Science butuh Tuhan

Dikirim: Kam Desc 20, 2007 8:27 pm
Judul: Re: Kenapa saya masih jadi ateis, tidak juga bertobat?

——————————————————————————–

Kibroto wrote:
> >>

# Dus, tuhan harus ada karena anda ingin terus hidup. Andai ada yang
# bisa nyucup ubun2 tuhan anda, anda ingin euthanasia?

> Agnostic….. definisinya Kibroto….. perahu kertas yang takut air.

# Theist definisi sampiyan : tuhan harus ada karena manungsia ingin hidup?

>>>>

Hampir betul … tapi baru terlihat
dan untuk tepat belun cukup dekat.
tebakan anda seperti jarak telunjuk anda ke bulan.
(mudah-mudahan anda bukan kosmonot atau astronot..)

pengenalan “keberadaan” Tuhan,
tidak ada urusannya dengan keinginan hidup atau mati.
Keinginan hidup lebih karena rasa optimis, dan yang ingin mati
hanya orang yang tidak optimis …di dunia.

seperti yang mendefinisikan KEMATIAN, ternyata hanya
orang-orag yang masih hidup. Juga yang mendefinisikan Tuhan.

sebagaimana azas demokrasi, setiap orang berhak dengan
kebenarannya sendiri. Maka kita tidak bisa memaksa “orang mati”
ikutan definisi kita yang masih hidup…..
Orang yang “sudah mati”… tentu boleh saja tetap merasa
dan tetap mengaku masih hidup.

Dan… tentu saja, “orang yang sudah mati” punya definisi sendiri
tentang Tuhan. Bahkan dia boleh-boleh saja ngaku telah melihat Tuhan
dengan mata dan kepalanya sendiri.
Ini bukan ilmu agama tentu saja…. tapi ilmu demokrasi.

Dalam hal ini, Atheist selain cupet…juga tidak demokratis.

Agnostic definisi anda memang “perahu kertas”. yang sama sekali
jauh dari “konsesi keyakinan” yang harus dimiliki setiap scientist.
Scientist, adalah perahu yang mau terus berlayar menuju kearah
yang PASTI … pada saat panca indera-nya belum bisa melihat target.
Kalau “tidak yakin ada”….. seperti definisi anda, pasti bukan scientist.

Scientist tidak akan menghamburkan waktu tidur dan man-hour
untuk sesuatu yang tidak “diyakini akan ada”….
padahal PASTI BELUM ADA.

hanya scientist “pelat merah” di Indonesia yang bekerja nyains…untuk
sesuatu yang sudah ada …. sorry….. but its true.

Dan, ketika tahun lalu nonton tayangan BBC tentang evolusionist
sejati penganut ajaran Darwin di England disatu sisi dengan creationist
di Kentucky US di sisi lain…. yang juga mengaku “jiwaraga Tuhan”.

Keduanya sama-sama memperagakan “keyakinan Biggot”, cuma saja
berseberangan “tidak ada Tuhan” dan “ada Tuhan”.

Diakhir tayangan, saya sangat setuju komentar wartawan BBC…..
“ini bukan soal keyakinan science…juga bukan keyakinan Tuhan…..
tapi keduanya sama….. keyakinan yang sangat menakutkan.

Tapi Keyakinan…. atau ….Tuhan-nya science…. memang harus ada dulu.
Agar nanti setiap PRESTASI…yang mungkin diraih. tidak perlu lagi repot
diyakini sebagai kebenaran sejati….. dan kerja jalan terus…. juga hidup.

O..iya, begadang nya scientist…. tentu bukan untuk membuktikan Tuhan.
karena memang Tuhan tidak perlu dibuktikan….
Tapi di-BUTUHkan….harus ada….. agar science terus berlayar.
Karena science bukan perahu kertas yang mustahil berani masuk air.

_________________
DjayaWikarta

Just Another Ordinary People

0 Tanggapan ke “Science butuh Tuhan”



  1. Belum Ada Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Anda harus login untuk menuliskan komentar.