<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>DjayaWikarta</title>
	<atom:link href="http://djayawikarta.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://djayawikarta.wordpress.com</link>
	<description>Just another Ordinary People</description>
	<lastBuildDate>Tue, 11 Nov 2008 22:33:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='djayawikarta.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>DjayaWikarta</title>
		<link>http://djayawikarta.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://djayawikarta.wordpress.com/osd.xml" title="DjayaWikarta" />
	<atom:link rel='hub' href='http://djayawikarta.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Berkuasa itu gampang&#8230;</title>
		<link>http://djayawikarta.wordpress.com/2008/11/11/berkuasa-itu-gampang/</link>
		<comments>http://djayawikarta.wordpress.com/2008/11/11/berkuasa-itu-gampang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 22:25:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djayawikarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Demokratisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://djayawikarta.wordpress.com/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[Mirip di lembur saya di pelosok Kiaracondong Bandung&#8230;.dulu. Pak Haji Mahmud tuan tanah adalah orang paling kaya. Sopandi buruh pabrik, bekerja 12 jam sehari adalah paling rajin, Dan Agus mahasiswa satu-satunya&#8230;.adalah orang paling pintar Tapi yang berkuasa di Kiaracondong&#8230; si Aep jegger tanpa pesaing. Saat pak Mahmud atau Sopandi atau Agus mendapat kesulitan uang&#8230; maka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=djayawikarta.wordpress.com&amp;blog=791112&amp;post=247&amp;subd=djayawikarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mirip di lembur saya di pelosok Kiaracondong Bandung&#8230;.dulu.<br />
Pak Haji Mahmud tuan tanah adalah orang paling kaya.<br />
Sopandi buruh pabrik, bekerja 12 jam sehari adalah paling rajin,<br />
Dan Agus mahasiswa satu-satunya&#8230;.adalah orang paling pintar</p>
<p>Tapi yang berkuasa di Kiaracondong&#8230; si Aep jegger tanpa pesaing.</p>
<p>Saat pak Mahmud atau Sopandi atau Agus mendapat kesulitan uang&#8230;<br />
maka semua penduduk tenang-tenang saja.<br />
Tapi saat si Aep kehabisan uang&#8230;. maka semua penduduk kerepotan.</p>
<p>Mr Gordon Brown PM Inggris sedang tetirah ke negara-negara Arab.<br />
Konon dia sedang mewakii suara negara MAJU, Memohon agar negara-<br />
negara Arab itu sudi berbelas kasihan mengucurkan sedikit isi<br />
dompetnya untuk menyelamatkan ekonomi dunia.</p>
<p>Toyota, Honda, Suzuki, Daihatsu, Mitsubishi, Yamaha, Isuzu, toshiba,<br />
Sony, Canon, Nikon, Asahi Pentax, Fujitsu, JVC..ternyata nama-nama jepang.<br />
Hyundai, KIA, Daewoo, LG&#8230;ternyata nama-nama Korea.</p>
<p>Spring Roll, acar timun, sikat gigi, sepatu, christmas gift,<br />
boneka dan semua mainan anak di &#8220;R&#8221; Us Toys, sampai barang-barang<br />
elektronik di kamar mandi, di dapur sampai di tempat tidur,<br />
ternyata semua made in China.</p>
<p>Negara Arab hanya punya banyak uang<br />
Jepang dan Korea hanya punya kepintaran<br />
China hanya punya banyak tenaga kerja yang rajin</p>
<p>Tapi negara pemimpin ekonomi dunia dan adikuasa&#8230;<br />
hanya USA &#8230;.<br />
Saat USA kesulitan uang&#8230;maka seluruh dunia harus direpotkan.</p>
<p>Pemimpin kekuasaan&#8230;sepertinya tidak perlu banyak uang&#8230;<br />
tidak perlu pintar&#8230;dan juga tidak perlu rajin bekerja.<br />
karena pemimpin kekuasaan hanya untuk merepotkan orang-orang.</p>
<p>Semakin banyak orang yang ikutan repot,<br />
maka semakin mumpuni dia berkuasa&#8230;</p>
<p>Mungkin benar, bahwa keberhasilan kepemimpinan tidak diukur<br />
dari berapa keuntungan atau berapa triliun rupiah yang dikumpulkan.<br />
tapi diukur dari tingkat partisipasi&#8230;.<br />
Termasuk partisipasi jumlah orang yang direpotkan&#8230;</p>
<p>Dan kita-kita semua tidak kaya, tidak pintar&#8230;dan juga<br />
belum tergolong sebagai orang yang sanggup bekerja keras&#8230;</p>
<p>So&#8230;kenapa kita tidak mencoba menjadi pemimpin yang berkuasa ?.</p>
<p>November 2, 2008</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/djayawikarta.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/djayawikarta.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/djayawikarta.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/djayawikarta.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/djayawikarta.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/djayawikarta.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/djayawikarta.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/djayawikarta.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/djayawikarta.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/djayawikarta.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/djayawikarta.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/djayawikarta.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/djayawikarta.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/djayawikarta.wordpress.com/247/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=djayawikarta.wordpress.com&amp;blog=791112&amp;post=247&amp;subd=djayawikarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://djayawikarta.wordpress.com/2008/11/11/berkuasa-itu-gampang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4ec9ab2a762d4d455969728212da1862?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">djayawikarta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indonesia Tanah Aiiiir Beeeta</title>
		<link>http://djayawikarta.wordpress.com/2008/09/12/indonesia-tanah-aiiiir-beeeta/</link>
		<comments>http://djayawikarta.wordpress.com/2008/09/12/indonesia-tanah-aiiiir-beeeta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 23:44:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djayawikarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[dari RANTAU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://djayawikarta.wordpress.com/?p=237</guid>
		<description><![CDATA[Aneh memang, sejak jauh dari tanah air, jauh dari tanah pusaka, saya jadi suka sekali lagu Ismail Marzuki yang ternyata berjudul Indonesia Pusaka, dan bukan &#8220;Indonesia tanah air Beta&#8221; seperti yang saya yakini selama ini. Tentu ini bukan karena semakin engkau jauh semakin aku tahu&#8230; Ada kenikmatan yang susah diceritakan saat mendengarkannya, terutama saat mendengar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=djayawikarta.wordpress.com&amp;blog=791112&amp;post=237&amp;subd=djayawikarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aneh memang, sejak jauh dari tanah air, jauh dari tanah<br />
pusaka, saya jadi suka sekali lagu Ismail Marzuki yang<br />
