur tenang karena kenyang.
tetap knocking on any closing door, keep entering saja….
Kita belum saatnya menjadi orang yang “tenang panjang”.
demikian TAFSIR-an peribahasa Cisangkuy
salam,
0 Tanggapan ke “Belum saatnya tidur terlentang karena kenyang”