Arsip untuk Kategori 'Manusia'

Archbishop William tidak ngajak berkelahi

Konon perang itu “perkelahian” diantara dua kekuatan
yang setara.
Jika tidak setara namanya pembantaian atau penjajahan.

Perang juga hanya hobby dan ciptaan mereka yang kuat.
Tapi pencipta perang tidak pernah ikut berkelahi,
tidak pernah ikutan bertempur, tidak juga terluka.
Yang berkeringat dan berdarah hanya mereka yang lemah.

Karena yang hobbynya berkelahi… .ya hanya yang lemah.
Orang yang lemah ditakdirkan untuk selalu berkelahi…
tapi tidak akan mampu menciptakan peperangan.
Orang yang lemah selalu berkelahi untuk perang yang
bukan miliknya dan bukan ciptaannya.

Uang adalah satu-satunya wujud kekuatan.
Faith, love, fairness, humanism, keinginan berbagi…
adalah sekedar bagian dari cita-cita yang dimiliki manusia.
Cita-cita yang mendorong manusia menolong manusia lain…
sekaligus juga menjadikan manusia tega melukai manusia lain.

Dan UANG, kekuatan yang memainkan keseluruhan cita-cita.
sudah takdirnya… .orang lemah hanya punya cita-cita.
dan sangat mudah untuk disuruh berkelahi demi cita-cita.

Boleh jadi, dunia hanya terbagi dua sayap..

Left-wing yang terdiri dari koalisi marxist, sosialis,
religius apapun (dari anglican, islam, kristen sampai kejawen),
para pekerja dan orang-orag yang sedang merasa terpinggirkan.

Right-wing yang terdiri dari koalisi kapitalis,
bangsawan manapun (dari inggris, arab sampai melayu dan jawa),
orang yang kebetulan sedang berkuasa atau juga orang yang
sedang merasa sukses.

Dunia hanya terbagi dua….
yang lebih beruntung dan yang belum beruntung.
yang lebih kuat dan yang lebih lemah
Sayap-kanan dan sayap-kiri.

Archbishop Willian…hanya salahsatu pemimpin kaum lemah…
pemimpin ummat SAYAP-KIRI yang hanya memiliki cita-cita.
Ajakannya untuk “menyatukan” seluruh ummat sayap-kiri
tentu saja akan merusak tatanan dunia yang selama ini ada.

karena kalau semua umat sayap-kiri.. atau umat yang lemah,
ummat yang hanya bermodal cita-cita mau bersatu
menjadi “kekuatan BARU”.
Maka mustahil lagi ada yang bersedia BERKELAHI.
mustahil pula kaum SAYAP-KANAN merancang dan menggelar perang.

Jika ajakan Archbishop William malah melahirkan perkelahian. ..
maka sungguh terbukti…
bahwa MENGANUT AGAMA APAPUN sekedar wujud kelemahan.
dan menjadi permainan empuk penguasa uang, kaum-kanan.

Maka….
jangan pernah mau berkelahi, jangan pernah mau bertempur,
jangan mau buru-buru mati demi cita-cita.

Jadilah penganut agama … bukan karena lemah.

20080209,
DjayaWikarta

tupai

Saya membuat tempat makan burung di belakang rumah.
Terbuat dari karton ukuran 30×30 cm, di paku diatas tiang pagar.

Tempat makan ini laku sekali, setiap pagi ramai sekali burung
berkunjung. Bermacam burung, berbagai warna bulu bagus-bagus.
Tapi burung greja disini kagak ada. Camar pernah sekali ada yang
mencoba nengok, setelah itu nggak datang lagi.
Burung camar mungkin tahu diri karena bisa berburu di laut.

Pokok-nya meriah, siangnya burung gagak suka ikutan nimbrung.
Tapi tidak masalah, karena burung tidak pernah menabung.
mereka hanya mengambil sebanyak isi temboloknya….
Sementara sisa-sisa makanan cukup banyak…sisa nasi terutama.

Tempat makan burung rumah saya jadi favorit karena banyak nasi…..
Tempat punya tetangga…..tidak ada sisa-sisa nasi…jadinya sepi.
Burung suka nasi rupanya.

Kemarin setelah hampir 2 bulan terpasang, tempat makan mendapat
kunjungan dari tamu baru…..seekor Tupai berbulu coklat.
Tupai ternyata lucu, selain paling tampan diantara kecantikan burung-burung.

