Arsip untuk Kategori 'dari Bintang'

She is beautiful….

You don’t love a woman because she’s beautiful,
She is beautiful because you love her.
~ by Anonymous ~

tidak perlu bukti dicintai

>>>> santosa@ wrote:
> Barangkali untuk menjawab pertanyaan tersebut, cukup dibalik saja,
> apa bukti DIA tidak mencintaimu?
>>>>

Seolah nabi Musa yang tersungkur di bukit Tursina….
yang mustahil sanggup melihat bukti “wujud” tuhannya
sekalipun dia mengharap dan merindukannya.

Begitupun pula saya yang akan memilih tersungkur…
karena mustahil sanggup melihat bukti dan wujud cinta-Nya
sekalipun saya sungguh-sungguh merasakannya….

Beda-nya sedikit cuma… tapi berat nian terasa

Mengetahui bahwa kita mencintai-Nya,
pastilah hanya nikmat yang kita rasa

Tapi
mengetahui bahwa kita dicintai-Nya,
pastilah pusing kepala kita…
Karena kita akan selalu menuntut lebih dari sekedar bukti,
juga kita akan lebih dan lebih lagi menuntut keadilan-Nya…
sampai kita akhirnya merasa harus menguasai-Nya.
sampai kita menjadi pemilik Dia satu-satu-nya.

Nabi Musa telah mencontohkan kebenaran dengan memilih tersungkur.
dengan “menolak” tengadah untuk melihat bukti..

Juga saya sewajarnya memilih tersungkur.
menolak untuk tahu…dan menghindari keyakinan
bahwa DIA mencintai saya…
supaya saya tidak menuntut lebih dari yang telah saya nikmati.
Juga agar saya tidak merasa menjadi satu-satunya yang Dia kasihi.

salam,

how to love

Rasanya, modal saya dan mungkin kita semua hanya logika dan rasa.
Ke-ghaib-an….biar Yang Maha Ghaib menghadiahkan
kepada siapapun yang DIA pilih untuk memahaminya.
Dan saya tidak akan menuntut kemampuan ghaib kepada Tuhan.

Michael Frank malah berdendang…monkey see monkey do
untuk belajar memanfaatkan utilitas bubur putih seemprit
dalam tempurung kepala kita. Atau mengasah cairan kental
merah dalam dada kita…kalau kita punya.

Analogi…. adalah basic logika, monyet pun bisa …katanya.

Hasil analogi, tentu saja tidak akan plek-persis.
Tapi setidaknya, kita bisa belajar the same thing by experience.
Belajar merasa dan belajar berpikir…tentu tidak bisa
hanya secara textual,
Baca-baca lalu menjadi faham pastilah mustahil.

Semua orang (mudah-mudahan) pernah terperangkap kecintaan…
pada anak, pada pacar, pada pekerjaan, pada hobby, pada kucing etc.

Learning by experience, saya kira bisa dilakukan semua orang.
Juga belajar memahami ….what the love is….
Belajar LOVE dari text-book, kuliah atau khotbah
kita hanya dapat tahu banyak tapi gak pernah akan faham.

Sebagai pengetahuan, Love is just everyday thing….
Tapi sebagai pemahaman, love is so many splendor thing
….kata orang.

lagi-lagi Michael Frank….practice make perfect.. katanya.
Tapi kita tidak perlu meng-create practice-practice yang baru
Cukup kita resapi, kita identifikasi, kita catat, kita summary
semua pengalaman hidup kita. Dan cari teman untuk bicara.

Saya…kebetulan menemukan banyak teman bicara….
juga tentu saja disini…..dunia cyber.
Tetaplah bicara, dulu kakek saya selalu bilang….supaya
penambahan usia kamu tidak menghabiskan semangat hidupmu.

Ini sekedar bagian dari learning-curve…
what, why and how.. to love
sekedar mile-stone dari proses perjalanan pemahaman.
Kalau dari bandung ke Jakarta…..mungkin baru sampai
padalarang.   Lumayan…..

