Arsip untuk Kategori 'Uncategorized'

English Summer, Walk season, Fund season and Fun

Sebulan lalu di tempat kerja muncul official announcement
melalui company email dilayar monitor. Saat itu bunyinya
terasa sangat biasa, tapi belakangan ternyata sangat luar biasa.
“Summer is coming, the time for Mark to walk again…”.

Tarjamah bebasnya barangkali, Musim panas datang menjelang…
saatnya Mark berjalan kaki lagi. Tapi seperti anak saya kalau
mendengar berita aneh yang tidak nyambung, saya juga sempat bergumam
….So What gitu lho…
Apa anehnya berjalan kaki. Kok pake diumumkan melalui pengumuman
resmi perusahaan segala ?.

Tapi, disini saya banyak menemukan hal luar biasa dari hal-hal
yang sangat biasa. Banyak “tindakan ajaib” yang dilakukan orang
biasa dengan cara dan sikap yang teramat sangat biasa. Dulu,
saya selalu mengira yang bisa melakukan tindakan ajaib hanya
para nabi, atau hanya orang-orang suci.

Mark, usianya antara 50-60 an, perawakan relatip kecil. Saya
pertama kenal dia tujuh tahun lalu. Tapi saya langsung hafal.
Karena dulu, saat pertama ketemu saya merasa sudah lama kenal.
Ternyata, setelah saya ingat-ingat, wajahnya mirip Richard Nixon
mantan Presiden Amerika yang nge-top dengan Watergate-nya.

Kesan lain yang menempel, karena dulu saat saya masih mengira
bahwa sikap “orang bule” tidak akan jauh dari James Bond 007.
Juga mengira, pasti kalau bule bicara akan selalu menatap tajam.
Bahkan terkadang mengira bule pasti angkuh. Tapi saat itu, saya benar
benar berubah setelah berkesempatan diskusi dan bicara dengan dia.

Saya ingat, selain dia bicara selalu menunduk sambil kedua telapak
tangannya menangkup dibawah perut. Juga banyak mengangguk-angguk.
Dan tentu, yang membuat saya ingat terus adalah saat dia bilang…
“I know, you must be …you would be understand better than me
… I know Indonesian…… a lot..”

Boleh jadi, kata-kata dia juga yang membuat saya so far bisa
survive kerja dirantau bahkan disaat down. Disaat bad season
karena keterbatasan bahasa, disaat ada orang bilang “bloody english”
karena mungkin English saya susah banget dicerna.

Lebih dari itu, saya bisa tetap enjoy disini sampai sekarang karena
ternyata sikap bule disini mirip Mark semua. Sekalipun tidak menunduk,
tidak menangkup saat bicara. Tapi memujinya lebih banyak. Tentu
jauh lebih banyak daripada saat saya masih kerja di Bandung.

Saya sering berkesimpulan, bahwa kehebatan bangsa Inggris karena
semata-mata kerajinannya menciptakan kata-kata pujian dan rajin
pula melontarkan pujian. Dan semua orang suka dipuji, juga saya.

Mark hanya salah satu saja dari orang Inggris. Hanya salah satu
dari ribuan atau mungkin jutaan Orang Inggris yang akan melaksanakan
jalan kaki di musim panas ini. Jalan kaki untuk “fund raising”.

Bahkan di Inggris tidak kurang dari 10 kali setiap tahun diselenggarakan Acara Lari untuk amal. Peserta lari selain menentukan sendiri yayasan atau lembaga yang akan disumbangnya, juga mereka keluarkan uang sendiri, cari sponsor sendiri … lalu berkeringat sendiri tapi lari rame-rame.

Sebenarnya sudah lama saya tahu, banyak orang “melakukan jalan kaki
untuk cari dana” atau juga lari cari dana. Tapi baru kali ini
saya menyimak betulan, mungkin karena si Mark yang akan melakukannya.