Yang rada nyebelin dari Tupai ini ternyata dia niru-niru manusia. Bukan
karena makan-nya yang banyak. Atau ukuran perutnya yang besar.
Tapi dia ngangkutin makanan…..bolak-balik dalam sehari.
Tupai ternyata berkelakuan seperti manusia …..suka sekali nimbun.

segini dulu laporan perkembangan sosial dari belakang rumah….

IoW,
DjayaWikarta
june 25, 2001

Sumpah Bola Golf

Teman-teman saya bermain GOLF….euy

Tadinya saya sempat tercengang, bingung, terenyuh dan
entah perasaan apalagi saat teman-teman saya di Tanah Air
ngajak saya nanti ikutan gabung ….untuk main GOLF.
Apa dunia sudah kiamat, apa dunia berputar terlalu cepat
semenjak saya dengan sangat berat meninggalkan semua kerabat.
Atau karena saya tertidur terlalu lelap, disaat
semua teman-teman saya berevolusi menjadi konglomerat ?.

saya ingat, dulu sering diajak berdemo menentang pejabat
yang doyan main Golf ditengah rakyat yang masih melarat…
saya ingat teriakan demonstran disaat mentari menyengat
“Bermewah-mewah disaat rakyat melarat adalah terlaknat”.

layaknya tidak mau kalah oleh Sumpah Palapa Gajahmada…
kita pun sempat bersumpah “bola golf”

Bahwa kita tidak akan pernah memamah bolah golf
sebelum mulut dan perut rakyat di Sabang sampai Merauke
sanggup mengunyah segala kesejahteraan yang diimpikannya.

Saya tidak anti Golf karena saya tidak anti olahraga
Seperti halnya Gajahmada yang pasti tidak anti buah Palapa.
dulu saya tidak suka Golf karena lebih suka sepakbola
Juga mungkin gajahmada yang lebih doyan duwegan kelapa.

Jika kemudian akhirnya terpaksa mengharamkan GOLF…..
yaaa karena apa hendak dikata….
karena tahun bertambah
kayaknya tidak juga kesejahteraan rakyat bertambah.

tapi….teman-teman saya bilang.
“Dunia sudah lama berubah … !!”.
“Permainan Golf sekarang sudah jauh lebih MURAH MERIAH…!!”.
“main sepak bola sekarang malah jauh lebih mewah…!”

Lalu, tadi sore saya jalan-jalan ke toko DirectSport…..
berjajar stik Golf dipajang……macam-macam bentuk
segala ukuran tersedia…..semua mengkilat tentu saja.
Silver, gold, platinum tinggal pilih semaunya

Dan benar….apa kata teman-teman.
Peralatan Golf ternyata murah-murah
Sekeranjang bola, selusin stik, sepasang sepatu….
tidak menghabiskan gaji dua minggu.
Sepatu bola malah ….terasa mahal banget.

Dan troley belanjaan pun penuh dengan muatan barang MURAH.
Siap memasuki antrian panjang “pay here” didepan cashier.
Asyik juga kalau nanti pulang, bermain Golf bersama teman.

Nunggu antrian perlu kesabaran rupanya.
Tapi text SMS panjang yang berdenyut dua-kali digenggaman
samasekali tidak bernada kesabaran….SMS dari adik saya….

“A….kontrakan rumah habis, si bungsu perlu uang sekolah,
uang gajian sudah habis untuk nyicil motor kantor….”

kelanjutan SMS sudah tidak mampu terbaca apalagi teringat.

Dan aneh…..saya malah teringat “sumpah bola Golf”
Juga teringat untuk segera mengembalikan semua barang
permainan murah ini ketempat-nya yang seharusnya MEWAH….

Dan Kesejahteraan, untuk jutaan adik saya belum juga murah
Sekalipun memang….Dunia akan selalu cepat berubah….
juga sumpah dan sampah.
20070824
DjayaWikarta

dongeng Socrates

saya inget dongeng baheula jaman SMP,
dongeng SOCRATES sang filsuf besar sepanjang masa.

