Arsip untuk Juni, 2008

Membeli Atmosfer Festival Musik Isle Of Wight 2008

Jika bukan karena The Police, barangkali untuk saya Festival Musik Isle of Wight tahun ini akan sama dengan tahun-tahun kemarin. Atau hanya sekedar menjadi pengetahuan atau bahan bacaan, bahwa dulu disini pernah tampil Jimmy Hendrix, Bob Dylan, Supertramp, Joe Cocker, David Bowie, Donovan, The Who, Chicago, Bryan Adam, Rolling Stone dan ratusan nama-nama “besar” lainnya.

Festival Musik Isle Of Wight summer 2008 ini digelar selama 3 hari kemarin mulai Jumat tanggal 13 sampai Minggu 15 Juni. Tempat sama dengan Festival tahun 2007 di areal lapangan luas dipinggir sungai Medina. Dengan gerbang masuk dari Medina Leisure Centre kota Newport.

Ketika dua minggu lalu saya dengan bangga menyebut “orang-orang besar” yang pernah tampil di Festival Isle of Wight. Dan juga dengan antusias memberikan laporan bahwa saya akan nonton Sting dengan The Police dan Sex Pistol, maka diluar dugaan, dari seberang telepon anak saya dengan ringannya memotong,

“Mereka itu siapa Pak ?”, dengan nada betulan polos tidak tahu.

Kecewa tentu saja, tapi untung saya ingat kata-kata Kahlil Gibran dalam prosa Sang Nabi, bahwa anakmu bukanlah kamu, mereka adalah milik masa depan yang mustahil menengok kamu yang ada dibelakang.

Dari 27 penampil di main-stage dan 27 lagi di panggung tertutup tenda biru, terus terang saya hanya kenal nama The Police,

Sex Pistol dan baru belakangan ingat juga nama Iggy & The Stooges, dulu Iggy Pop. Ketiganya konon hidup di jaman Punk-Rock.

Untuk mengobati rasa kecewa, maka saya bacakan saja semua nama yang akan tampil yang tertulis dalam leaflet. Dan ajaib, anak-anak saya dari seberang berteriak-teriak, “Wah asyik dong, ada Sugababe “.

Juga mereka riuh saat saya sebutkan ada the Zutons, Kaiser Chief, NERD, the Kooks, the Hoosiers, Kate Nash sampai Newton Faulkner.

Dan kali ini saya sengaja balas, “Memangnya mereka itu siapa ?”.
Tapi anak-anak saya malah berteriak, “Bapak jadul sih…”

Ya boleh jadi, The Police, Sex Pistol dan Iggy sekedar jaman dulu. Sekedar masa lalu tempat saya berdiri terpaku sampai  sekarang. Sementara anak-anak saya selalu bergerak cepat bersama perubahan bahkan mungkin bisa melesat lebih jauh kemasa  depan.

Saya beruntung atau kebetulan dapat tiket Festival karena si Jeff teman kerja saya batal nonton. Dia jual dengan harga aseli  110 Pounds, tiket tanpa camping. Harga tiket tentu saja mahal karena kalau dikurs sama dengan 2 juta rupiah. Tapi kalkulator  didalam  kepala saya sangat cepat berhitung, tiket itu untuk nonton 3 hari dan lebih 50 grup penyanyi.

Apalagi sebelumnya pernah saya dengar, tiket konser tunggal the Police atau Bon Jovi paling murah 45 pounds untuk 2 jam.

Tapi orang Inggris punya kalkulator sendiri dalam menghitung harga tiket. Dulu si Ken, lajang dari Manchester setelah pulang

dari cuti nonton Festival Glastonburry bilang “…the atmospher is priceless..”

Maksudnya si Ken mungkin, harga “atmosfer” sungguh tidak ternilai. Dan dia saat itu seolah ingin mengajari saya untuk memberi harga sangat tinggi untuk sebuah atmosfer. Harga atmosfer yang tidak akan sanggup dibayar dengan rupiah atau pound-sterling berapapun.

Dan dengan alasan yang sama, saya juga kemarin anggap saja telah membeli atmosfer-nya Festival Music Isle Of Wight 2008. Bahwa kemudian saya bisa menikmati suara sound system yang berdegup terasa nyaman di-dada, ikut menggoyang-goyangkan kaki  tanpa terasa, turut menunjuk-nunjuk langit, atau juga ikut menepukkan kedua tangan diatas kepala…. itu semua sekedar bonus dari atmosfer.

Juga sekedar bonus lain dari atmosfer ketika selama tiga hari merasakan suasana berada ditengah lautan manusia yang  bersama-sama menggoyang-goyangkan lutut dan kepala. Atau ikut bertepuk dan berteriak setiap kali penyanyi dipanggung meneriakkan kata atau irama yang enak ditelinga.

