“Cake eater….please help your self..”
Cuma sebaris kalimat itu email announcement isinya.
dan isi announcement ini jauh lebih manusiawi…
karena biasanya email tanpa isi hanya subjeknya CAKE.
Memang, isi email hanya empat huruf, itupun di subjek.
Tapi sudah lebih dari cukup untuk menjelaskan semua
perkara sekaligus mengundang antrian panjang.
Dan tanpa menunggu komando, hampir 80 an penghuni
ruangan yang tersekat-sekat partisi setinggi perut…
serentak berdiri, ada yang berjinjit ada juga yang
berusaha memanjangkan leher. Semua ingin segera memastikan
dimana tepatnya lokasi Cake ditumpuk.
Lebih cepat tahu lokasi, akan lebih cepat memasuki antrian
dan tentu akan lebih cepat pula mendapatkan Cake favourite.
Siapa yang menyediakan Cake dan karena acara apa ada cake…
biar nanti saja kita tanyakan….itupun kalau sempat.
Tapi soal Cake, semua sudah belajar dari pengalaman. Bisa
dirasa.. ini cake tentang apa. Bisa ditebak dari hari terbit.
Jika terbit antara hari senin sampai kamis….birthday.
Jika terbit jum’at…. pastilah… last day.
Setahun yang lalu, cake lebih banyak terbit antara senin
sampai kamis. Tapi bukan karena setahun belakangan lebih
banyak orang yang lupa tanggal lahirnya sendiri jika
sekarang Cake lebih sering terbit hari jum’at, cake last-day.
“There are plenty of job in mainland….”, si Will yang berdiri
nempel punggung saya saat antri, berbisik tapi cukup keras,
mulutnya hampir menggigit daun telinga saya.
“Sekarang cake siapa…?”, saya yang sangat berbudaya timur
sangat peduli nasib orang tentu saja. Tapi …
“Who care…”, si Will bergumam keras malah sambil nyerobot
ngambil cake-kacang yang selalu jadi incaran semua orang.
Mungkin sesuai dengan “perjalanan hidup”, saya selalu kaget
saat mendengar kata-kata ke-tidak -pedulian terhadap
“last-day”-nya seseorang, terhadap orang yang berhenti kerja.
Tapi belakangan, saya tahu. Sesungguhnyalah disini yang harus
dipedulikan adalah orang yang masih tinggal…. orang yang
masih tetap belum pindah kerja dan belum mendapatkan new-job.
“Who care” nya si Will…sebenarnya juga mewakili suara hati
semua karyawan yang kali ini cuma jadi cake-eater. Eskpresi
“kecemburuan” yang disini biasa diungkapkan selalu terbuka…
sebagai tanda SALUTE kepada orang yang keluar pindah kerja.
“Aku cemburu, he would be better than us” itulah maksudnya.
Si Will yang Canadian, sama dengan kebanyakan immigrant lain
yang jadi karyawan disini… yang selalu berpikir bahwa
keluar berarti mendapatkan tempat yang lebih baik. Better money.
Pindah ke mainland sama “good money” nya dengan pindah pulang.
“My cake….next two week….hopefully”, sambil berjalan ke meja
kerja, dia bicara dengan mulut penuh cake. Dia bekerja disini
baru dua tahun lebih dikit….tapi dia bilang “Too long…”.
Lain padang…lain ilalang, lain si Will…lain pula saya.
Si Will selalu merasa kerja disini too long….
saya selalu berharap bisa kerja disini untuk long-life.
Ini semata-mata masalah “perjalanan hidup masing-masing”.
Khusus dalam urusan seperti ini, saya suka sekali ikut saran
teman, katanya “cukup jadi dirimu saja, gak usah ikut-ikutan
budaya dan cara pandang orang lain”.,
Dan saya selalu camkan baik-baik kalimat ini…
Karena….saat si Will juga bilang untuk alasan dia pulang
” A lot of job in Canada….”
Tentu, saya tidak perlu ikut-ikutan pulang.
Saya tak perlu sedetikpun berpikir untuk ikut-ikutan
menyediakan cake last-day.
Dan seperti umumnya conversation yang balance….akhirnya
pertanyaan yang menakutkan itupun meluncur dari mulut si Will
yang justru tampaknya ingin berbagi harapan dan kesenangan.
“Cake kamu……kapan ?”.
“Mmmmm….you know….I prefer to queeu cake here…hopefully”.
Dan saat tawa si Will meledak….
saya berbisik tapi dalam hati saja…
saya takut pulang….saya takut nanti ANTRI cari kerja..
–
Whippingham 20071207
Komentar Terakhir