ternyata berjudul Indonesia Pusaka, dan bukan &#8220;Indonesia<br />
tanah air Beta&#8221; seperti yang saya yakini selama ini.<br />
Tentu ini bukan karena semakin engkau jauh semakin aku tahu&#8230;</p>
<p>Ada kenikmatan yang susah diceritakan saat mendengarkannya,<br />
terutama saat mendengar &#8220;&#8230;.tempat berlindung dihari tua&#8221;.<br />
Mirip kenikmatan saat duduk dikursi Roller Coaster yang<br />
sedang meluncur menurun dengan kecepatan tinggi. Kombinasi<br />
nikmat antara harapan, kecintaan sekaligus kekhawatiran.</p>
<p>Mungkin karena berharap menikmati lagu Indonesia Pusaka<br />
ini pula saya selalu bersemangat ikutan setiap acara<br />
17-Agustusan bersama teman-teman warga Indonesia di<br />
Isle of Wight.</p>
<p>Acara peringatan hari Kemerdekaan RI ke 63 kemarin<br />
seperti biasa, seperti dimanapun selalu dimotori oleh<br />
para ladies, ibu, tante, mbak dan teteh. Namanya juga<br />
ulang tahun Ibu Pertiwi. Para bapak, pak-de, oom, mas,<br />
akang, blek dan any other gentleman cukup jadi pembantu<br />
umum saja, ngangkat-ngangkat dan manjat-manjat meja.</p>
<p>Anak-anak yang English nya lebih bisa difahami orang<br />
Inggris bertugas menjadi pengisi acara. Berlomba,<br />
bernyanyi, menari, main musik, deklamasi, fashion<br />
show dan apapun yang bisa mereka lakukan. Karena seperti<br />
judulnya lagu Sting the Police ..&#8221;every little thing<br />
she does is magic..&#8221;. Dan semua orang suka keajaiban.</p>
<p>Acara puncak peringatan diselenggarakan hari Sabtu<br />
tanggal 23 Agustus 2008, di St Andrew Community Hall.<br />
Gedung bekas gereja yang disumbangkan kepada Council,<br />
Pemkot Isle Of Wight untuk gedung serbaguna seluruh<br />
warga. Siapapun boleh mempergunakan.</p>
<p>Kita, warga Indonesia sebenarnya meminjam gedung untuk<br />
pemakaian 5 jam, dari jam 1 siang sampai jam 6 sore.<br />
Tapi fihak Pemkot sepertinya maklum, makanya sebelum<br />
kita minta maaf, kita diperbolehkan mulai buka kunci<br />
untuk &#8220;beres-beres&#8221; persiapan sejak hari Jumat-nya.<br />
Petugas Council rupanya tahu, lima jam mana cukup<br />
untuk</p>
<p>Seolah mengikuti bilangan tahun merdeka, acara kali ini<br />
pun dimeriahkan oleh lebih 63 warga. Terdiri dari 17<br />
umpi, Indonesian citizen dan juga British citizen yang<br />
masih memiliki setetes darah dan sekerat hati Indonesia.</p>
<p>Jumlah 63 orang tentu sangat kecil dibanding 234 juta<br />
penduduk Indonesia yang merayakan 17 Agustusan. Tapi<br />
kemeriahan, keceriaan, kekhidmatan dan rasa kecintaan<br />
yang tumbuh disaat perayaan rupanya tidak pernah peduli<br />
dengan bilangan.</p>
<p>Jumlah 63 orang tidak pernah kekurangan penonton dan<br />
juga tidak pernah kekurangan penampil. Tidak kekurangan<br />
pengunjung dan juga tidak kekurangan panitia. Karena<br />
ternyata jumlah panita 63, penonton 63, tamu 63 dan<br />
artis juga ada 63 orang. Kalau bukan kita-kita memang<br />
siapa lagi&#8230;. 63 orang harus bertanggung jawab untuk<br />
terciptanya keceriaan 63 orang.</p>
<p>Saya sering bermimpi, andai yang berperan dan peduli<br />
dengan &#8220;keceriaan 234 juta warga negara Indonesia&#8221; pun<br />
sebanyak 234 juta pula. Tentu akan elok sekali jika tidak<br />
ada lagi warga negara yang hanya jadi warga penonton.<br />
Akan elok pula jika tidak lagi ada warga yang terasing<br />
karena tidak bisa ikutan ceria.</p>
<p>Saya doyan 17-Agustusan sebenarnya sudah sejak baheula<br />
jaman anak-anak. Dulu waktu di Bandung, saya yang selalu<br />
dengan sengaja memaksa setiap acara 17-an supaya ada<br />
upacara-nya, ada nyanyi Indonesia Raya nya. Tapi sekarang<br />
disini, sepertinya semua orang yang memaksa harus ada<br />
upacara lengkap dengan Indonesia Raya. Dan saya cuma<br />
nambah persyaratan, supaya ada lagu Indonesia Pusaka juga.</p>
<p>Alasan pemilihan waktu perayaan tanggal 23 juga lebih<br />
banyak karena ikut kebiasaan di Indonesia. Mirip<br />
penyelenggaraan acara Halal-Bihalal, selain di Istana,<br />
perayaan warga selalu diselenggarakan sesudah D-Day.<br />
Alasan lain karena tanggal 17 merupakan hari Minggu<br />
yang tersisa yang cocok untuk lomba karaoke. Dan Karaoke<br />
cocok untuk menyanyikan lagu apapun selain lagu-lagu<br />
Indonesia raya atau Indonesia Pusaka.</p>
<p>Kita rupanya sekalipun hanya Republik Indonesia kelas<br />
Fillial yang jauh dari Jakarta. Tapi tetap saja merasa<br />
harus menempatkan upacara 17-Agustusan sebagai upacara<br />
sakral dan harus khidmat. Dan lomba karaoke sangat jauh<br />
dari sakral, lomba karaoke adalah kesempatan eksplorasi<br />
semua lagu Indonesia mulai lagu-lagu dangdut Meggy Z<br />
sampai lagu-lagu Sunda Nining Maeda.</p>
<p>Untuk keperluan juri lomba karaoke, kita tidak mengundang<br />
juri dari IKJ Jakarta, tidak juga mengundang dosen London<br />
Music School. Kita memberdayakan kuping yang ada. Saat<br />
anak-anak berkaraoke maka semua the ladies jadi juri.<br />
Saat ibu-ibu berlomba, maka bapak-bapak yang jadi juri.<br />
Juga saat bapak-bapak berdangdut ria, maka anak-anak yang<br />
hiruk-pikuk memberikan score.</p>
<p>Acara puncak perayaan dibuka tepat 56 menit lebih dari<br />
waktu yang ditetapkan. Prosedur dan urut-urutan upacara<br />
plek persis sama dengan yang biasa kita lihat di TVRI.<br />
Ada sambutan presiden republik cabang Isle of Wight,<br />
ada lagu Indonesia Raya dengan iringan MP3, ada lagu<br />
Sukur dan Hari Merdeka. Perayaan cukup afdol tampaknya.</p>
<p>Tapi tetap saja saya merasa ada yang kurang. Ketika saya<br />
dekati pembawa acara, saya coba tanya dengan berbisik..<br />
&#8220;Lagu Indonesia Pusaka nya kapan dinyanyikan ?&#8221;.</p>
<p>&#8220;Ooo lagu itu sudah dihapus, dibatalkan sama Daddy&#8230;.&#8221;.</p>
<p>Ha ha, saya bisa menebak siapa yang membatalkannya.<br />
Soalnya mungkin pengalaman tahun-tahun lalu&#8230; setiap<br />
kali menyanyikan lagu Indonesia Pusaka, gak pernah tuntas.<br />
Suara selalu tersekat di tenggorokan. Dan jadi ingin<br />
segera pulang&#8230;<br />
Entahlah, apa Ismail marzuki dulu sadar saat menciptakan<br />
lagu ini, lagu yang tampaknya memaksa para perantauan<br />
untuk tidak menjadi kacang yang lupa akan kulitnya.</p>
<p>Tapi penghapusan lagu dari acara memang ada benarnya.<br />
Terbukti, semua yang hadir ikut hiruk-pikuk, tidak lagi<br />
pikiran tenggelam atau melayang kekampung halaman.<br />
Jalani saja apa yang didepan mata dan nikmati kemerdekaan<br />
sebagaimana burung camar yang lebih memilih tetap<br />
terbang daripada sekedar berkumpul untuk makan kenyang&#8230;</p>
<p>Tapi, itu semua sekedar kutipan dari novel fabel laris<br />
Jonathan Livingstone Seagull karangan Richard Bach.<br />
karena saya masih saja memimpikan syair lagunya Ismail Mz.<br />
&#8230;.. tempat berlindung dihari tua&#8230; katanya.</p>
