Pyrenee’ is the best….katanya
kamu bisa minum air sungai saat kamu ber-kano
mengelus ikan salmon yang berlomba kehulu saat musim semi
mengambil kembali koin tenggelam jika kano-mu terbalik
angin sore dari barat laut bertiup lembab
bersama aroma coklat dalam ramuan uap samudra Atlantic
Nathalie hanya sepundak tingginya
hampir sepuluh bahasa dikuasainya
termasuk indonesia yang selalu dipujinya
Pyrenee’ kampung halaman yang diakuinya
tanah yang berulangkali disinggahi bunda Maria
…..singgahlah di Lourdes….suatu saat
barangkali saja tuk kamu bisa menggantikan Mecca
Nathalie tidak mengaku katholik
karena semua kathedral ditinggalkan sebagai barang antik
hanya dimata-ku…..dia perempuan tercantik
tak henti mengunggulkan anggur dari kota kecil Jurancong
anggur the best in France……sudah tentu the best dunia.
Bordeaux hanya bagus untuk lidah amatir…..katanya.
Gelas besar hanya diisi setengah buku jari lentiknya
berulang menyentuhkan bibir gelas keujung hidung mungilnya
anggur yang baik hanya untuk dicium…rupanya
Juga bibir Nathalie….
Empat tahun…..aroma coklat kembali hinggap….
sel-sel syaraf hidungku bergetar halus
sehalus rambut mayang dilehernya
“Seperti dulu aku selalu bilang……soal pilihan…..
sekarang aku sudah menikah…..liburan Desember kemarin
di Jakarta…!!” katanya.
Lalu….
guguran daun maple di taman Hotel De Ville kering sudah
DjayaWikarta
April 7, 2002
0 Tanggapan ke “Aroma coklat tertiup angin Atlantic di Pyrenee”