Pengumuman Mark yang akan jalan kaki melalui company email
announcement berisi juga rincian “proyek” jalan kaki-nya Mark.

Seperti tahun lalu, seluruh penny yang terkumpul dari proyek ini akan
diberikan kepada Yayasan Penelitian Cancer. karena yayasan ini selalu
kekurangan dana dalam usahanya menemukan obat kanker. Disini memang
banyak sekali yayasan yang berdedikasi dalam menemukan obat-obat untuk
penyembuhan penyakit-penyakit berat. Segala penyakit yang ada dimanapun,
bukan cuma penyakit yang ada di Inggris.

Menurut rencananya, Mark akan jalan kaki sendirian sejauh 18 kilometer
dari Ventnor diselatan kearah Yarmouth di barat pulau. Kalau selama
perjalanan nanti terkumpul dana melebihi target, maka Mark akan
berusaha nambah jalan kaki 6 kilometer. Bonus kali.

Pengumuman melalui email sebulan lalu itu memberitahukan bahwa
“kesempatan jadi sponsor Mark jalan kaki” terbuka untuk siapa saja,
dan dengan uang sponsor berapa saja. Juga katanya, selain anda terbuka
untuk memberi sponsor dengan uang, anda juga dipersilakan jadi sponsor
semangat kepada si Mark saat nanti jalan kaki. Maksudnya mungkin, kita
dipersilakan untuk menonton Mark jalan kaki. Supaya Mark semangat.

“Proyek jalan kaki” Mark ini sebetulnya rada mirip dengan proyek-nya
Taruna Karya atau karang Taruna di Indonesia. Saat warga menyelenggarakan
acara 17 Agustusan. Mengumpulkan dana untuk “amal” perayaan 17 Agustus.

Bedanya, dalam kegiatan “amal” 17-agustusan, dana dikumpulkan dari
sponsor. Selain untuk membiayai pengadaan hadiah pertandingan, pengadaan
hiburan, mendatangkan artis juga untuk membiayai kegiatan kepanitiaan
dan konsumsinya sekalian. Panitia hanya menyediakan tenaga dan menikmati
hiburan.

Proyek jalan kaki-nya Mark, selain untuk pengumpulan dana upaya
penyembuhan kanker, juga semua kepanitiaan dilakukan Mark sendiri.
Penyelenggara sekaligus artisnya juga Mark sendiri. Dan yang berkeringat
serta menjadi sponsor dana pertama ternyata juga Mark sendiri.

Semoga saja, Jalan Kaki nya Mark kali ini juga betul-betul menjadi
hiburan untuk Mark.

Karena waktu saya kira, apakah ini sebagai wujud BERAMAL-nya si Mark….
Tapi apa yang saya dengar malah….  “No, it’s just for FUN…”.
Terserah kau lah…Mark.

Ya…. Semoga fun-nya si Mark dengan jalan kaki, juga akan menjadi
fun-nya semua orang, menyenangkan bagi semua orang, terutama segera
menjadi kabar gembira bagi penderita kanker.
Karena FUND, dana untuk penelitian kanker juga bertambah dari fun-nya si Mark.

 

Whippingham Road, 20080607
Sutresna

 

Selembar Sarung Lebaran

Selembar sarung lebaran

Terlipat rapi di sudut kopor, maka cukup alasan untuk dikira
baju flanel koboy…atau kain rok peniup trompet orang Skot…
tapi…lipatan yang ku pegang nyata-nyata selembar sarung….

Enak jatuhnya, dan lembut laksana sutera…
lembek dan nyaris transparant….
Sarung-ku katun randu asli tenunan Majalaya
pemberian Mmak-ku di lebaran selikur tahun lalu
Sebagai pelipur agar aku tidak merajuk minta baju baru

Sarung-ku se-sakti baju astronot…kosmonot juga…
penghangat rasa dingin dan sepi
tapi juga penyejuk saat udara dan hati panas membara

Aku belum bilang, sarungku berudara tekan
terutama saat-saat dalam kesendirian….
Sekaligus mengurangi tekanan saat under pressure..