<p>Dibawah kursi tempat saya duduk, ada dua boks biola.<br />
Dua anak remaja kita sedang nunggu antrian mau tampil.<br />
Dan&#8230;thanks God&#8230; waktu saya tanya mau mainkan apa,<br />
&#8220;Indonesia Pusaka ooom&#8230;&#8221;. Jawabnya seolah koor.</p>
<p>Dan saya, segera menyiapkan kertas tissue&#8230;<br />
Bersiap untuk mengingat kemerdekaan yang telah saya<br />
miliki sehingga saya bisa pergi kemana saja&#8230;.<br />
Sekaligus bersiap menghayalkan kemerdekaan yang<br />
harus dipertahankan andai saya pulang nanti&#8230;<br />
Atau juga cuma bersiap untuk nangis sebagai hiburan&#8230;</p>
<p>Betul saja, sekalipun biola tidak bisa berkata-kata<br />
tapi alunan nada-nya mampu menyampaikan pesan&#8230;<br />
pesan bagi kita semua yang telah mendapat kemerdekaan<br />
atau bagi kita yang sudah merasa merdeka.</p>
<p>Juga anak-anak yang hanya berceloteh riang, berlari,<br />
menari, tertawa, bernyanyi dan sekalipun tidak mengatakan<br />
sepatahpun kata &#8220;merdeka&#8221; tapi mereka betul-betul merdeka.</p>
<p>Untuk mereka, masih akan ada puluhan 17-Agustusan lagi<br />
yang akan mereka alami&#8230; disini. Nun jauh dari tempat<br />
berlindung di hari tua&#8230;<br />
tempat yang ditawarkan Ismail Marzuki.</p>
<p>Dan sepuluh atau belasan tahun lagi mereka akan bebas<br />
memilih tempat berlindung. Apakah akan memilih tempat<br />
yang ditawarkan Ismail Marzuki atau pilih tempat lain&#8230;?.</p>
<p>&#8220;it&#8217;s depends&#8230;.&#8221;, ini jawaban otomatis anak-anak.</p>
<p>Dan ibu-bapaknya&#8230;. cuma ikutan anak-anak.</p>
<p>St Andrew, 20080823</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/djayawikarta.wordpress.com/237/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/djayawikarta.wordpress.com/237/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/djayawikarta.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/djayawikarta.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/djayawikarta.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/djayawikarta.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/djayawikarta.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/djayawikarta.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/djayawikarta.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/djayawikarta.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/djayawikarta.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/djayawikarta.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/djayawikarta.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/djayawikarta.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/djayawikarta.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/djayawikarta.wordpress.com/237/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=djayawikarta.wordpress.com&amp;blog=791112&amp;post=237&amp;subd=djayawikarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://djayawikarta.wordpress.com/2008/09/12/indonesia-tanah-aiiiir-beeeta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4ec9ab2a762d4d455969728212da1862?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">djayawikarta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gerry tidak pernah faham . . . .</title>
		<link>http://djayawikarta.wordpress.com/2008/08/02/gerry-tidak-pernah-faham/</link>
		<comments>http://djayawikarta.wordpress.com/2008/08/02/gerry-tidak-pernah-faham/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Aug 2008 20:54:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djayawikarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[dari RANTAU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://djayawikarta.wordpress.com/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Why,..kenapa rencana holiday kamu mesti tergantung kesibukan kantor ?&#8221;, Gerry, yang mengaku orang Sussex bertanya. Sepuluh jari tangannya terjalin dengan kedua siku bertumpu diatas meja. Kedua bahunya sedikit melengkung kedepan seolah terbebani oleh kepalanya yang berat. Dua bola biru tosca menatap tajam diantara kelopak matanya yang berkantung lembab, tanda usia perjalanan hidup telah jauh dilaluinya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=djayawikarta.wordpress.com&amp;blog=791112&amp;post=234&amp;subd=djayawikarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Why,..kenapa rencana holiday kamu mesti tergantung kesibukan kantor ?&#8221;,<br />
Gerry, yang mengaku orang Sussex bertanya. Sepuluh jari tangannya<br />
terjalin dengan kedua siku bertumpu diatas meja. Kedua bahunya sedikit<br />
melengkung kedepan seolah terbebani oleh kepalanya yang berat.</p>
<p><span class="yshortcuts">Dua</span> bola biru tosca menatap tajam diantara kelopak matanya yang<br />
berkantung lembab, tanda usia perjalanan hidup telah jauh dilaluinya.<br />
Saya yang duduk tepat lurus dalam arah tatapannya hanya bisa tergagap.<br />
<span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Hanya</span> bisa melipat-lipat bibir dan tidak tahu harus menjawab apa.</p>
<p>Sekarang sekalipun baru masuk senja, tapi sudah jam 10 malam, dan<br />
pertanyaan dia tadi pagi masih tetap terngiang. Ya, kenapa saya harus<br />
menyesuaikan rencana liburan saya dengan kantor. Kenapa untuk<br />
bersenang-senang harus menunggu petunjuk dari orang lain. Padahal,<br />
kantor atau siapapun, pasti punya rencananya sendiri, pasti pula punya<br />
kesenangan masing-masing.</p>
<p>Gerry baru gabung sebulan yang lalu, sebelumnya kerja di Farnborough<br />
menggarap proyek euro-fighter, katanya. Sebelumnya lagi, hampir 40<br />
tahun kerja sebagai &#8220;kontraktor&#8221; .. yaaa kemana-mana. Dia sudah tidak<br />
ingat lagi nama-nama perusahaan atau proyek yang pernah disinggahinya.</p>
<p>&#8220;Amazing&#8230;. even two years&#8230; is really&#8230;too long&#8230;&#8221;, saya ingat<br />
komentar yang selalu saya dengar setiap kali saya menjawab&#8230;.<br />
&#8220;Saya sudah hampir tiga tahun bekerja disini&#8230;&#8221;. dengan bangga.</p>
<p>Saya tidak yakin si Gerry juga akan bersama saya lebih dari 6 bulan,<br />
karena 2 minggu lalu dia berbicara lama melalui mobile-phonenya, dia<br />
dengan suara kencangnya bernegosiasi pay-rate dan starting date.<br />
Untuk mereka, selalu saja semudah mencari semudah meninggalkan.<br />
Easy come easy go&#8230;. ah.</p>
<p>Persis teman-teman lain saat baru masuk yang kemudian sudah pula<br />
minggat keluar, dia juga mengeluh soal cost of living di Pulau.<br />
&#8220;Disini serba mahal tapi nice place and very quite..&#8221;, katanya saat<br />
dulu pertama datang dan langsung cerita segala macam termasuk kalau<br />
dia sedang mencari pub seputar Newport. Tapi saya diam.</p>
<p>Sama seperti hampir semua englishman diatas angkatan Mick Jagger<br />
yang saya kenal, Gerry juga mencari pub untuk menghabiskan seluruh<br />