Konon murid Socrates sangat banyak dan pinter-pinter.
dan salah satu diantara muridnya itu ada yang rajin
selalu nongkrongin sang guru setiap kali ceramah…

Ternyata, si murid ini selain sangat mengagumi Socrates
juga sangat ingin menjadi Filsuf besar sekelas Socrates.
Dia tidak pernah sedetikpun pergi jauh dari gurunya….
bahkan tidak pernah mandi, juga tidak pernah kelihatan makan.

Socrates sekalipun seorang filsuf dunia, tapi dia juga
sangat peduli kesehatan….juga peduli nasib muridnya.

Maka suatu saat, Socrates berkata pada muridnya…
“Jang, sebaiknya kamu istirahat dan pulang kerumah,
urus juga anak dan isteri kamu….”.

Sang Murid menjawab…
“Saya tidak ingin apa-apa dan tidak butuh siapa-siapa”

Muka jelek Socrates langsung berkerut memperhatikan
bujangan fanatik yang jadi muridnya ini.

Lalu, Socrates pun berceramah seperi biasanya….atau
lebih tepatnya memberi wejangan.

“Bagaimanapun, kamu sebaiknya kawin saja dulu…
jika nanti kamu dapat isteri cantik, pengertian, setia,
penuh emphaty, sayang anak, terampil……kamu pasti BAHAGIA.

Dan Jika kamu nanti mendapat isteri jelek, cerewet, tukang
rumpi, judes, genit, pemalas…..maka kamu pasti jadi FILSUF.

Maka, sebaiknya kamu kawin saja dulu….pasti kamu beruntung”

salam,

C h r i s . . .

Chris anak muda, tinggi langsing dan gagah.
Tiga tahun lalu dia fresh graduate jurusan engineering
langsung gabung di perusahaan sebagai permanent employee.
Dengan iming-iming karir yang menggiurkan tentu saja.

Tapi minggu yang lalu, dia ngundang teman satu grup,
makan malam di Tandori, Halal balti restaurant lengkapnya.
Betul, ini semacam acara “perjamuan terakhir”.

Resminya, ini acara si Chris, dan dia yang ngundang
secara khusus, memilih siapa saja yang boleh datang.
Dia juga yang memilih dan booking tempat.
Selesai makan, maka kita 12 teman-temannya yang urunan.
Si Chris sang pemilik acara tidak boleh ikut bayar.

Bulan depan dia sudah terbang melintasi katulistiwa.
Meninggalkan akhir musim semi disini untuk mengejar
awal musim gugur di Australia … katanya.

“…excellent money Chris ?”, teman saya nanya antusias.

“Nope…, excellent waves “, Chris menggerakkan tangannya
turun naik. Seolah gelombang laut sudah berada didepannya.

Disini karyawan silih berganti, semudah masuk semudah pergi.
Karyawan kontrak atau karyawan tetap tak lagi peduli.
Kesetiaan dan pilihan hanya dimiliki oleh kesenangan.

Kesenangan Chris adalah mengendarai gelombang .
Dan tempat kerja disini hanya ada laut tanpa gelombang.
Kota hanya disesaki kapal pesiar dan orang liburan.
Untuk Chris, ini ketenangan dan bukan kehidupan.

Saya mengenalnya belum cukup lama. Ngobrolpun hanya
beberapa kali kebetulan setiap kali bersama nunggu
Ferry penyebrangan. Pernah dia cerita keinginannya
untuk segera jadi “jobshopper” seperti saya.
menurutnya, pekerja kontrak itu FREE…fantastic.

Dulu saya mengiranya sebagai basa-basi kepada immigrant.
Tapi makan malam kemarin menunjukkan kesungguhan.
Chris layaknya typical English, selalu merasa harus
melayari “another adeventure”…. mencari gelombang.
Memasuki ketidak tahuan pastilah menyenangkan, katanya.

Setiap kali si Chris bilang “FREE…” dengan takjub,
saya yang mendengar-nya malah kikuk….rikuh.

“Sebenarnya…saya tidak ingin FREE, saya malah ingin
hidup tenang, bekerja tenteram sampai pensiun”,
Tapi saya hanya bisik-bisk dalam hati saja.

Memang beda, saya yang selalu sengaja mencari jaminan
masadepan dan ketenangan malah selalu lebih dulu free.
Si Chris malah meninggalkan semua keterjaminan….
untuk sekedar mencari free.

