[quote="Bung Jasp"]
Sekarang mau mencalonkan diri lagi ? Masak PDIP nggak punya orang
muda yang memiliki potensi ? Presiden SBY mungkin saja menari
Poco-poco, tapi kan nggak mengkhianati kader partai pendukungnya ?
Pengkhianat kader partai nggak layak menjadi pemimpin bangsa , ntar
bangsa Indonesia yang dikhianati gimana ? [/quote]
Saya masih terkesan dengan kelahiran PDIP.
Seperti bayi raksasa yang dilahirkan ibu rumah tangga.
Bukan salah ibu rumah tangga karena telah melahirkan… tentu saja.
Siapapun berhak melahirkan, termasuk melahirkan partai.
Kesalahan terletak pada “bapak-bapak nya”… para kader PDIP
yang telah melihat opportunity serta memaksa si ibu melahirkan raksasa….
dan lalu memanfaatkan ke-lugu-an si-ibu yang “teraniaya” penguasa.
Cilakanya, makanan pokok yang telah membesarkan PDIP sehingga
menjadi raksasa di Pemilu 98….hanya BELAS KASIHAN.
Keter-aniaya-an si ibu dan juga keter-aniayaan Sukarno bapaknya si ibu
terus dijadikan modal kampanye oleh kader PDIP.
Jualan BELAS KASIHAN ditengah masyarakat yang “ajeg teraniaya”
tentu saja seperti mengobral Blue Chip di bursa-efek… laku keras.
Tapi… komoditas BELAS KASIHAN adalah NARKOTIC
komoditas yang menggiurkan tapi sekaligus menciptakan halusinasi.
Gaya baru PDIP sekarang, yang selalu offensive…kritik sana-sini
malah terkesan aneh…. karena modal PDIP bukan kritikus….
Kritikus bukan benih yang membuat PDIP lahir.
Menurut saya… bayi raksasa PDIP harus dilahirkan ulang….
supaya gen yang dipenuhi narkoba “teraniaya” ikutan hilang.
Karena memilih pemimpin bangsa dengan alasan “teraniaya”
merupakan pelanggaran bangsa Indonesia terhadap hukum alam..
Dan para kader yang dulu dengan sadar memanfaatkan keteraniayaan
bolehlah digolongkan telah melakukan kebiadaban alam….
DjayaWikarta
Komentar Terakhir