off-hours dari kegiatan rutin-nya bekerja. Seperti dulu dia bilang,<br />
&#8220;Ya..saya sedang memilih-milih living room&#8230;&#8221;, sambil terkekeh.</p>
<p>Dan saya sudah belajar untuk diam, untuk &#8220;sabar&#8221; seperti englishman,<br />
untuk tidak beramah-tamah bertanya &#8220;Lalu keluarga kamu bagaimana ?&#8221;<br />
Kecuali kalau saya ingin melihat dua alis dan kening berkerut.<br />
Karena Pub untuk mereka sudah lama telah menjadi &#8220;ruang keluarga&#8221;,<br />
tapi pub juga bukan tempat untuk melarikan diri dari keluarga&#8230;</p>
<p>Tentu saja sumpah, saya belum berpikir untuk &#8220;punya&#8221; Pub, karena<br />
saya tidak sedang lari dan tidak juga sedang mencari keluarga.</p>
<p>Saya hanya sedang kepikiran, kenapa seluruh waktu yang saya miliki<br />
harus dedicated untuk kepentingan &#8220;kantor&#8221; tempat saya bekerja.<br />
Padahal, kantor saya bukan pub dan juga pasti bukan keluarga&#8230;.</p>
<p>Sampai jam 12 tengah malam sekarang, mata tosca Gerry serasa<br />
mulai memudar menjadi abu-abu. Namun semakin lekat menatap.<br />
Menunggu jawaban tapi mulai tanpa banyak berharap.<br />
Sekarang, semua ingatan percakapan tadi pagi bertambah lengkap.<br />
Muka putih, rambut putih, kumis putih tampak jelas mengkilap.</p>
<p>Namun kata tanya ini pun tidak juga mau menguap.<br />
&#8220;Why,..kenapa rencana holiday kamu mesti tergantung kesibukan kantor ?&#8221;,<br />
Atau kenapa harus bilang, pekerjaan masih menumpuk dikantor ?.</p>
<p>tadinya saya ingin bilang, karena saya work-alcoholic. &#8230;.<br />
tapi sebelum saya menarik selimut&#8230;..<br />
sebelum pikiran jernih yang tersisa mulai tercerabut<br />
Saya sungguh-sungguh mulai ingat&#8230; dan sungguh-sungguh takut.</p>
<p>Karena ternyata bukan liburan yang yang sulit dilakoni&#8230;.<br />
tapi justru karena pekerjaan yang tidak pernah mudah dicari.<br />
Not easy come&#8230; so not easy to let her go.</p>
<p>bahkan ditinggal untuk sejenak holiday ?.<br />
Ya Gerry&#8230; kamu tidak akan pernah faham, karena kamu beruntung.</p>
<p>Tapi semoga saja, anak-anak saya kelak juga tidak akan pernah faham&#8230;.<br />
kenapa liburan selalu berat untuk dipikirkan.</p>
<p>Thetis Road, 20080801<br />
Sutresna</p>
<p>&#8212;&#8211; Just another ordinary people &#8212;&#8212;<br />
&#8212;- <a rel="nofollow" href="http://djayawikarta.wordpress.com/" target="_blank"><span style="color:#003399;">http://djayawikarta .wordpress. com</span></a> &#8212;&#8212;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/djayawikarta.wordpress.com/234/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/djayawikarta.wordpress.com/234/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/djayawikarta.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/djayawikarta.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/djayawikarta.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/djayawikarta.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/djayawikarta.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/djayawikarta.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/djayawikarta.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/djayawikarta.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/djayawikarta.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/djayawikarta.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/djayawikarta.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/djayawikarta.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/djayawikarta.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/djayawikarta.wordpress.com/234/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=djayawikarta.wordpress.com&amp;blog=791112&amp;post=234&amp;subd=djayawikarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://djayawikarta.wordpress.com/2008/08/02/gerry-tidak-pernah-faham/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4ec9ab2a762d4d455969728212da1862?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">djayawikarta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sehat by accident</title>
		<link>http://djayawikarta.wordpress.com/2008/08/02/sehat-by-accident/</link>
		<comments>http://djayawikarta.wordpress.com/2008/08/02/sehat-by-accident/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Aug 2008 20:52:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djayawikarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[dari RANTAU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://djayawikarta.wordpress.com/?p=232</guid>
		<description><![CDATA[Setengah berjibaku saya merogohi semua kantung celana. Dada, paha dan perut dan terakhir jidat ditepuk-tepuk, tapi suara ringtone lagu Faith Hill &#8211; the way you love me &#8211; tetap mengalun sampai hampir sepenuh lagu. Dan akhirnya saya pun menyerah. Biarkan si cantik Faith Hill menghabiskan syair lagu riang-nya. &#8220;Your dance was amazing&#8230;.&#8221; , si Mike [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=djayawikarta.wordpress.com&amp;blog=791112&amp;post=232&amp;subd=djayawikarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setengah berjibaku saya merogohi semua kantung celana. Dada, paha<br />
dan perut dan terakhir jidat ditepuk-tepuk, tapi suara ringtone<br />
lagu Faith Hill &#8211; the way you love me &#8211; tetap mengalun sampai hampir<br />
sepenuh lagu. Dan akhirnya saya pun menyerah. Biarkan si cantik Faith<br />
Hill menghabiskan syair lagu riang-nya.</p>
<p>&#8220;Your dance was amazing&#8230;.&#8221; , si Mike teman kerja, migrant Aussie<br />
di seberang meja tiba-tiba menyadarkan kalau dari tadi saya<br />
memperagakan tari Saman. Cuma saja saya menepuk-nepuk paha dan<br />
dada sambil berdiri dan berjongkok.</p>
<p>Bunyi ringtone HP tidak berhenti oleh sekali dua tepuk. Tentu saja<br />
bukan karena HP saya super canggih. Bukan pula saya gugup karena<br />
ringtonenya bergaya anak remaja, tentu saja tidak. HP saya tidak<br />
berhenti berbunyi semata-mata karena memang tidak kena tepukan,<br />
dia ada dikolong meja.</p>
<p>Setelah saya melambaikan tangan ke sekeliling, say hello untuk<br />
teman-teman kerja yang jadi penonton. Lalu sedikit membungkuk<br />
memberi takzim dan meminta semua penonton untuk kembali menekuni<br />
pekerjaannya masing-masing. Dan pertunjukan tari saman pun usai.</p>
<p>Baru saja sang HP dalam genggaman, belum sempat melihat missed call.<br />
Faith Hill kembali bernyanyi riang. Tapi, kali ini saya sigap memijit<br />
tombol yang ada gambar telepon hijaunya.</p>
<p>&#8220;Helllooo, I am doctor Finch&#8230;.&#8221;, suara dari seberang jelas terdengar<br />
tapi bukan aksen English bukan pula British&#8230;.</p>
<p>&#8220;You are looking for your medical report, aren&#8217;t you..?&#8221; Pelahan dan<br />
