> — hibban cecep <c2pme@ wrote:
>
> > Orang hanya melihat 1 % kesuksesan saya.
> > Mereka tidak pernah melihat 99% kegagalan saya sebelumnya.
> > (CEO tukang jualan kain)
Duluuuu sekali saya diajari “dzikir” sama mang Dulloh.
Sekarang beliau sudah arrmarhum, dulu beliau manusia.
maka mengajari saya juga pake “bahasa” manusia.
Dan saya tidak merasa salah jika saya memahami ajarannya
juga sebagai ajaran manusia.
Saya ingat, beliau mengajari dzikir 33×3, dzikir 1000x
sampai dzikir yang yang tak pernah henti-henti.
Saya menangkap ajaran beliau “apapun harus didzikirkan”.
Beliau tidak mengajari saya tentang kegagalan atau keberhasilan.
katanya…
Apalah artinya kegagalan jika nanti malah menjadi pelajaran.
Apalah arti keberhasilan jika nanti kamu menyesalinya.
Dan saya “santri” yang patuh, cukup meng-amini nya saja.
Apalagi beliau karyawan pindad yang juga mengajari saya
bikin petasan. Dan saya suka petasan, suka bikin apa saja.
Sebagaimana belajar juga harus dengan penuh rasa suka
Katanya, “dzikir” itu sekedar proses upaya pengulangan.
proses membiasakan untuk supaya manusia BISA.
layaknya proses mengasah yang berulang-ulang agar pisau tajam.
Atau menggosok berlian yang keras getas agar mengkilat.
Tapi, kalaupun otak saya tetap saja tak bisa-bisa
atau pisau tidak pernah bisa setajam yang diharapkan
atau berlian pun juga tetap tak bisa cemerlang
Maka, cukup pastikan…bahwa “dzikir” selalu kamu lakukan.
hasil satu dari 100, atau dari 100000 tak perlu jadi tuntutan.
Juga dengan “BACAAN”, cukup baca dan baca dan baca
dan baca lagi berulang-ulang.
tak perlu terburu-buru harus bisa meng-ARTI-kan.
jangan pula merasa telah mendapatkan KESIMPULAN
Bukankah untuk “dzikir” kita hidup ?.
untuk mengulang-ulang tanpa henti setiap upaya…..
Jika TUJUAN ternyata diperlukan
maka ciptakan saja MIMPI, lalu simpan ditempat terjauh
dibalik galaksi yang tak mungkin kau sentuh
Agar kamu tetap ber-upaya
tanpa perlu lagi terganjal keberhasilan atau kegagalan…
demikian mang Dulloh duluuuu sekali mengajarkan,
demikian saya sekarang menuliskan.
nice long weekend,
Komentar Terakhir