Sarung-ku boleh dibilang berwarna pastel teramat muda….
tapi teman madura-ku ngotot…warnanya “biruh daon” dan pudar…
Ya..biar saja, mau pudar ..mau pastel yang penting rasanya…
rasanya itu lho….mmmmmmmhhh
Bahkan overcoat 50 pound tak bisa menyaingi tali rasa
yang embedded dalam jalinan benang tenunan….

Pagi ini sarung-ku sengaja kukeluarkan
dengan khidmat laksana membuka bendera pusaka
Lalu…aku hamparkan ke arah tenggara…..
sekedar pelipur lara…

Kebiasaan menghampar, kebiasaan orang susah seperti ini
biasa aku lakukan hanya jika ketemu rasa suka atau rasa duka…

Tapi jika tak punya perasaan….aku suka meninggalkan….

Sarung-ku sarung lebaran…sarung saat aku dalam ketakutan.

IoW, june 2001

Extrapolasi aturan Tuhan

Extrapolasi Aturan Tuhan

— In apakabar@yahoogroups.com, “jeliyas” <jeliyas@…> wrote:
>
> Dimana kedewasaan anda, kalau saya, misalnya, bukan salah satu
> anggota keluarga anda yang misalnya, mempunyai aturan aturan
> yang definitif yang hanya bisa dimengerti dan harus diterapkan
> oleh anggotanya saja,
> bagaimana mungkin saya bisa mengerti apalagi menerapkannya?
> >>>>>

Memang, aturan keluarga anda adalah urusan anda, aturan
keluarga saya adalah urusan saya.

Masalahnya, jika anda, saya, bu laksmi, Jusfik (konon)
ternyata sama-sama masih mengaku berada dalam satu keluarga…..
Yang masing-masing punya kepala yang lengkap dengan isinya.
Tentu pula punya penalaran masing-masing.
karena isi kepala memang gunanya untuk me-NALAR.

Aturan definitif keluarga yang mana yang anda maksud ?.
Bukankah ada lebih semilyar kepala dari anggota keluarga
dan masing-masing tentu berhak mendefinisikan.
Kecuali kalau anda tidak ingin mempergunakan isi kepala anda,
seperti orang mabuk…..padahal mabuk diharamkan.

Jika anda yakin dengan ke ESA-an Sang Pemilik Aturan
yang tidak mungkin disamai mahluk hidup apapun, tidak
juga disamai oleh organisiasi manapun….
Maka seharusnya, anda juga mustahil taklid kepada siapapun.
Mustahil juga anda sanggup me-MURTAD-kan oran lain…

Saya percaya, ATURAN KELUARGA kita pasti dari sononya
sudah benar dan pasti BAIK….
Maka tentu pula terjemahan-nya dan penerapannya juga
HARUS baik… harus mustahil merugikan siapapun….

Menurut saya, DEMOKRASI adalah satu-satunya cara menentukan
terjemahan dan penerapan aturan untuk kebaikan
disaat Sang Pemilik Aturan sangat MUSTAHIL berkenan
mewakilkan maksud sebenarnya kepada siapapun.

Demokrasi itu UPAYA extrapolasi atau interpolasi
dari keinginan Tuhan yang sesungguhnya.
Mirip curve-Fitting “kebaikan” melalui regressi….lah.

yang pasti, eksklusif, sok tahu ..apalagi pake me-murtadkan
orang lain…. bukanlah kebaikan….
Pasti juga bukan anggota keluarga mahluk hidup yang baik

21 May 2007
DjayaWikarta

>
> Jimmy Eliyas
>
>
> — In apakabar@yahoogroups.com, “ldharyanto” <ldharyanto@> wrote:
> >
> >
> > Saya tidak ingin mempersoalkan pengertian “tobat” atau “murtad” di
> sini karena saya menghargai “free will” dari tiap-tiap individu
untuk
> memilih. Hanya, kebetulan dalam diskusi ini saya menjumpai kalimat
> berikut:
> >
> >
> > Sangat tipikal gaya diskusi adolescence: “Pokoknya begini! Kamu
> nggak paham! Habis perkara!”
> >

tupai

Saya membuat tempat makan burung di belakang rumah.
Terbuat dari karton ukuran 30×30 cm, di paku diatas tiang pagar.

