PUSH TO THE LIMIT
Ketika dulu dosen saya dengan ringannya menjelaskan
hukum termodinamika tentang Entrophy, maka semua
teman-teman sekelas saya dengan ringan pula memahaminya.
Tapi terus terang saja saya malah mikir yang lain-lain.
Dan saya merasa wajar, Ketika kemudian nama teman-teman
saya berbaris dalam deretan nilai A, B dan C, malah saya
mendapat nilai F yang lain-lain daripada yang lain.
Ada kata-kata sakti yang menempel selama hampir 30 tahun,
yang mungkin membuat saya mendapat nilai lain dari yang lain.
“Yaa kalau kamu susah nangkep Entrophy sebagai tingkat keadaan,
maka ambil gampangnya saja, anggap saja Entrophy itu semacam
tingkat kekacauan”. Saya ingat dosen gagah saya, God bless him.
Analisa apapun penuh dengan idealisasi, dan sesungguhnyalah
tidak ada proses di alam yang sempurna. Kurang lebih demikian
ilham yang berdengung dalam rongga kepala saya sampai sekarang.
Ajaib, setelah itu saya bisa lulus mata kuliah Termo-II, barengan
dengan yunior-yunior jauh dibawah saya tentu saja.
Tapi seperti biasa, kelulusan dari suatu mata kuliah tidak pernah
identik dengan pemahaman. Lulus boleh dengan nilai apasaja,
tapi pemahaman juga bisa kemana saja.
Dari kata “kekacauan” yang dulu mungkin dengan canda dilontarkan,
tapi isi kepala saya malah meng-imaninya kemudian sebagai CHAOS….
Sekaligus merasa menjadi orang yang sangat BIJAK bestari…
Setiap upaya orang, setiap kegiatan orang dan setiap kegiatan
yang dilakukan seseorang akan selalu meninggalkan jejak chaos…
selalu menghasilkan entrophy. Maka kita akan bisa mengukur nilai
jerih-payah orang dari jumlah entrophy yang tercecer, dari berapa
besar tingkat kekacauan atau level chaos yang dihasilkan.
Kedengaran absurd, tapi that’s abolutely work.
Lalu berulang-ulang sampai barusan adik-adik, kakak dan sobat-sobat
saya memberi laporan situasi tanah air terkini.
“Yaa begitulah, situasi masih TETAP KACAU seperti dulu kamu pergi”
Kakak saya mengulang kalimat ini setiap kali saya menunjukkan
tanda-tanda rindu anak atau rindu lotek atau rindu Pangalengan.
Tapi seperti biasa, kali ini lagi-lagi mendengar kata KACAU, saya
kembali ingat yang lain-lain. Malah ingat level Entrophy masih tetap
seperti sedia-kala. Kekacauan masih seperti dulu-dulu juga.
Saya serasa mendengar kuliah lagi, serasa disadarkan bahwa proses
ditanah-air belum sempurna. Dan memang mustahil sempurna.
Dan tentu, pilihan pulang atau jadi “traitor” tidak lagi tergantung
level Entrophy. Juga bukan karena kekacauan masih marak merajalela
ditanah air tercinta. Karena kesempurnaan sekedar bagian dari idealisasi.
Kesempurnaan sekedar harapan. Sebagaimana orang-orang hanya bisa
berharap lahirnya HARMONI yang menjadi ciri indahnya kehidupan surgawi.
Tapi, tunggu dulu…. bukankah HARMONI semata-mata ultimate-nya CHAOS ?.
Bukankah harmoni juga artinya puncak atau muara dari segala kekacauan
yang tiada tara ?.
Harmoni itu hening….dingin. Tiada lagi panas mesin, tak perlu lagi
ekonomi atau politik yang menghangat. Juga tiada lagi panas didalam hati.
Dan pasti, harmoni tidak lagi perlu panas tubuh dari orang yang hidup.
Jika ternyata entrophy yang menjadi ukuran jejak kehidupan, jejak panas.
Dan pula harmoni menjadi ultimate kesempurnaan, akhir dari kekacauan
sekaligus menjadi impian kita semua…… tapi mustahil ada orang
yang mau memasukinya. … kecuali mungkin suicide bomber.
Maka masalah utama keluhan adik-adik, kakak dan sobat-sobat saya ditanah
air…..adalah karena justru “KEKACAUAN MASIH TETAP seperti dulu…”
Yang bisa diartikan, panas tidak, dingin-pun tidak, dan juga tidak ada
perubahan. Memanas tidak, tapi mati sekalian pun tidak.
Karena saya ingin pulang dan ingin ada perubahan, maka saya sekedar
ngasih kemungkinan untuk adik-adik saya terutama yang ingin ada PROGRESSIO,
supaya mau meningkatkan Entropny, meningkatkan kekacauan sampai limit
mendekati ultimate. Sampai harmoni itu menyembul kepermukaan. …
Entrophy mungkin sekedar jejak panas, dan kekacauan sekedar jejak upaya.
Jika kekacauan masih tetap cuma segitu-gitunya, bahkan mungkin sekedar
warm like a cock’s shit… maka Harmoni masih jauh ..jauh sekali.
So, Push to the Limit…. sampai harmoni atau bahkan sang kebenaran itu
terpaksa bersedia menampakkan diri.
Victoria Road, 20080725
0 Tanggapan ke “Tingkatkan Kekacauan untuk Harmoni”