Kebetulan juga selama tiga hari festival, matahari sore terus-terusan terik menyengat. Lapangan rumput yang luas semakin dipadati orang.Orang berlomba untuk buka baju mematangkan kulit. Sekeliling orang memakai kacamata hitam dan sibuk berbaring. Tentu saja kali ini saya tidak ikutan berbaring atau buka baju. Saya memilih duduk dan buka payung.

Menurut berita, council atau Pemda Isle Of Wight hanya mengijinkan 70 ribu manusia boleh berjemur dalam festival ini. Vokalis grup N.E.R.D yang datang dari USA bilang mengaku senang berada diantara 89 ribu orang. Tapi saat diwawancara dalam channel  ITV2, panitia penyelenggara mengaku bahwa pengunjung “cuma” 65 sampai 69 ribu saja, tidak lebih.

Tapi apalah arti besar-kecil jumlah pengunjung dibanding besarnya jumlah atmosfer dan dibanding beragamnya atmosfer yang bisa dinikmati.
Seolah kesenangan yang ternikmati masing-masing orang juga sekaligus menjadi atmosfer yang menyenangkan bagi seluruh orang yang datang.

Atmosfer yang telah saya beli tentulah bukan suara Sting Gordon Summer yang memang masih mantap, bukan celotehan vokalis Sex-Pistol, bukan pula teriakan dan pameran kulit perut keriput dari Iggy yang telanjang dada.

Atmosfer samasekali bukan tontonan, bukan pula mendengarkan lagu atau musik sehingga harus hafal lagu atau kenal penyanyi. Atmosfer bukan pula mencicipi makanan atau minuman, bukan belanja, bukan wisata dan tentu bukan pula sekedar kerumunan orang.

Boleh jadi, atmosfer yang dicari orang Inggris sekedar rasa senang yang tak mungkin bisa diceritakan.
Dan pasti, atmosfer samasekali bukan kerusuhan.

Untuk saya, atmosfer Festival Musik Isle Of Wight 2008 adalah perasaan senang saat berada ditengah puluhan ribu manusia yang juga tampak sama-sama senang.

Si Ken benar, sekalipun masing-masing orang tidak terkecuali, tua-muda, kaya-miskin, sakit-sehat pasti ingin senang. Tapi harga atmosfer memang tidak ternilai. Karena atmosfer hanya bisa tercipta dari tekad bersama disaat dan tempat yang sama, untuk sama-sama senang.

Atmosfer, sebenarnya bisa diciptakan dimanapun oleh siapapun tanpa biaya sepeserpun. Dan tiket mahal tampaknya sekedar untuk menjamin agar orang yang datang adalah orang yang sunguuh-sungguh berkeinginan senang.

 

Newport, 20080615

English Summer, Walk season, Fund season and Fun

Sebulan lalu di tempat kerja muncul official announcement
melalui company email dilayar monitor. Saat itu bunyinya
terasa sangat biasa, tapi belakangan ternyata sangat luar biasa.
“Summer is coming, the time for Mark to walk again…”.

Tarjamah bebasnya barangkali, Musim panas datang menjelang…
saatnya Mark berjalan kaki lagi. Tapi seperti anak saya kalau
mendengar berita aneh yang tidak nyambung, saya juga sempat bergumam
….So What gitu lho…
Apa anehnya berjalan kaki. Kok pake diumumkan melalui pengumuman
resmi perusahaan segala ?.

Tapi, disini saya banyak menemukan hal luar biasa dari hal-hal
yang sangat biasa. Banyak “tindakan ajaib” yang dilakukan orang
biasa dengan cara dan sikap yang teramat sangat biasa. Dulu,
saya selalu mengira yang bisa melakukan tindakan ajaib hanya
para nabi, atau hanya orang-orang suci.

Mark, usianya antara 50-60 an, perawakan relatip kecil. Saya
pertama kenal dia tujuh tahun lalu. Tapi saya langsung hafal.
Karena dulu, saat pertama ketemu saya merasa sudah lama kenal.
Ternyata, setelah saya ingat-ingat, wajahnya mirip Richard Nixon
mantan Presiden Amerika yang nge-top dengan Watergate-nya.

Kesan lain yang menempel, karena dulu saat saya masih mengira
bahwa sikap “orang bule” tidak akan jauh dari James Bond 007.
Juga mengira, pasti kalau bule bicara akan selalu menatap tajam.
Bahkan terkadang mengira bule pasti angkuh. Tapi saat itu, saya benar
benar berubah setelah berkesempatan diskusi dan bicara dengan dia.

Saya ingat, selain dia bicara selalu menunduk sambil kedua telapak
tangannya menangkup dibawah perut. Juga banyak mengangguk-angguk.
Dan tentu, yang membuat saya ingat terus adalah saat dia bilang…
“I know, you must be …you would be understand better than me
… I know Indonesian…… a lot..”

