DARI PROLETAR ( Page 1 of 2)

To: <proletar@egroups.com>
From: “DjayaWikarta” <djayawikarta@…>
Date sent: Wed, 4 Oct 2000 19:03:02 +0700
Send reply to: proletar@egroups.com
Subject: [proletar] Re: [Istiqlal] MUT’AH (dan nefsong)

> —–Original Message—–
> From: <jusfiq.hadjar@…>
> Date: Wednesday, October 04, 2000 4:26 AM
> Subject: Re: [proletar] Re: [Istiqlal] MUT’AH
>
> >From: “DjayaWikarta” <djayawikarta@ina>
> >> Mudah-mudahan negara Eropah atau Belanda kebanggaan Jusfiq
> >> tidak sedang merencanakan penghapusan lembaga perkawinan………
> >> <<
>
> > Anda ketinggalan zaman: perkawinan tidak lagi merupakan
> > keharusan di sebahagian besar negara Eropa.
> >
> > Anda mau kawin, nggak mau kawin semua adalah urusan masing-masing
> > manusia dan negara tidak ada urusan.
> >
> > Dua laki-laki homoseksual mau kawin?
> >
> > Negara juga tidak ada urusan untuk melarang dan hak-hak sepasang
> > dua laki-laki atau dua perempuan yang mau kawin sebagai pasangan
> > (pajak dll.) diakui.
> >
> > Dua manusia tidak mau kawin negara tidak ada uruwan untukmelarang
> > dan sebaliknya hak mereka sebagai pasangan dan untuk urusan
> > pajak dll. pasangan juga diakui.
> >
> > Inlah kelebihan negara demokratik: apapun mau anda sekalian,
> > selama kemauan itu tidak melanggar hak orang lain maka negara
> > nggak mau ikut campur.
> >
> > Bebas.
> >
> > Urusan negara bukan untuk menggerecoki hak azasi manusia tapi
> > untuk menghormati hak azasi manusia.
> >
> > Asyik bukan?
> >>>>>
>
> Emang sich…..asssyiik.
> Sebenarnya saya ngiri banget……nagara seharusnya bebasss.
> Dan rasanya, nepsong saya juga masih se-liar yang ente punya.
>
> Tapi betulkah dengan tidak melakukan “pengaturan” yang cukup,
> atau mendorong semua manusia sekarang untuk tidak bertanggung
> jawab terhadap kelangsungan kehadiran manusia berikutnya…..
> termasuk juga dari cita-cita hak azasi manusia ?.
>
> Atau, HAM hanya untuk manusia yang hidup jaman kiwari saja ?.
> Atau “Peduli amat dengan penghuni dunia nanti”…….
> yang penting ane dan ente heppi sekarang……
>

Diskusi antara para ahli lagi sibuk-sibuknya membicarakan resiko
cloning, penggunaan sisa sperma di bank sperma, kemungkinan
pemamah-biakan janin bayi untuk pengobatan, rekayasa genetika
tumbuh-taumbuhan dll.

Dan saya belum ngomong tentang kemungkinan yang dibuka oleh GNR
sepertai pernah saya ceritakan.

Makanya beberapa ahli sepertiTetard, Bill Joly bilang kudu ada
moratorium kemajuan teknik.

Dan orang-orang kayak van Sloterdijk juga mulai melempar mata
diskusi tentang post-humanisme.

Kemungkinan adanya manusia abadi yang bisa mencapai umur ribuan
tahun tidak lagi ABSOLUT berada diluar kemungkinan.

Ya banyak yang ngeri dengan segala kemungkinan yang terbuka oleh
ilmu pengetahuan.

> Urusan pengesyahan pelacuran dan zina (kalau ada) saya pikir
> akan mengundang kebiadaban……dan bukan membahayakan agama.
>

Mengundang kebiadaban?

Saya nggak melihat resiko ini.