Tempat makan ini laku sekali, setiap pagi ramai sekali burung
berkunjung. Bermacam burung, berbagai warna bulu bagus-bagus.
Tapi burung greja disini kagak ada. Camar pernah sekali ada yang
mencoba nengok, setelah itu nggak datang lagi.
Burung camar mungkin tahu diri karena bisa berburu di laut.

Pokok-nya meriah, siangnya burung gagak suka ikutan nimbrung.
Tapi tidak masalah, karena burung tidak pernah menabung.
mereka hanya mengambil sebanyak isi temboloknya….
Sementara sisa-sisa makanan cukup banyak…sisa nasi terutama.

Tempat makan burung rumah saya jadi favorit karena banyak nasi…..
Tempat punya tetangga…..tidak ada sisa-sisa nasi…jadinya sepi.
Burung suka nasi rupanya.

Kemarin setelah hampir 2 bulan terpasang, tempat makan mendapat
kunjungan dari tamu baru…..seekor Tupai berbulu coklat.
Tupai ternyata lucu, selain paling tampan diantara kecantikan burung-burung.

Yang rada nyebelin dari Tupai ini ternyata dia niru-niru manusia. Bukan
karena makan-nya yang banyak. Atau ukuran perutnya yang besar.
Tapi dia ngangkutin makanan…..bolak-balik dalam sehari.
Tupai ternyata berkelakuan seperti manusia …..suka sekali nimbun.

segini dulu laporan perkembangan sosial dari belakang rumah….

IoW,
DjayaWikarta
june 25, 2001

Re: Calon Presiden Harus Sarjana Untuk Jegal Megawati ?

Re: Calon Presiden Harus Sarjana Untuk Jegal Megawati ?

Persyaratan ini saya kira bukan untuk jegal Megawati.

Justru, dengan mem-blow-up “keanehan” persyaratan
maka sangat kentara untuk menaikan rasa “belas-kasihan” rakyat.

Bukankah pengalaman menunjukkan, rakyat Indonesia selalu
menentang HUKUM ALAM….
dengan selalu memilih pemimpin yang tampak paling teraniaya ?.
memilih calon pemimpin yang TAMPAK paling lemah.

Saya ingin sekali….sekali-sekali….
rakyat Indonesia memilih pimpinan atas dasar pertimbangan
PALING KUAT, PALING CERDAS, PALING BIJAKSANA, PALING JUJUR,
PALING BERANI, PALING TEGAS dan PALING DEMOKRATIS tentu saja.

bahkan bangsa Singa, Bangsa Hyena, bangsa banteng, bangsa monyet
di belantara Afrika selalu tunduk pada hukum alam…..
“pilih-lah satu pimpinan yang paling KUAT diantara kamu”

Tapi Indonesian….lebih bangga sebagai bangsa lemah
lebih memilih pemimpin yang tampak paling lemah.
Budaya KORUPSI lebih marak tumbuh jika pimpinan lemah.
Pemimpin KORUP lebih pasti lahir dari bangsa yang lemah…

Jika tujuan persyaratan ini untuk memotong “AKAR BUDAYA LEMAH”.
maka saya sangat setuju

Ini pesan sponsor dari Pak Iim…guru SD saya di Bandung…
Jadilah bangsa yang kuat ..
dan mulailah DOYAN memilih pimpinan yang tampak paling KUAT.
karena demokrasi hanya bisa dijalankan oleh bangsa yang KUAT

DjayaWikarta