Beda banget, mungkin hanya dengan “BERSEDIA LAHIR” pun
hidup anak-anak English sudah langsung dijamin.
Dan ini yang bikin si Chris bilang “not fantastic”.

20070509
DjayaWikarta

Mencoba menyelamatkan Tuhan

Re: British town votes to change a church to a mosque

— In apakabar@yahoogroups.com, “hadjar_wish” <hadjar@…> wrote:
>
> Yang jangan anda lupakan:
>
> selama orang Islam masih mau jadi korban kibulan orang Arab, artinya
> selama orang Islam masih percaya bahwa al-Mushaf itu berisi wahyu
> Allah …. dst.
>>>>

Justru saya merasa HARUS membenarkan “kibulan” orang Arab,
bahwa al-Mushaf itu HARUS dibaca sebagai kata-kata Tuhan.

Tuhan itu HARUS bukan fakta dan bukan data yang bisa diciptakan
oleh otak manusia.
Tuhan itu HARUS tidak ada yang bisa menyamainya.
tidak ada pula yang bisa me-wakilinya di dunia.

Karena itu, maka tidak seorang manusia-pun di dunia
yang ber-hak mengatas-namakan tindakannya sebagai PERINTAH Tuhan.
tentu tidak juga berhak mengatasnamakan tindakannya sebagai
perintah al-Mushaf….yang semuanya “sekedar” kata-kata Tuhan.

“pencurian” adalah urusan hukum manusia di-dunia…
dan bukan urusan Tuhan…..juga bukan urusan al-Mushaf nya Tuhan.
urus saja dengan hukum “bikinan” Khalifah-nya dunia…..manusia.
Misalnya, semua pencuri harus dihukum makan 3 x sehari.

karena “…kamu manusia lebih tahu bagaimana mengurus dunia”..

So… make it everything simple.

DjayaWikarta

Do’a saat paceklik

terimakasih Tuhan…
untuk hati yang Kau beri teryata penuh rasa takut
dan untuk anugrah kalbu yang ternyata selalu kalut

namun biarkan ketakutan tenteram dalam perasaan
biarkan kekalutan merontokkan semua pikiran
Agar aku bisa belajar membutuhkan Tuhan…

111102
DjayaWikarta

Secangkir Coffee untuk Ken

Menjelang aku pulang lebaran dia masuk, tempat duduknya tepat
diseberang diagonal kotak partisi. Namanya Kenneth, sebulan
job-less setelah perusahaannya mengurangi jumlah karyawan.
Alasan PHK seperti sudah diduga, 11 September pembawa cilaka.

Tak ada yang ajaib dari orang Manchester ini, aksen englishnya
tidak sesulit orang-orang dari england utara lainnya.
Dan yang lebih memudahkan, dia selalu bicara dengan volume
diatas 50 desibell….seluruh ruangan yang berisi 60 an bisa
mendengar kalau dia sedang bisik-bisik.
Imbal balik….aku juga kalau ngomong harus teriak agar tidak
berulang-ulang dia mendekatkan kuping dan bilang say-again.

Sudah setengah bulan ini, tiap pagi dan sore aku terkantuk-kantuk
menemani Ken yang nyopir sepanjang jalan bebas-hambatan M5.
Setiap kantunk hilang, maka cerita apapun berkembang.
Dari soal sepak-bola, politik, ekonomi sampai French girl-friend nya.
“Nikah…belum terpikir…masih sibuk mikir job yang lebih bagus”
dia menjelaskan kenapa tidak juga beristri.
Alasan saya gentayangan di negerinya….akhirnya juga terbahas.

Sebagai ganti kenyamanan ngantuk sepanjang jalan, hampir setiap
hari aku sekalian ambilkan dua cangkir kopi untuk berdua.

“Saya senang jika kamu enjoy disini…”…suatu saat dia bergumam
bersamaan dengan tuas persenelling digeser ke gigi rendah.
“Thanks….”, satu-satunya jawaban yang mudah untuk pengganti diam.

Tadi siang setelah istirahat makan, orang-orang yang dinas luar
dikumpulkan untuk mendengarkan briefing dadakan….
Dari seberang, dalam ruang kerja perusahaan garapan,
Ken melambai lamaikan selembar foto copy-an…memanggil
“Come mate…bad news for us….”, bisikannya membuat orang-orang
terbangun dari kantuk sehabis makan siang.