> Begitu juga pembudayaan homosex mungkin agak jauh dari undangan
> kebiadaban…….tapi ide ini mengarah pada penghentian penghuni dunia.
>

Jan kawatiar dah, hingga sekarang – menurut para ahli – jumlah
homoseksual itu cuma berkisar disekitar 10 persen.

> Rasanya, keberadaan lembaga perkawinan tidak mengganggu orang
> yang tidak pengen kawin (=nikah). Konon lembaga perkawinan bukan
> melulu ngurus orang yang tercekik libido. Tapi ngatur hak-hak hukum
> dari manusia. Manusia pengantin maupun manusia yang mungkin
> akan segera dilahirkan dari akibat perkawinan.
>

Maksud anda urusan pusaka?

Semua itu bisa diatur melalui kesepakatan tertulis antara kedua
manusia yang bersagkutan yang bisa diserahkan kepada notaris..

> Kalau tak ada lembaga perkawinan, apakah “kasih-sayang” bisa
> diandalkan untk melindungi bayi tak berdaya ?.

Secara genetik kayaknya homo sapiens sapiens itu, seperti
mamalia yang lain, sayang bener sama keturunannya.

> Atau ikut seperti Sovyet jaman dulu, anak jadi milik negara.
>

Gila emang!

> Ddah dulu ah, ngomong terlalu banyak soal kawin…..bisa-bisa
> saya tak sembuh-sembuh dipunggungi “sang pacar”……..
>
> Wassalaam,
> DjayaWikarta

DARI APAKABAR ( Page 2 of 2 )

– In apakabar@yahoogroups.com, Xyzman Irsad Adam <xyzmania@…> wrote:
>>>>
> 2. Kenapa saya fanatik dengan ateisme?

> Orang-orang ateis pada dasarnya bukanlah orang yang fanatik,
> seperti fanatik kepada iman terhadap tuhan tertentu.
> Saya sendiri selalu terbuka dengan pendapat-pendapat dari
> siapapun, dan siap untuk mengubah jalan pikiran saya sendiri
> jika ada alasan yang kuat dan nyata.
>>>>>

[quote="xyzmania"]
2. Kenapa saya fanatik dengan ateisme?

Orang-orang ateis pada dasarnya bukanlah orang yang fanatik, seperti fanatik kepada iman terhadap tuhan tertentu. Saya sendiri selalu terbuka dengan pendapat-pendapat dari siapapun, dan siap untuk mengubah jalan pikiran saya sendiri jika ada alasan yang kuat dan nyata.

Seperti pernah saya sampaikan, saya siap menyembah tuhan jika itu memang sebuah kebenaran nyata. Namun untuk itu tentu ada fakta-fakta mutlak yang bisa mengubah pendapat saya. Dan, sampai hari ini tidak ada hal istimewa yang terjadi sehubungan dengan fakta ketuhanan tersebut, selain hanya beberapa penjaja tuhan yang datang dan pergi dengan argumen-argumen yang gampang diterka arahnya.
[/quote]

Untuk sementara, kalimat kontradiktif “fanatik” kita abaikan. Voor.
Anggap saja maksudnya…kenapa pendirian saya “pro-atheist ?”.

Kita lanjutkan,
Saya ingin mulai dengan “dunia modern” atau pikiran modern,
karena konon atheist merupakan trend jaman modern, jaman science.
Dan aneh…ternyata justru dalam dunia sicience…kata CREATOR
atau PENCIPTA hampir tidak dikenal. Dan para dewa Science pun
ogah mengaku sebagai CREATOR..tapi cukup sebagai PENEMU saja…

Kata PENCIPTA malah mungkin hanya dipake oleh pengarang lagu pop
dan dangdut. Pengarang musik klasik lebih doyan ngaku komposer.

Jika kita setuju “orang-orang jenius” dalam musik dan science
sebagai orang yang paling layak menyaingi atau lebih dekat
dengan kemampuan Tuhan, sebagaimana keyakinan theist bahwa
Tuhan adalah Yang Maha Jenius. Lalu….
Kenapa sampai sekarang tidak pernah ada PENCIPTA atau CREATOR ?.
Creator yang sejauh ini masih monopoli predikat Tuhan.