Yang jelas, menurut catatan saya,love itu indah, lembut,
melindungi, memelihara, understand, peduli, menyegarkan,
bersemangat, selalu berusaha untuk jujur dan selalu cenderung
untuk berfihak pada kebaikan.
Tapi juga bisa merasa kehilangan, lonely, khawatir, jealous,
dan bahkan bertiwikrama menjadi kekuatan yang menakutkan…

Dan saya kadang menganalogikan love mirip asmaul husna.
Tidak terlalu pas mungkin….tapi nyaris-nyaris lah.

Salah satu sessi penting disaat saya falling in love
adalah kerinduan, pemujaan, kepasrahan, rasa tidak berdaya,
selalu menyebut namanya dan juga kejujuran pada diri sendiri…
Sampai tanpa disuruh…. saya bisa memelihara semua pemberiannya
sepenuh hati, ikut menyayangi semua miliknya, menghormatinya
juga mensakralkan.

Its so great….innit ?.

Dan andai saya bisa meng-convert falling in love saya
menjadi falling in love untuk Tuhan….
termasuk ikut menyayangi dan menghormati semua ciptaan-Nya

Monkey see …monkey do
Monyet bisa melakukan setelah punya contoh….
Dan kita manusia…..memiliki banyak sekali contoh
bahkan contoh dari pengalaman kita sendiri.

salam,

— “arsuda@ wrote:

> Akupun merasakan yang serupa itu,
> “….. karena… saya sangat ..sangat mencintai-Nya.”
> Tetapi selalu tak bisa menjawab sederet pertanyaan yang muncul :
> Tahukah kamu apa itu cinta ?
> But Why ?  How could you ?
> Tak kenal maka tak sayang…
> Sudahkah kamu mengenalNya dan berbincang denganNya…
> Bagaimana kamu bisa mencintaiNya….kalau belum saling kenalan ?
> Bagaimana kamu tahu bahwa Dia yang kamu kenal bukan rekaanmu sendiri,
> bahwa Dia yang kamu kenal adalah Dia Yang Maha Ghaib ?
> Dan kalaupun kamu merasa sudah mengenalNya…
> Bagaimana kamu tahu bahwa kamu mencintaiNya…
> Apakah kamu mempunyai bukti-bukti nyata bahwa kamu mencintaiNya ?
>
> Dan aku tak punya kata-kata untuk menjawab semua itu..
> Apakah kamu punya ?
>
> Salam,
> AS
>

Apple seed, Maple leaf, Candle light

Apel yang manis tidak berasal dari pohon mahoni.

duapuluha tahun lalu saya mendapat benih apel dari Garut..
dari rumah teman kuliahnya teman main saya…   :)

memang cuma dan hanya satu …. itupun hanya biji kecil
yang mungkin hanya biji yang terlempar ke pekarangan
karena tak satu orang saat itu tampak melihatnya…

nasib baik, saat itu kuping saya menangkapnya
dan menyembunyikannya…
untuk bertahun-tahun tetap mengingatnya.
bahwa agama bukanlah bendera…. demikian kira-kira
juga mungin bukan partai atau grup pengajian apapun….

demikian bunyi benih-nya

saya tahu, apel manis saya mustahil semanis apel Garut
karena mungkin lahan saya tempat benih tumbuh terlalu gersang.
terlalu kering, dan terlalu jauh dari surau….

Tapi biarlah….bukankah Englishman juga lebih doyan
apel dengan rasa campuran manis-manis kecut…?
dan lahan saya mewarnainya dengan rasa pedas dan pahit…

Maple… belumlah seberapa, dan gak ada apa-apanya
Maple disaat autumn hanya merontok-kan daunnya
untuk berbagi keindahan.
Maple belum setara a Candle that let herself to melt out
And that guided me with light in the dark night

Dan betul,
saya dan mungkin kita semua sekedar tetap berjuang
agar bisa melayari urip dengan pikiran dan sikap terbaik…
cheers,

No Reason To Love

Lalu …ketika saya rajin menghafal kalimat sakti

If you have had to choose just one word to describe God
Love…would be the best word.

Maka, ” Saya harus tetap belajar mencintai Tuhan..”
begitulah saya memulai bisikan dipagi hari…

Tapi tiba-tiba dari balik click mouse terbungkus oleh inbox…
tergores kalimat persis dibawah nama yang sangat saya cinta :

“Tapi Dia tidak mencintai kamu…..”, singkat saja.