“Read it….liburan kita tidak perlu nunggu musim panas…isn’t it ?”
“Ya….kopor ku malah belum sempat dibuka sejak pindah…”
“O..dear…..aku masih bisa balik ketempat kerja yang dulu…You ?”
“I’m thinking…..”, aku memang berpikir hanya pada saat-saat seperti ini.

“Anyway….aku lebih buruk…aku baru 6 bulan kerja..”, Ken menghibur.
tidak berhenti menghibur sampai masuk ruangan briefing.
Sekalipun diperlukan, segala kata-kata hiburan tentu saja tidak akan
merubah isi tulisan yang masih ku-baca berulang-ulang.

Briefing pun berlangsung dalam ruang tertutup, enam pendengar dan
seorang wakil dari kantor pusat yang memberi penjelasan.
Intinya, perusahaan berniat mengurangi setengah jumlah karyawan.
“Perusahaan kita dikalahkan dengan telak oleh saingan”, demikian
orang dari pusat memberi alasan off-the-record katanya.
Perusahaan berniat saving money….tidak boleh rugi.

Dua teman pekerja permanen dan tenaga kontrak sisanya….
berlomba memberi komentar…..management stupid….intinya.
“Tidak ada keburukan dari PHK…kecuali main dadakan…
tapi….PHK tidak pengaruh besar buat kita tenaga kontrak”, Ken
menggebu-gebu.
Dan briefing berakhir sesuai dengan tujuannya…hanya supaya tahu.

Matahari jam 4 sore terik dari arah selatan-barat. Ken kembali
dibelakang kemudi Renault Laguna gres dinas…..kembali komentar
soal PHK meluncur deras dari mulutnya….wacky…sacky dan lain-lain.
Aku hanya sekali-sekali saja menyalakan kompor….lalu.
“Kamu lihat di parkiran kita….Jaguar..TVR..Ferrari….dimana-mana
apa-nya yang rugi…!”, Ken menjadi-jadi dan ber-api-api.
Sekarang aku diam melayang tidak terasa lagi mobil melaju kencang.

Tiba-tiba….
“Kamu…..punya rencana ?”, Ken menoleh.
“Still….thinking….he…he…he”, aku benar-benar mencoba mikir…susah.
motorway M5 pantai barat terasa begitu luas tak terlihat ada batas.

“Aku mau balik kerja di London….emmm .I will get a job for you…mmm
aku…mmm kamu pasti dapat kerja…..aku pasti bisa mencarikannya….
aku masih punya koneksi….ya..ya you ‘ve got it “, Ken sekarang tersenyum.

“Thanks Ken…a good news…”, lalu perjalanan hanya diisi gemuruh ban.
diam….karena selama ini…bad news selalu sama baik dengan good news.

“Hey….are you happy….?”, Ken berteriak seperti biasa….

“What…!”, aku tak kalah berteriak karena terperanjat.

“I’m happy for a cup of coffee…..” lalu Ken bernyanyi dengan iringan
ketukan jari pada lingkaran kemudi.

“….I’m really happy….lebih happy dari mendengar good news….”, aku
bergumam senang…karena manusia ternyata ada juga dimana-mana.
padahal aku sedang serius berpikir untuk pulang saja….
kembali ke negeri yang mengenal pemecatan sebagai keanehan.

—————–
Bristol, 20020515
DjayaWikarta

British Muslim……Tidak berjanggut

Tanggal 11 september 2001 lewat sudah
Kecuali pengurangan lapangan kerja dimana-mana
maka BBC pun ikutan seperti tv-tv indonesia
saat menjelang bulan Ramandhan….
BBC banyak menyiarkan kehidupan orang-orang islam
di sekitar england.

Channel 4 secara serius mengadakan pekan khusus…islam
bahkan menulis judulnya saja bukan “moslem” tapi “british muslim”
Acara tayang masih prime time….jam 8 malam.
Setiap malam selama 10 hari…
Fokus tayangan bukan lagi asian british…..(peranakan india atau arab)
dan kebetulan bbc tidak kenal asia timur muslim…ato oriental muslim.
kadang mereka pikir….apapun oriental tak akan jauh dari kon-fu-sian
atau budha…atau animisme.

