Arsip untuk Juni 26th, 2008

Membeli Atmosfer Festival Musik Isle Of Wight 2008

Jika bukan karena The Police, barangkali untuk saya Festival Musik Isle of Wight tahun ini akan sama dengan tahun-tahun kemarin. Atau hanya sekedar menjadi pengetahuan atau bahan bacaan, bahwa dulu disini pernah tampil Jimmy Hendrix, Bob Dylan, Supertramp, Joe Cocker, David Bowie, Donovan, The Who, Chicago, Bryan Adam, Rolling Stone dan ratusan nama-nama “besar” lainnya.

Festival Musik Isle Of Wight summer 2008 ini digelar selama 3 hari kemarin mulai Jumat tanggal 13 sampai Minggu 15 Juni. Tempat sama dengan Festival tahun 2007 di areal lapangan luas dipinggir sungai Medina. Dengan gerbang masuk dari Medina Leisure Centre kota Newport.

Ketika dua minggu lalu saya dengan bangga menyebut “orang-orang besar” yang pernah tampil di Festival Isle of Wight. Dan juga dengan antusias memberikan laporan bahwa saya akan nonton Sting dengan The Police dan Sex Pistol, maka diluar dugaan, dari seberang telepon anak saya dengan ringannya memotong,

“Mereka itu siapa Pak ?”, dengan nada betulan polos tidak tahu.

Kecewa tentu saja, tapi untung saya ingat kata-kata Kahlil Gibran dalam prosa Sang Nabi, bahwa anakmu bukanlah kamu, mereka adalah milik masa depan yang mustahil menengok kamu yang ada dibelakang.

Dari 27 penampil di main-stage dan 27 lagi di panggung tertutup tenda biru, terus terang saya hanya kenal nama The Police,

Sex Pistol dan baru belakangan ingat juga nama Iggy & The Stooges, dulu Iggy Pop. Ketiganya konon hidup di jaman Punk-Rock.

Untuk mengobati rasa kecewa, maka saya bacakan saja semua nama yang akan tampil yang tertulis dalam leaflet. Dan ajaib, anak-anak saya dari seberang berteriak-teriak, “Wah asyik dong, ada Sugababe “.

Juga mereka riuh saat saya sebutkan ada the Zutons, Kaiser Chief, NERD, the Kooks, the Hoosiers, Kate Nash sampai Newton Faulkner.

Dan kali ini saya sengaja balas, “Memangnya mereka itu siapa ?”.
Tapi anak-anak saya malah berteriak, “Bapak jadul sih…”

Ya boleh jadi, The Police, Sex Pistol dan Iggy sekedar jaman dulu. Sekedar masa lalu tempat saya berdiri terpaku sampai  sekarang. Sementara anak-anak saya selalu bergerak cepat bersama perubahan bahkan mungkin bisa melesat lebih jauh kemasa  depan.

Saya beruntung atau kebetulan dapat tiket Festival karena si Jeff teman kerja saya batal nonton. Dia jual dengan harga aseli  110 Pounds, tiket tanpa camping. Harga tiket tentu saja mahal karena kalau dikurs sama dengan 2 juta rupiah. Tapi kalkulator  didalam  kepala saya sangat cepat berhitung, tiket itu untuk nonton 3 hari dan lebih 50 grup penyanyi.

Apalagi sebelumnya pernah saya dengar, tiket konser tunggal the Police atau Bon Jovi paling murah 45 pounds untuk 2 jam.

Tapi orang Inggris punya kalkulator sendiri dalam menghitung harga tiket. Dulu si Ken, lajang dari Manchester setelah pulang

dari cuti nonton Festival Glastonburry bilang “…the atmospher is priceless..”

Maksudnya si Ken mungkin, harga “atmosfer” sungguh tidak ternilai. Dan dia saat itu seolah ingin mengajari saya untuk memberi harga sangat tinggi untuk sebuah atmosfer. Harga atmosfer yang tidak akan sanggup dibayar dengan rupiah atau pound-sterling berapapun.

Dan dengan alasan yang sama, saya juga kemarin anggap saja telah membeli atmosfer-nya Festival Music Isle Of Wight 2008. Bahwa kemudian saya bisa menikmati suara sound system yang berdegup terasa nyaman di-dada, ikut menggoyang-goyangkan kaki  tanpa terasa, turut menunjuk-nunjuk langit, atau juga ikut menepukkan kedua tangan diatas kepala…. itu semua sekedar bonus dari atmosfer.

Juga sekedar bonus lain dari atmosfer ketika selama tiga hari merasakan suasana berada ditengah lautan manusia yang  bersama-sama menggoyang-goyangkan lutut dan kepala. Atau ikut bertepuk dan berteriak setiap kali penyanyi dipanggung meneriakkan kata atau irama yang enak ditelinga.

Kebetulan juga selama tiga hari festival, matahari sore terus-terusan terik menyengat. Lapangan rumput yang luas semakin dipadati orang.Orang berlomba untuk buka baju mematangkan kulit. Sekeliling orang memakai kacamata hitam dan sibuk berbaring. Tentu saja kali ini saya tidak ikutan berbaring atau buka baju. Saya memilih duduk dan buka payung.

Menurut berita, council atau Pemda Isle Of Wight hanya mengijinkan 70 ribu manusia boleh berjemur dalam festival ini. Vokalis grup N.E.R.D yang datang dari USA bilang mengaku senang berada diantara 89 ribu orang. Tapi saat diwawancara dalam channel  ITV2, panitia penyelenggara mengaku bahwa pengunjung “cuma” 65 sampai 69 ribu saja, tidak lebih.

Tapi apalah arti besar-kecil jumlah pengunjung dibanding besarnya jumlah atmosfer dan dibanding beragamnya atmosfer yang bisa dinikmati.
Seolah kesenangan yang ternikmati masing-masing orang juga sekaligus menjadi atmosfer yang menyenangkan bagi seluruh orang yang datang.

Atmosfer yang telah saya beli tentulah bukan suara Sting Gordon Summer yang memang masih mantap, bukan celotehan vokalis Sex-Pistol, bukan pula teriakan dan pameran kulit perut keriput dari Iggy yang telanjang dada.

Atmosfer samasekali bukan tontonan, bukan pula mendengarkan lagu atau musik sehingga harus hafal lagu atau kenal penyanyi. Atmosfer bukan pula mencicipi makanan atau minuman, bukan belanja, bukan wisata dan tentu bukan pula sekedar kerumunan orang.

Boleh jadi, atmosfer yang dicari orang Inggris sekedar rasa senang yang tak mungkin bisa diceritakan.
Dan pasti, atmosfer samasekali bukan kerusuhan.

Untuk saya, atmosfer Festival Musik Isle Of Wight 2008 adalah perasaan senang saat berada ditengah puluhan ribu manusia yang juga tampak sama-sama senang.

Si Ken benar, sekalipun masing-masing orang tidak terkecuali, tua-muda, kaya-miskin, sakit-sehat pasti ingin senang. Tapi harga atmosfer memang tidak ternilai. Karena atmosfer hanya bisa tercipta dari tekad bersama disaat dan tempat yang sama, untuk sama-sama senang.

Atmosfer, sebenarnya bisa diciptakan dimanapun oleh siapapun tanpa biaya sepeserpun. Dan tiket mahal tampaknya sekedar untuk menjamin agar orang yang datang adalah orang yang sunguuh-sungguh berkeinginan senang.

 

Newport, 20080615