Saya tahu, dan persendian dengkul saya get-off dan rontok.
Tak mampu berdiri, hanya mampu terjongkok

Apakah Dia kejam, apakah Dia tidak adil ?.

Tidak… Dia sungguh penuh kasih sayang dan Dia sangat adil.
Dia selalu memberi saya apapun tanpa menunggu saya memintanya.
Bahkan sekalipun disaat Dia tidak mencintai saya….

Lalu, rintikan air hujan membunyikan bisikan…

“Bagaimana kamu bisa yakin bahwa Dia memberi dengan kasih sayang ?
padahal jelas-jelas Dia tidak mencintai kamu …
kalaupun mencintaimu, pastilah tak akan lebih dari se-per-milyard
Karena, bukankah penduduk bumi lebih dari dua milyard ?”.

Saya terdiam, terpekur dan coba menyusun segala sendi
agar setidaknya saya mampu bicara dan bisa sekedar berdiri.
Mengumpulkan kembali kesadaran dan menyusun alasan pribadi.
Tapi tenggorokan saya terasa tercekat duri

Lalu bisikan itu semakin menjadi-jadi..
“Bagaimana kamu yakin Dia adil dan memberi dengan kasih sayang,
bagaimana kamu sanggup mencintaiNya….
jika kamu tahu Dia tidak pernah mencintai kamu ?”

Saya hanya bisa tertunduk dan mengingat dan merasakan segala
yang telah saya dapatkan dari-Nya.
Dan bibir saya pun akhirnya bergetar bergerak pelahan….

“….. karena… saya sangat ..sangat mencintai-Nya..”

mencintai-Nya, tentu tidak dimaksudkan untuk mendapatka surga.
Juga bahkan tidak untuk mendapatkan cinta-Nya

Mikir….susah iman, mustahil musrik

Jika arti “mempertuhankan” adalah “mem-prioritaskan” atau
mengutamakan atau lebih mementingkan, maka
mem-prioritaskan akal pikiran….tentulah mustahil akan
melahirkan kemusrikan.
Orang yang mau bepikir, artinya juga selalu ingin membuka diri.

Dan ini justru hakekat tentang “ada kebenaran” diluar tempurung
pikiran kita sendiri. Ada kebenaran lain diluar jendela kamar kita.

Berpikir, tentu bukan jaminan mendapatkan kebenaran.
Dan mendapatkan kebenaran….bukanlah kewajiban manusia.
Kewajiban manusia…hanya mempergunakan pikirannya dan berpikir.

Kewajiban manusia hanya rajin membuka jendela…
agar udara segar selalu mengalir senantiasa.
Agar udara busuk tidak mengendap didalam ruang pengap tertutup
dan cenderung menjadi penyakit.

“Kemusrikan”… saya kira memiliki status sama dengan “keimanan”
cuma posisi saja bersebrangan… sama-sama stuck… tak bergerak.
Yang satu meyakini plus-A, sementara yang lain meyakini min-A.

Kita… hanya bisa meyakini “kebenaran kita” sebagai keimanan
dan “kebenaran orang lain” sebagai kemusyrikan….
Sungguh….kita tidak tahu, Tuhan berfihak kepada siapa.
Apa membenarkan pemahaman kita,
atau membenarkan kemusrikan orang lain.

Dan dalam bakat “ketidak-tahuan” manusia ini,
Tuhan memodali “roh” manusia dengan pikiran dan perasaan…
Kewajiban manusia….pergunakan modal yang telah diberikanNya.

Dan jika kita tidak rajin mempergunakan pikiran, tidak rajin
membuka jendela kita…. maka kita termasuk orang yang mendzalimi
diri kita sendiri, karena kita ANGKUH, karena merasa telah berada
dalam kebenaran Tuhan.

Dan dalam level “keangkuhan”,
ternyata kemusrikan juga sekelas dengan keimanan.
Cuma beda arah dari kacamata siapa keangkuhan ini dilihat.

