Dulu entah bagaimana, saat terengah-engah berdebat tentang ke-tidak-logisan semua ajaran theis, dan pemikiran atheist yang konon semata berdasarkan logika sedang merajalela…..
ujug-ujug saya sampai pada kesimpulan bahwa Tuhan itu bukan FAKTA. !!!
Karena fakta, bagaimanapun juga tetap saja tak lebih dari ciptaan manusia.
Malah lebih pas kalau dibilang bahwa Fakta sebenarnya hanya persepsi manusia.
Fakta selalu dikaitkan dengan bukti. Dan bukti nyata ternyata juga hanya persepsi dari hasil kesaksian panca indera.
Juga semua kesimpulan ILMIAH yang kemudian dikenal sebagai fakta alamiah ternyata dibangun melalui proses pengujian dan proses pembuktian.
Lalu di-sah-kan sebagai kesimpulan yang tidak terbantahkan……untuk sementara
Jika pada akhirnya suatu HUKUM ALAM diterima sebagai sesuatu yang wajar, lumrah, make-sense, atau sebagai “kebenaran”. Maka ini harus diartikan sebagai terminal-sementara, sebagai mile-stone dari proses perjalanan untuk memahami kebenaran….
Dan tentu saja belum menjadi “kebenaran” yang sesungguhnya.
Jika FAKTA itu sebagai kebenaran dalam takaran pemikiran manusia, karena misalnya fakta sangat bisa difahami, bisa terlihat, bisa terdengar atau bisa diraba . Maka rasanya …….Tuhan itu bukan fakta.
Bahwa fakta itu artinya juga harus ADA atau terbukti ADA
maka pengertian ADA -nya juga hanya persepsi manusia.
Pemikiran Atheist…… tidak pernah keluar dari koridor FAKTA… yang notabene fakta ciptaan manusia, persepsi pemikiran manusia.
Dan Theis, seperti kita-kita yang pemeluk agama….. (sewajarnya) bisa melihat setiap “kebenaran” dengan lebih baik, lebih jauh, lebih sadar adanya kebenaran Illahi….
Bukan malah lebih sempit dari cara berpiikir Atheist…. 
Atheist melihat hanya dalam koridor “kebenaran logika umum”
Tapi pemeluk agama, melihat hanya dalam koridor “kebenaran-nya dia sendiri”.
Kesimpulan bahwa Tuhan bukan fakta, samasekali tidak berarti membenarkan sikap kebanyakan para pemeluk agama (theis) yang sering merasa haram untuk mempergunakan nalar dan pikiran…..
Padahal, bekal pikiran ini yang membedakan manusia dari mahluk lain.
Seharusnya, Theis….apapun bisa lebih wise dalam “meyakini kebenaran” daripada Atheist
Salam,
0 Tanggapan ke “Tuhan bukan Fakta”