Ini semata-mata soal “kerendah-hatian” orang-orang besar.
Dan pengarang lagu dangdut mungkin saja tidak rendah hati.

Nyambung ?……pasti belum :)

Saya kira, pikiran kita semua secara natural selalu dan
“SEDANG” mengarah untuk jadi atheist..
Justru karena itu …. ada agama, ajaran atau ilmu
yang memperkenalkan “keberadaan” Tuhan…..
Agama bukan partai bukan pula group jamaat…tentu saja.

Jika ajaran agama selalu bolak-balik ngajak MIKIR..MIKIR
sementara nature pikiran logis kita sejak lahir…atheist.
Maka saya, mulai harus memikirkan logika yang saya punya.
Saya harus mau mengkaji ulang validitas metoda analytis
dan prosedur sintesis yang telah kadung jadi “kebenaran” saya.

“Pikiran terbuka” adalah esensi dari nature science…..yang
artinya tidak boleh punya KEYAKINAN apapun….
harus established selalu kritis dan tetap mikir.

kalau anda mulai ngaku meyakini ….apapun…
maka anda telah BATAL untuk berada dalam jalur science.
Meyakini TIDAK ADA sama nilainya dengan meyakini ADA.

Sudah Nyambung ?…..pasti belum. :) )

Lanjut, sekarang tentang Tuhan yang menjadi topik…

Temuan science, hampir semuanya unsignificant bahkan
NOTHING pada awal ditemukan… tapi terus didokumentasikan
tetap dikembangkan….
Natur science adalah konsisten berpikir kearah sesuatu
yang belum ada…..belum ditemukan….belum terbukti.

Pikiran Scientist akan tetap bekerja, tetap berputar….
karena KEPENTINGAN HIDUP tidak harus berakhir
hanya karena suatu TEMUAN diseminarkan dengan sukses.

Pada saat nature science terbatas pada segala hal yang
KEBETULAN DISCOVERed…alias TERKUAK, alias TER-TEMUKAN…
alias terbatas oleh cakrawala TEMUAN….
Padahal juga nature science yang selalu TERBUKA untuk
segala kemungkinan lain dibalik cakrawala.

Maka….TUHAN dibutuhkan….

pasti…masih belum nyambung…
karena Tuhan…memang tidak berada dalam perahu Science

dan selama science masih berlayar kearah cakrawala
artinya science belum menemuan Tuhan yang berada dibalik
cakrawala pikiran…. Tuhan sebagai kebenaran mutlak.

Nature science selalu “humble” bahwa
dibalik kebenaran ..akan ada kebenaran lain.

Tapi jika Tuhan TELAH ditemukan….
Maka pikiran science tidak perlu lagi bekerja…
dan tidak dipentingkan lagi adanya kehidupan.

Kepentingan anda, kepentingan saya dan kepentingan
semua orang pasti sama….mementingkan HIDUP diri sendiri
dan hidup orang-orang yang dicintainya.
Saya menyangsikan jika ada orang ngaku hidup untuk Tuhan.
Dan Tuhan pun pasti tidak butuh pengakuan manusia….
Juga tidak butuh pengakuan …bahwa anda atheist. :) ))

Hanya manusia yang perlu mendengarkan pengakuan manusia…
karena manusia butuh teman……tapi Tuhan tidak.

DjayaWikarta

>
> Jadi, kenapa hari ini saya masih seorang ateis? Karena sepertinya – namun bisa saja ini salah – hal inilah yang benar!
>
> Wassalam,
> Xyzman Irsad Adam
> ateis@yahoogroups.com

0 Tanggapan ke “CECERAN DISKUSI”



  1. No Comments Yet

Tinggalkan Balasan

Anda harus login untuk menuliskan komentar.