Dan mereka lebih kenal Malaysia daripada Indonesia…..
“Indonesia itu kan pulau-pulau yang terlewati kalau kita ke Australia
?”
Saya tegas-tegasin Indonesia…tetap saja mereka bilang Malaysia.
yaaaa sudah…..bukan salah beta kalau Malaysia terletak
diantara 2 benua…
Beruntunglah….masih ada CNN, yang rajin nayangin Indonesia.
Sekalipun cuma tayangan-tayangan ke-kumuhan dan… krisis
akut….katanya.

Kembali soal siaran BBC….tayangan tentang british muslim
itu pake logo mirip bendera Partai Bulan Bintang…..
yang dibentuk dari animasi
Bintang-nya dari pulau Ireland…..bulan sabit-nya england-scotland.
Klop…bagus banget animasi….dan narasi pembuka yang SERAM….
Sesuai dengan isi tayangan…..aseli british muslim
Bukan asian muslim.
Bahkan Cat-Steven tidak masuk hitungan karena berbau Mediteranian.

Detail tayangan sebenarnya biasa saja….tayangan rinci sampai ke hal
sepele khas siaran BBC. Ada ibu-ibu, ada remaja, ada kakek-kakek. Semua
dikuntit mulai dari bangun tidur pergi mandi, keluar kamar
mandi..pake kerudung pergi kerja, saat bekerja dan komentar teman-
teman, keluarga serta bos-bos nya.
Semua ceritanya…..ternyata menggelinding saja tanpa sedikitpun
ada thriller ato suprise.

Dan sepuluh hari acara tayangan yang di-iklan-kan di koran-koran pun
berakhir….
“BBC four telah salah memilih object tayang……”, komentar
beberapa orang pribumi.

“Islam tidak bernilai berita kalau penganutnya orang British”,
para pengamat komunikasi media-massa ikut menimpali.

Tayangan tentang islam sebelumnya selalu emosional karena
objek nya Asian…
Entah akan seperti apa nilai tayangan jika objek nya riental….
seperti kita melayu.

Dan si Tristan orang Liverpool yang tinggal di lantai-1, tidak
percaya saya islam…..
“Karena kamu tidak ber-janggut….”, katanya serius saat
pinjam duit untuk taruhan.
“Kalau kamu berjanggut, aku tak akan berani pinjam……”, dia
menambahkan.

Sekarang saya pikir-pikir untuk pake janggut pake brewok agar dia
tidak bolak-balik pinjam setiap kali kesebelasan Liverpool
bertanding di liga primer.
Biar dia takut sama islam…..:)

WSM, 20020320

Orang Indonesia ternyata bisa

Kesenangan tidak selalu harus berupa keuntungan… rupanya.
Kebanggaan tidak juga harus selalu melalui prestasi.

saya menyaksikan audisi American Idol

Lalu muncul wajah riang gembira sangat pede serta
posture dan keceriaan yang sangat saya kenal…
Lalu…dengan lantang dia memperkenalkan diri
“I am I Made Winangun…..actually from Bali…Indonesia”.
sekarang katanya tinggal di Rhode Island atau apalah …

Dan para juri Simon Cowell, Randy dan Paula Abdul
tampak sungguh-sungguh tercengang…” Hah…Indonesia ?”.
Saya dan orang semarang pemirsa ITV2 tak kalah tercengang
Hampir bareng kami berteriak…
“Hah..ini dia orang INDONESIA yang berani tampil global…”.

Lalu blek- Made ini meneriakkan lagu rock…
kencang banget, sepenuh hati dan juga sepenuh tenaga
Lalu seperti kebanyakan peserta lainnya… tidak lulus.

Tapi satu hal yang membedakan I Made dari semua peserta.
Level keceriaan yang sama, saat masuk audisi, saat
meneriakkan lagu Rock dan juga saat ditolak oleh juri.
I Made malah tersenyum dan membungkuk takzim
“thank you”, katanya sambil berjalan tenang keluar…

Dan komentar Ryan si pembawa acara saat terheran-heran
karena pundak-nya malah ditepuk-tepuk oleh blek-Made…
“Fantastic…look..he keep smile…” katanya sungguh-sungguh.

Menjelang tidur saya merasa baru-saja menemukan jati-diri.
BERANI, PERCAYA DIRI, KEEP SMILE, HUMBLE dan Nothing to loose….

Seharusnya saya juga bisa bangga jadi Indonesian….

salam,