Dengan mempergunakan pikiran….tentulah akan susah menemukan
keyakinan dan keimanan, susah mendapatkan kebenaran…
dan tentu pula akan mustahil menghasilkan keangkuhan
dan musathil pula menjadikan manusia musrik.

Selalu mempergunakan pikiran, boleh jadi tidak akan
memenjarakan manusia kedalam “sebuah keimanan”, tapi tidak juga
akan menjerumuskan manusia kedalam “banyak kemusrikan”.

Yang pasti, dengan selalu mempergunakan pikiran…
maka manusia at least selalu berupaya menSYUKURi modal
pikiran yang diberikan Tuhan-nya.
Dan tidak me-nyia-nyiakan apapun yang telah diberikannya.

And if you are lucky…. manusia juga bisa mempergunakan
kehalusan perasaan…. modal lain dari Tuhan….
Supaya bisa mencintai-NYA…. tanpa harus menuntutnya.

So… nikmat apalagi yang aku dustakan ?.

Iedul Fitri 1428

This is about how great the God ..how Rahman and Rahim He is.
HE let us to choose whichever the Fitrah day we like

If you want eat sooner…take Friday
as well if you do like not eat on Friday….just take Saturday.
But whatever the reason….you have to eat someday.
HE loves you…. so don’t feed your mouth with sugar too much.

absolutely no different between the two or the seven days.
no one day lower or higher than the other.

It’s all free… for HIM.
even, eating or fasting is just the same thing.

The different …might be…..is only our taqwa.

happy lebaran.

———-Just another ordinary people————————–

The Promise

Tracy Chapman – The Promise


If you wait for me then I’ll come for you
Although I’ve traveled far
I always hold a place for you in my heart
If you think of me, If you miss me once in a while
Then I’ll return to you
I’ll return and fill that space in your heart

Remembering
Your touch
Your kiss
Your warm embrace
I’ll find my way back to you
If you’ll be waiting
If you dream of me like I dream of you
In a place that’s warm and dark
In a place where I can feel the beating of your heart

Remembering
Your touch
Your kiss
Your warm embrace
I’ll find my way back to you
If you’ll be waiting
I’ve longed for you and I have desired
To see your face your smile
To be with you wherever you are

Remembering
Your touch
Your kiss
Your warm embrace
I’ll find my way back to you
If you’ll be waiting
I’ve longed for you and I have desired
To see your face, your smile
To be with you wherever you are

Remembering
Your touch
Your kiss
Your warm embrace
I’ll find my way back to you
Please say you’ll be waiting

Together again
It would feel so good to be
In your arms
Where all my journeys end
If you can make a promise If it’s one that you can keep, I vow to come for you
If you wait for me and say you’ll hold
A place for me in your heart.

a place for me in your heart (x4)

the way you love me

Faith Hill – The Way You Love Me

If I could grant you one wish
I wish you could see the way you kiss
Ooh, I love watching you baby
When you’re driving me, ooh, crazy
chorus:
Ooh, I love the way you, love the way you love me
There’s no where else I’d rather be
Ooh, to feel the way I feel with your arms around me
I only wish that you could see the way you love me
Love me, ooh, the way you love me

It’s not right, it’s not fair
What you’re missing over there
Someday I’ll find a way to show you
Just how lucky I am to know you

(Chorus)

You’re the million reasons why there’s
Love reflecting in my eyes

(chorus til fade)

introduction

Layla
 
What’ll you do when you get lonely
And nobody’s waitin’ by your side
You’ve been runnin’ and hidin’ much too long
You know it’s just your foolish pride

Layla, you got me on my knees
Layla, I’m beggin’ darlin’, please
Layla, darlin’, won’t you ease my worried mind

Tried to give you consolation
When your old man had let you down
Like a fool, I fell in love with you
You turned my whole world upside down

Layla, you got me on my knees
Layla, I’m beggin’ darlin’, please
Layla, darlin’, won’t you ease my worried mind

Let’s make the best of the situation
Before I finally go insane
Please don’t say we’ll never find a way
And tell me all my love’s in vain

Layla, you got me on my knees
Layla, I’m beggin’ darlin’, please
Layla, darlin’, won’t you ease my worried mind

Eric Clapton