kata-katanya jelas. Dan saya buru-buru bilang iya-iya. Dokter Finch<br />
adalah dokter yang menggantikan GP saya yang kebetulan sedang Holiday.</p>
<p>Minggu lalu saya diminta oleh NHS untuk test-darah, tentu saja saya<br />
bersungguh-sungguh ingin mendengar laporannya. <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Saya</span> beruntung, atau<br />
mungkin juga semua pasien immigran di Inggris beruntung. Karena<br />
hampir semua dokter yang praktek di Inggris&#8230;adalah juga immigran.<br />
Karena immigran maka ucapan English-nya jadi lebih jelas didengar.</p>
<p>Kebanyakan dokter disini import dari India, Germany, USA dan Spain.<br />
Perawatnya banyak aseli English dan Filipina. Dokter Finch yang<br />
mau-maunya memberi laporan panjang lebar dengan gratis pula, juga<br />
berasal dari Germany.</p>
<p>Sekalipun ucapannya jelas, tapi terus terang saja sebelum muncul<br />
kata-kata kolesterol, semua kata-kata dokter yang bisa saya fahami<br />
hanya kata-kata&#8230; .&#8221;It&#8217;s excellent&#8230; everything fine&#8230;OK&#8230; &#8220;.<br />
Banyak item yang disebut tapi saya cuma ingat excellentnya saja.<br />
dan saya pun mudah menanggapinya cukup dengan thank you-thank you.</p>
<p>Karena saya tahu, penyakit orang Indonesia yang kebetulan bisa cukup<br />
makan selalu tidak jauh dari Cholesterol atau juga <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">asam urat</span> dan<br />
overweight. Itu satu sisi, sementara sisi kedua juga rada extreem,<br />
kurus banget atau bahkan busung laper. Saya boleh jadi hampir masuk<br />
kedalam golongan extremis yeng kedua.</p>
<p>Menjelang akhir laporannya, doketr Finch nanya&#8230;&#8221;Any question ?&#8221;<br />
Kesadaran generik yang mendorong mulut saya berbunyi lagi-lagi<br />
&#8220;Cholesterol ?&#8221;, karena tadi penjelasan tentang cholesterol sedikit.</p>
<p>&#8220;Ya..ya.. your cholesterol very fine&#8230;.&#8221;, lumayan tegas dia.</p>
<p>Tentu saja saya pun bergegas bilang thank you berulang-ulang.<br />
Bisa thank-you untuk cholesterol saya yang fine, tapi jujur saja<br />
ucapan thank you saya lebih karena saya merasa di-manusia-kan. &#8230;</p>
<p>Menjadi manusia yang telah dengan sengaja ditelepon dokter Germany.<br />
Atau, juga justru dokter Finch yang memang lebih manusia karena<br />
mau-maunya memberi laporan hampir 15 menit dengan pordeo. Laporan<br />
kesehatan saya untuk kepentingan saya sendiri.</p>
<p>Tapi ketika saya merasa berkesempatan untuk nanya pantangan&#8230; .<br />
mulai nanya-nanya jenis-jenis makanan. Tiba-tiba dia memotong,<br />
&#8220;Hold on&#8230;hold on&#8230;do you eat meat ?&#8221;, pertanyaan rada aneh<br />
untuk saya, tentu saja rasanya semua orang suka daging.</p>
<p>Waktu saya balik tanya, kenapa nanya makan daging&#8230;.dia malah<br />
terdengar tertawa&#8230;.&#8221; It&#8217;s look like a vegetarian.. .&#8221;,.katanya.</p>
<p>Awalnya saya penasaran dengan komentar dia terakhir, tapi<br />
kemudian saya dapat pencerahan.. ..&#8221; Aha&#8230;dia tidak tahu kalau<br />
saya aseli orang Bandung sang pelahap segala raw vegetable.&#8221;</p>
<p>Dan kalaupun saya makan daging, maka pastilah tidak akan tersisa<br />
dalam aliran darah. Karena dua kerat daging dalam seminggu mana<br />
mungkin cukup tersisa, dipake untuk jalan kaki 30 menitpun kurang.</p>
<p>Boleh jadi, sesuai judul surat NHS tentang survey life-style.<br />
Semua life-style saya tidak ada yang sehat dan tidak menyehatkan.<br />
Tapi kesanggupan dan keikhlasan saya mengunyah raw vegetable plus<br />
terpaksa doyan menggenjot jempol kaki, merupakan satu-satunya alasan<br />
yang membuat dokter Finch bilang dengan ringan&#8230;.excellent &#8230;. katanya.</p>
<p><span class="yshortcuts">Cara hidup sehat</span> ternyata bisa juga karena &#8220;kecelakaan&#8221; atau memang nasib.</p>
<p>Whippingham, 20080730<br />
Sutresna</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/djayawikarta.wordpress.com/232/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/djayawikarta.wordpress.com/232/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/djayawikarta.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/djayawikarta.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/djayawikarta.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/djayawikarta.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/djayawikarta.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/djayawikarta.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/djayawikarta.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/djayawikarta.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/djayawikarta.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/djayawikarta.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/djayawikarta.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/djayawikarta.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/djayawikarta.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/djayawikarta.wordpress.com/232/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=djayawikarta.wordpress.com&amp;blog=791112&amp;post=232&amp;subd=djayawikarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://djayawikarta.wordpress.com/2008/08/02/sehat-by-accident/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4ec9ab2a762d4d455969728212da1862?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">djayawikarta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Kekacauan untuk Harmoni</title>
		<link>http://djayawikarta.wordpress.com/2008/07/25/tingkatkan-kekacauan-untuk-harmoni/</link>
		<comments>http://djayawikarta.wordpress.com/2008/07/25/tingkatkan-kekacauan-untuk-harmoni/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 23:04:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djayawikarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[dari RANTAU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://djayawikarta.wordpress.com/?p=230</guid>
		<description><![CDATA[PUSH TO THE LIMIT Ketika dulu dosen saya dengan ringannya menjelaskan hukum termodinamika tentang Entrophy, maka semua teman-teman sekelas saya dengan ringan pula memahaminya. Tapi terus terang saja saya malah mikir yang lain-lain. Dan saya merasa wajar, Ketika kemudian nama teman-teman saya berbaris dalam deretan nilai A, B dan C, malah saya mendapat nilai F [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=djayawikarta.wordpress.com&amp;blog=791112&amp;post=230&amp;subd=djayawikarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PUSH TO THE LIMIT</p>
<p>Ketika dulu dosen saya dengan ringannya menjelaskan<br />
hukum termodinamika tentang Entrophy, maka semua<br />
teman-teman sekelas saya dengan ringan pula memahaminya.<br />
Tapi terus terang saja saya malah mikir yang lain-lain.</p>
