Arsip untuk Februari 2nd, 2008

Re: Megawati: Kenapa Dulu Tidak Pilih Aku?

[quote="Bung Jasp"]

Sekarang mau mencalonkan diri lagi ? Masak PDIP nggak punya orang
muda yang memiliki potensi ? Presiden SBY mungkin saja menari
Poco-poco, tapi kan nggak mengkhianati kader partai pendukungnya ?
Pengkhianat kader partai nggak layak menjadi pemimpin bangsa , ntar
bangsa Indonesia yang dikhianati gimana ? [/quote]

Saya masih terkesan dengan kelahiran PDIP.
Seperti bayi raksasa yang dilahirkan ibu rumah tangga.

Bukan salah ibu rumah tangga karena telah melahirkan…  tentu saja.
Siapapun berhak melahirkan, termasuk melahirkan partai.

Kesalahan terletak pada “bapak-bapak nya”… para kader PDIP
yang telah melihat opportunity serta memaksa si ibu melahirkan raksasa….
dan lalu memanfaatkan ke-lugu-an si-ibu yang “teraniaya” penguasa.

Cilakanya, makanan pokok yang telah membesarkan PDIP sehingga
menjadi raksasa di Pemilu 98….hanya BELAS KASIHAN.
Keter-aniaya-an si ibu dan juga keter-aniayaan Sukarno bapaknya si ibu
terus dijadikan modal kampanye oleh kader PDIP.

Jualan BELAS KASIHAN ditengah masyarakat yang “ajeg teraniaya”
tentu saja seperti mengobral Blue Chip di bursa-efek… laku keras.
Tapi… komoditas BELAS KASIHAN adalah NARKOTIC
komoditas yang menggiurkan tapi sekaligus menciptakan halusinasi.

Gaya baru PDIP sekarang, yang selalu offensive…kritik sana-sini
malah terkesan aneh…. karena modal PDIP bukan kritikus….
Kritikus bukan benih yang membuat PDIP lahir.

Menurut saya… bayi raksasa PDIP harus dilahirkan ulang….
supaya gen yang dipenuhi narkoba “teraniaya” ikutan hilang.

Karena memilih pemimpin bangsa dengan alasan “teraniaya”
merupakan pelanggaran bangsa Indonesia terhadap hukum alam..  
Dan para kader yang dulu dengan sadar memanfaatkan keteraniayaan
bolehlah digolongkan telah melakukan kebiadaban alam….    :cry:       

DjayaWikarta

Re: Suharto harus diadili

bebek rewel wrote:

>>> Lah yang kemaren2 bebek bilang itu apaan =__=”"”
>>> Kitik2 kasus Soeharto supaya ketemu temen2nya?
 
Jika tujuan kitik-kitik hanya untuk ketemu “temen-temen Suharto”
Bebek …masih salah

Sekarang sudah ketemu temennya Suharto….
tapi yang model Ron… 
Bebek telah menggali-gali lubang tikus…. tapi yang keluar
justeru beruang …. kan cilaka.
Apalagi beliau “orang intelejen”, bisa-bisa Bebek nanti di-munir-kan.

“Kasus Suharto” atau kasus apapun harus tetap rajin dikitik-kitik
supaya tetap terbuka.
Supaya anak-anak Bebek bisa belajar sejarah
bukan cuma belajar berenang 

Bebek jangan meniru-niru demonstran dan politikus petualang…
yang teriak-teriak hanya karena berbakat pecudang…
tapi memaksakan segala cara supaya menang.

Bukankah korupsi jaman sekarang lebih terang benderang ?.
Karena begitulah teori Inferior Syndrome bilang….
“petruk mundak dadi ratu” jika pecundang yang menang. 

Bebek harus meneruskan kitik-kitik…
supaya kita semua bisa juga melihat WUJUD aseli lawan-lawan Suharto…
yang sekarang “sudah hidup sejahtera dan diam tenteram “
maupun yang masih “berkutat menuntut keadilan”.

Kita…. tentu saja sekedar generasi PEMBACA SEJARAH
yang akan sangat senang kalau bacaan kita lengkap dan make sense.
Kita sekedar generasi penonton Premier Liga
yang akan hepi jika setiap pertandingan berjalan cantik dan FAIR.

Kebenaran…. bukan monopoli pemenang,
bukan pula monopoli pecundang.

Demikian kata pepatah ulama-ulama agama sepakbola….

_________________
DjayaWikarta

Just Another Ordinary People