Boleh jadi, kata-kata dia juga yang membuat saya so far bisa
survive kerja dirantau bahkan disaat down. Disaat bad season
karena keterbatasan bahasa, disaat ada orang bilang “bloody english”
karena mungkin English saya susah banget dicerna.

Lebih dari itu, saya bisa tetap enjoy disini sampai sekarang karena
ternyata sikap bule disini mirip Mark semua. Sekalipun tidak menunduk,
tidak menangkup saat bicara. Tapi memujinya lebih banyak. Tentu
jauh lebih banyak daripada saat saya masih kerja di Bandung.

Saya sering berkesimpulan, bahwa kehebatan bangsa Inggris karena
semata-mata kerajinannya menciptakan kata-kata pujian dan rajin
pula melontarkan pujian. Dan semua orang suka dipuji, juga saya.

Mark hanya salah satu saja dari orang Inggris. Hanya salah satu
dari ribuan atau mungkin jutaan Orang Inggris yang akan melaksanakan
jalan kaki di musim panas ini. Jalan kaki untuk “fund raising”.

Bahkan di Inggris tidak kurang dari 10 kali setiap tahun diselenggarakan Acara Lari untuk amal. Peserta lari selain menentukan sendiri yayasan atau lembaga yang akan disumbangnya, juga mereka keluarkan uang sendiri, cari sponsor sendiri … lalu berkeringat sendiri tapi lari rame-rame.

Sebenarnya sudah lama saya tahu, banyak orang “melakukan jalan kaki
untuk cari dana” atau juga lari cari dana. Tapi baru kali ini
saya menyimak betulan, mungkin karena si Mark yang akan melakukannya.

Pengumuman Mark yang akan jalan kaki melalui company email
announcement berisi juga rincian “proyek” jalan kaki-nya Mark.

Seperti tahun lalu, seluruh penny yang terkumpul dari proyek ini akan
diberikan kepada Yayasan Penelitian Cancer. karena yayasan ini selalu
kekurangan dana dalam usahanya menemukan obat kanker. Disini memang
banyak sekali yayasan yang berdedikasi dalam menemukan obat-obat untuk
penyembuhan penyakit-penyakit berat. Segala penyakit yang ada dimanapun,
bukan cuma penyakit yang ada di Inggris.

Menurut rencananya, Mark akan jalan kaki sendirian sejauh 18 kilometer
dari Ventnor diselatan kearah Yarmouth di barat pulau. Kalau selama
perjalanan nanti terkumpul dana melebihi target, maka Mark akan
berusaha nambah jalan kaki 6 kilometer. Bonus kali.

Pengumuman melalui email sebulan lalu itu memberitahukan bahwa
“kesempatan jadi sponsor Mark jalan kaki” terbuka untuk siapa saja,
dan dengan uang sponsor berapa saja. Juga katanya, selain anda terbuka
untuk memberi sponsor dengan uang, anda juga dipersilakan jadi sponsor
semangat kepada si Mark saat nanti jalan kaki. Maksudnya mungkin, kita
dipersilakan untuk menonton Mark jalan kaki. Supaya Mark semangat.

“Proyek jalan kaki” Mark ini sebetulnya rada mirip dengan proyek-nya
Taruna Karya atau karang Taruna di Indonesia. Saat warga menyelenggarakan
acara 17 Agustusan. Mengumpulkan dana untuk “amal” perayaan 17 Agustus.

Bedanya, dalam kegiatan “amal” 17-agustusan, dana dikumpulkan dari
sponsor. Selain untuk membiayai pengadaan hadiah pertandingan, pengadaan
hiburan, mendatangkan artis juga untuk membiayai kegiatan kepanitiaan
dan konsumsinya sekalian. Panitia hanya menyediakan tenaga dan menikmati
hiburan.

Proyek jalan kaki-nya Mark, selain untuk pengumpulan dana upaya
penyembuhan kanker, juga semua kepanitiaan dilakukan Mark sendiri.
Penyelenggara sekaligus artisnya juga Mark sendiri. Dan yang berkeringat
serta menjadi sponsor dana pertama ternyata juga Mark sendiri.

Semoga saja, Jalan Kaki nya Mark kali ini juga betul-betul menjadi
hiburan untuk Mark.

Karena waktu saya kira, apakah ini sebagai wujud BERAMAL-nya si Mark….
Tapi apa yang saya dengar malah….  “No, it’s just for FUN…”.
Terserah kau lah…Mark.

Ya…. Semoga fun-nya si Mark dengan jalan kaki, juga akan menjadi
fun-nya semua orang, menyenangkan bagi semua orang, terutama segera
menjadi kabar gembira bagi penderita kanker.
Karena FUND, dana untuk penelitian kanker juga bertambah dari fun-nya si Mark.

 

Whippingham Road, 20080607
Sutresna