<p>Dan saya merasa wajar, Ketika kemudian nama teman-teman<br />
saya berbaris dalam deretan nilai A, B dan C, malah saya<br />
mendapat nilai F yang lain-lain daripada yang lain.</p>
<p>Ada kata-kata sakti yang menempel selama hampir 30 tahun,<br />
yang mungkin membuat saya mendapat nilai lain dari yang lain.</p>
<p>&#8220;Yaa kalau kamu susah nangkep Entrophy sebagai tingkat keadaan,<br />
maka ambil gampangnya saja, anggap saja Entrophy itu semacam<br />
tingkat kekacauan&#8221;. Saya ingat dosen gagah saya, God bless him.</p>
<p>Analisa apapun penuh dengan idealisasi, dan sesungguhnyalah<br />
tidak ada proses di alam yang sempurna. Kurang lebih demikian<br />
ilham yang berdengung dalam rongga kepala saya sampai sekarang.</p>
<p>Ajaib, setelah itu saya bisa lulus mata kuliah Termo-II, barengan<br />
dengan yunior-yunior jauh dibawah saya tentu saja.</p>
<p>Tapi seperti biasa, kelulusan dari suatu mata kuliah tidak pernah<br />
identik dengan pemahaman. Lulus boleh dengan nilai apasaja,<br />
tapi pemahaman juga bisa kemana saja.</p>
<p>Dari kata &#8220;kekacauan&#8221; yang dulu mungkin dengan canda dilontarkan,<br />
tapi isi kepala saya malah meng-imaninya kemudian sebagai CHAOS&#8230;.<br />
Sekaligus merasa menjadi orang yang sangat BIJAK bestari&#8230;</p>
<p>Setiap upaya orang, setiap kegiatan orang dan setiap kegiatan<br />
yang dilakukan seseorang akan selalu meninggalkan jejak chaos&#8230;<br />
selalu menghasilkan entrophy. Maka kita akan bisa mengukur nilai<br />
jerih-payah orang dari jumlah entrophy yang tercecer, dari berapa<br />
besar tingkat kekacauan atau level chaos yang dihasilkan.</p>
<p>Kedengaran absurd, tapi that&#8217;s abolutely work.</p>
<p>Lalu berulang-ulang sampai barusan adik-adik, kakak dan sobat-sobat<br />
saya memberi laporan situasi tanah air terkini.<br />
&#8220;Yaa begitulah, situasi masih TETAP KACAU seperti dulu kamu pergi&#8221;</p>
<p>Kakak saya mengulang kalimat ini setiap kali saya menunjukkan<br />
tanda-tanda rindu anak atau rindu lotek atau rindu Pangalengan.<br />
Tapi seperti biasa, kali ini lagi-lagi mendengar kata KACAU, saya<br />
kembali ingat yang lain-lain. Malah ingat level Entrophy masih tetap<br />
seperti sedia-kala. Kekacauan masih seperti dulu-dulu juga.</p>
<p>Saya serasa mendengar kuliah lagi, serasa disadarkan bahwa proses<br />
ditanah-air belum sempurna. Dan memang mustahil sempurna.</p>
<p>Dan tentu, pilihan pulang atau jadi &#8220;traitor&#8221; tidak lagi tergantung<br />
level Entrophy. Juga bukan karena kekacauan masih marak merajalela<br />
ditanah air tercinta. Karena kesempurnaan sekedar bagian dari idealisasi.</p>
<p>Kesempurnaan sekedar harapan. Sebagaimana orang-orang hanya bisa<br />
berharap lahirnya HARMONI yang menjadi ciri indahnya kehidupan surgawi.</p>
<p>Tapi, tunggu dulu&#8230;. bukankah HARMONI semata-mata ultimate-nya CHAOS ?.<br />
Bukankah harmoni juga artinya puncak atau muara dari segala kekacauan<br />
yang tiada tara ?.</p>
<p>Harmoni itu hening&#8230;.dingin. Tiada lagi panas mesin, tak perlu lagi<br />
ekonomi atau politik yang menghangat. Juga tiada lagi panas didalam hati.<br />
Dan pasti, harmoni tidak lagi perlu panas tubuh dari orang yang hidup.</p>
<p>Jika ternyata entrophy yang menjadi ukuran jejak kehidupan, jejak panas.<br />
Dan pula harmoni menjadi ultimate kesempurnaan, akhir dari kekacauan<br />
sekaligus menjadi impian kita semua&#8230;&#8230; tapi mustahil ada orang<br />
yang mau memasukinya. &#8230; kecuali mungkin suicide bomber.</p>
<p>Maka masalah utama keluhan adik-adik, kakak dan sobat-sobat saya ditanah<br />
air&#8230;..adalah karena justru &#8220;KEKACAUAN MASIH TETAP seperti dulu&#8230;&#8221;</p>
<p>Yang bisa diartikan, panas tidak, dingin-pun tidak, dan juga tidak ada<br />
perubahan. Memanas tidak, tapi mati sekalian pun tidak.</p>
<p>Karena saya ingin pulang dan ingin ada perubahan, maka saya sekedar<br />
ngasih kemungkinan untuk adik-adik saya terutama yang ingin ada PROGRESSIO,<br />
supaya mau meningkatkan Entropny, meningkatkan kekacauan sampai limit<br />
mendekati ultimate. Sampai harmoni itu menyembul kepermukaan. &#8230;</p>
<p>Entrophy mungkin sekedar jejak panas, dan kekacauan sekedar jejak upaya.<br />
Jika kekacauan masih tetap cuma segitu-gitunya, bahkan mungkin sekedar<br />
warm like a cock&#8217;s shit&#8230; maka Harmoni masih jauh ..jauh sekali.</p>
<p>So, Push to the Limit&#8230;. sampai harmoni atau bahkan sang kebenaran itu<br />
terpaksa bersedia menampakkan diri.</p>
<p>Victoria Road, 20080725</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/djayawikarta.wordpress.com/230/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/djayawikarta.wordpress.com/230/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/djayawikarta.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/djayawikarta.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/djayawikarta.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/djayawikarta.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/djayawikarta.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/djayawikarta.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/djayawikarta.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/djayawikarta.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/djayawikarta.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/djayawikarta.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/djayawikarta.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/djayawikarta.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/djayawikarta.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/djayawikarta.wordpress.com/230/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=djayawikarta.wordpress.com&amp;blog=791112&amp;post=230&amp;subd=djayawikarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://djayawikarta.wordpress.com/2008/07/25/tingkatkan-kekacauan-untuk-harmoni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4ec9ab2a762d4d455969728212da1862?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">djayawikarta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memenuhi panggilan PUSKESMAS</title>
		<link>http://djayawikarta.wordpress.com/2008/07/13/memenuhi-panggilan-puskesmas/</link>
		<comments>http://djayawikarta.wordpress.com/2008/07/13/memenuhi-panggilan-puskesmas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 21:21:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djayawikarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[dari RANTAU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://djayawikarta.wordpress.com/?p=229</guid>
		<description><![CDATA[Soal peduli status kesehatan, mungkin saya termasuk orang yang seperti kata Sister Ken barusan bilang: &#8220;Whatever &#8230;.you just let your body flow.. going somewhere,&#8230;.. innit ?&#8221; Saya seperti biasa hanya menjawab dengan memamerkan deretan gigi. Habis mau apalagi, memang gak pernah merasa sakit kok. Juga waktu di Bandung, dokter yang bolak balik saya datangi hanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=djayawikarta.wordpress.com&amp;blog=791112&amp;post=229&amp;subd=djayawikarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Soal peduli status kesehatan, mungkin saya termasuk orang yang<br />
seperti kata Sister Ken barusan bilang: &#8220;Whatever &#8230;.you just<br />
let your body flow.. going somewhere,&#8230;.. innit ?&#8221;</p>
<p>Saya seperti biasa hanya menjawab dengan memamerkan deretan gigi.<br />
Habis mau apalagi, memang gak pernah merasa sakit kok. Juga waktu<br />
di Bandung, dokter yang bolak balik saya datangi hanya dokter gigi.</p>
<p>Mendatangi dokter gigi termasuk &#8220;low risk&#8221; tapi sekaligus darurat.<br />
Darurat, karena sakit gigi sangat mengganggu MOOD. Low Risk<br />
karena apapun kabar yang akan dikatakan dokter gigi pasti tidak<br />
akan jauh-jauh dari masalah rongga mulut. Masih jauh dari jantung.</p>
<p>Mungkin karena saya lebih takut mendapat kabar saya berpenyakit<br />
daripada betulan saya menderita sakit. Atau juga konon seperti<br />
pepatah Nabi Isa AS, katanya lebih banyak orang mati karena<br />
takut melihat kematian, daripada mati karena nyawanya melayang.</p>
<p>Hampir sebulan yang lalu saya mendapat surat undangan dari Cowes<br />
Medical Centre, puskesmas-nya pemkot Isle Of Wight untuk pemeriksaan<br />
kesehatan. Tapi ada penjelasan yang rada maksa, jika tidak merespon<br />
dalam waktu 5 minggu, maka puskesmas akan menelepon.</p>
<p>Undangan ini rada aneh datang ke saya, karena sejak 7 tahun lalu<br />
pertama masuk negeri ini dan wajib daftar NHS sekalian mendapat<br />
Nomor registrasi National Insurance, saya belum pernah dengan<br />
sengaja mempergunakan salah satu hak saya sebagai pembayar pajak.</p>
<p>Dulu pernah saya sekali mengunjungi St Marry Hospital. Itupun<br />
karena terpaksa. Teman-teman saya mendudukkan saya diatas kursi roda,<br />
lalu mereka rame-rame mendorongnya masuk rumah sakit. Saat itu,<br />
setelah tanya-tanya kepada teman yang ngantar, setelah periksa<br />
air seni, darah, denyut jantung dan X-Ray, dokter-dokter yang<br />
mengerubuti saya cuma bilang &#8220;Kamu harus banyak-banyak minum&#8221;.</p>
<p>NHS itu semacam Dinas Kesehatan Pemerintah di Indonesia, yang<br />
melayani kesehatan masyarakat dengan &#8220;gratis&#8221;. Tapi sesungguhnya<br />
di-dunia-ini tidak ada yang gratis. Pelayanan NHS dibiayai oleh<br />
pajak penghasilan dari setiap kepala. Tapi kualitas pelayanan<br />
sama untuk setiap orang, tidak peduli bayar pajak besar, kecil<br />
atau bahkan bagi yang tidak mampu bayar pajak.</p>
<p>Mungkin mirip istilah pejabat di Indonesia &#8220;subsidi silang&#8221;. Karena<br />
disini berlaku &#8220;jika seseorang nganggur maka yang salah pemerintah&#8221;.<br />
Dan jika lapangan kerja tersedia diseantero negeri, yang artinya<br />
banyak orang yang bayar pajak, maka itu juga karena pemerintah.<br />
Juga saya ingat, sepertinya pemerintah Inggris mengikuti kata-kata<br />
mang Dulloh guru ngaji saya 40 tahun lalu, katanya&#8230;<br />
&#8220;Dan diantara rejeki kamu terdapat rejekinya orang lain&#8221;.</p>
<p>Jadi, saya tentu saja &#8220;ikhlas&#8221;. Selalu bayar pajak lumayan badag.<br />
Tapi tidak pernah mempergunakan layanan kesehatan. Boleh jadi,<br />
sekalipun saya sangat menghormati mang Dulloh almarhum, tapi jujur<br />
saya memilih ikhlas semata-mata karena takut dengar temuan dokter.</p>
<p>Saya sampai di Medical Centre jam 3:45, karena sebelumnya sudah<br />
appointment dan waktunya jam 4:00 sore untuk bertemu Sister Ken<br />
nurse senior yang menangani soal-soal medis ecek-ecek. Kalau<br />
soal medis berat&#8230;. pasti saya gak akan mau datang. Just kidding.</p>
<p>Siser Ken nanya macam-macam, mulai gaya hidup, apa punya keluhan ?,<br />
apa punya turunan penyakit jantung ?, lalu minta saya ukur tekanan<br />
darah, timbang badan, ukur tinggi, Lalu &#8220;Excellent&#8230;!!!&#8221;, katanya.</p>
<p>Sekalipun sangat biasa dengar orang bilang excellent, tetap saja<br />
saya penasaran, &#8221; Ya&#8230;that&#8217;s excellent  174 60 110-70&#8230;&#8221;, dia<br />
menjelaskan sambil melihat grafik di layar komputer. Saya serasa<br />
melihat ibu Bidan Sutijah yang sedang melaporkan pertumbuhan bayi.</p>
<p>&#8220;Tujuh tahun lalu&#8230;berat kamu 54 &#8220;, Sister Ken tersenyum. Lalu<br />
&#8220;Olahraga rutin kamu apa&#8230;.? &#8220;, dia bertanya sambil tetap<br />
menghadap komputer.</p>
<p>&#8220;Saya tidak olah raga&#8230;.tapi tiap hari saya jalan kaki ke kantor.&#8221;,<br />
saya bilang sambil tetap mikir.</p>
<p>&#8220;That&#8217;s brilliant&#8230;. how long it takes ?&#8221;</p>
<p>&#8220;Dua kali 30 menitan&#8230;.kadang pulangnya lifting teman&#8230;&#8221;.</p>
<p>&#8220;Brilliant &#8230;excellent&#8230;excellent&#8230; kamu masih merokok ?&#8221;</p>
<p>Dan ini pertanyaan yang sangat saya tidak suka. Mikir sebentar,<br />
&#8220;Unfortunately masih&#8230;.&#8221;, saya jawab sambil malu-malu.</p>
<p>&#8220;Ooooo dear&#8230;.&#8221;, seolah dia menyesal telah kadung bilang excellent.</p>
<p>&#8220;Tapi&#8230;saya juga makan nicorette&#8230;&#8221;, saya bilang maksudnya<br />
sedang berusaha berhenti dengan makan obat anti nikotin.</p>
<p>&#8220;Sukses&#8230;.?&#8221;, kali ini dia sengaja memajukan kuris mendekat,<br />
penasaran rupanya dia.</p>
<p>&#8220;Sekarang 2 bungkus seminggu&#8230;&#8221;, saya jawab sambil berhitung.<br />
Tapi Sister Ken kembali balik menghadap komputer&#8230;.</p>
<p>&#8220;Kok&#8230;.7 tahun lalu kamu bilang sebungkus seminggu ?&#8221;, dia<br />
kali ini tertawa betulan.</p>
<p>&#8220;Anyway Sister&#8230; dulu saya sebungkus sehari, sekarang<br />
sebungkus 3 hari. Tapi kemajuan ini bukan karena Nicorette,<br />
bukan pula karena saya sadar kesehatan. Tapi karena takut<br />
kena denda&#8230;&#8221;. Saya jelaskan kesuksesan saya dengan jujur.</p>
<p>&#8220;Ha ha ha&#8230; amazing law, amazing government&#8230;innit ?&#8221;</p>
<p>Khusus soal amazing Law, saya setuju. Tapi kalau bilang setuju<br />
juga amazing government &#8230; itu mah pamali, tabu untuk saya.<br />
Apalagi Isle of Wight dikuasai mutlak partai conservative.</p>
<p>Ya betul, penegakkan hukum dan kejelasan hukum yang menjadikan<br />
negeri ini &#8220;maju&#8221; seperti sekarang. Tidak peduli pemerintahnya<br />
siapa. Tidak peduli masyarakatnya seperti apa.</p>
<p>Pajak lancar, sekolah gratis, pelayanan kesehatan gratis,<br />
sampah tidak menumpuk, lapangan kerja terus bertambah&#8230;<br />
hidup dipaksa lebih sehat&#8230; semuanya datang belakangan.</p>
<p>O iya&#8230; saya baru kali ini mau, saat dia menawarkan untuk<br />
general chek-up. &#8220;Bebas pilih hari&#8230;.&#8221; katanya meyakinkan.</p>
<p>&#8220;Kamu mau chek apa saja &#8230;tinggal contreng, isi form dan<br />
kamu datang sendiri ke St Marry Hospital&#8230;.&#8221;.</p>
<p>Sekarang saya lagi mikir berat, kalau-kalau nanti ditemukan<br />
ternyata saya penyakitan&#8230;&#8230;   gimana ?.<br />
Bukankah siswa SMA yang sehari-harinya cemerlang pun<br />
belum tentu lulus UAN atau lulus ujian masuk perguruan tinggi ?.<br />
Medical Centre, 20080711<br />
Sutresna</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/djayawikarta.wordpress.com/229/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/djayawikarta.wordpress.com/229/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/djayawikarta.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/djayawikarta.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/djayawikarta.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/djayawikarta.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/djayawikarta.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/djayawikarta.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/djayawikarta.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/djayawikarta.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/djayawikarta.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/djayawikarta.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/djayawikarta.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/djayawikarta.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/djayawikarta.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/djayawikarta.wordpress.com/229/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=djayawikarta.wordpress.com&amp;blog=791112&amp;post=229&amp;subd=djayawikarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://djayawikarta.wordpress.com/2008/07/13/memenuhi-panggilan-puskesmas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4ec9ab2a762d4d455969728212da1862?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">djayawikarta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>diatas Floating Bridge&#8230;..saya hidup</title>
		<link>http://djayawikarta.wordpress.com/2008/07/13/diatas-floating-bridgesaya-hidup/</link>
		<comments>http://djayawikarta.wordpress.com/2008/07/13/diatas-floating-bridgesaya-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 21:18:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djayawikarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[dari RANTAU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://djayawikarta.wordpress.com/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[Floating Bridge, tapi islander lebih suka menyebutnya &#8220;Chain Ferry&#8221; karena &#8220;jembatan&#8221; ini berlayar bolak-balik merambati rantai. Mirip perahu getek penyebrangan di sungai-sungai Jakarta yang merambati tali dengan nakhoda yang merangkap sebagi mesin penggerak. Saya tiap hari pergi ke tempat kerja selalu harus nunggu Chain Ferry untuk menyebrangi sungai, karena mustahil berenang. Saya tentu saja senasib [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=djayawikarta.wordpress.com&amp;blog=791112&amp;post=228&amp;subd=djayawikarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Floating Bridge, tapi islander lebih suka menyebutnya &#8220;Chain Ferry&#8221;<br />
karena &#8220;jembatan&#8221; ini berlayar bolak-balik merambati rantai. Mirip<br />
perahu getek penyebrangan di sungai-sungai Jakarta yang merambati<br />
tali dengan nakhoda yang merangkap sebagi mesin penggerak.</p>
<p>Saya tiap hari pergi ke tempat kerja selalu harus nunggu Chain Ferry<br />
untuk menyebrangi sungai, karena mustahil berenang. Saya tentu saja<br />
senasib dengan ibu-ibu atau anak-anak sekolah di Jakarta yang tiap<br />
hari harus nunggu perahu getek untuk nyebrang sungai banjir kanal.<br />
Saya tidak tahu, apa sekarang perahu-tambang masih beroperasi di<br />
sungai-sungai Jakarta.</p>
<p>Chain Ferry di Isle Of Wight adalah salah satu dari 5 yang tersisa<br />
diseantero Britain. Sudah beroperasi sejak tahun 1859, perahu getek<br />
yang masih beroperasi sekarang merupakan yang ke 9 dan bertenaga<br />
diesel. Tapi awalnya Chain Ferry memanfaatkan tenaga kuda.</p>
<p>Perahu getek yang pertama betul-betul ditarik seekor kuda. Tentu saja<br />
kuda-nya tidak perlu berenang disungai. Rantai dililitkan pada roda<br />
besi dipinggir sungai, dan sang kuda berjalan berkeliling. Lalu<br />
roda besi ikut berputar mengikuti kuda sekaligus menggulung dan menarik<br />
rantainya. Mechanical engineering terkadang sangat sederhana. Cuma saja<br />
untuk jadi manfaat memerlukan sedikit kecerdasan dan keberanian,<br />
keberanian untuk mencoba. Atau pake istilah sekolahan, punya visi.</p>
<p>Perahu getek ini muat sampai 16 mobil sedan ukuran 1300cc-an. Kalau<br />
truk besar juga ikutan masuk, maka jumlah mobil yang bisa diangkut<br />
juga berkurang. Kendaraan bermotor ditarik bayaran, tapi pengendara<br />
sepedah dan pengendara kaki seperti saya gratis. Tapi Umumnya di Inggris<br />
kendaraan bebas emisi seperti sepedah dan jempol kaki selalu gratis.</p>
<p>Floating Bridge berada tepat dimulut muara. Lebar sungai Medina disini<br />
150 meter pada saat highest tide, dan 75 meter pada saat the lowest.<br />
Sungai ini sibuk dengan lalulintas Yacht, motorboat dan kapal laut.<br />
Panjang sungai dari muara di Cowes sampai hulu di Newport sekitar 8 km.</p>
<p>Kapal laut hilir mudik masuk sungai mengangkuti BBM, bahan bangunan<br />
termasuk pasir dan batu, dan juga bahan baku dan hasil industri.<br />
Karena disepanjang aliran sungai menuju Newport dari Cowes ada beberapa<br />
pabrik, diantaranya komponen-komponen kapal, mobil dan pesawat. Serta<br />
yang selalu jadi pusat perhatian, pabrik Turbin Angin pembangkit listrik.</p>
<p>Dulu waktu pertama datang dan melihat Chain Ferry rasanya aneh. Kapal<br />
bermuatan mobil menyebrangi sungai dengan ditarik rantai yang tertambat<br />
dikedua tepi sungai. Sementara kapal dan perahu, santai saja melintasi<br />
sungai tanpa terjerat bentangan rantai.</p>
<p>Baru belakangan, setelah menyaksikan sendiri kejadian ada perahu layar<br />
cukup besar tersangkut rantai, saya bisa faham. Kejadian ini mengheboh<br />
kan, karena banyak penyebrang tertahan di kedua tepi Cowes dan East Cowes.</p>
<p>Jika selama ini, chain ferry bisa hidup rukun berdampingan secara damai<br />
dengan kapal-kapal yang melintasi rantai, ternyata bukan karena keajaiban.<br />
Juga bukan karena asal-asalan. Tapi semua karena mematuhi aturan. Aturan<br />
yang sebelumnya dibuat dan disusun dengan penuh perhitungan.</p>
<p>Accident, kejadian tersangkutnya kapal layar oleh bentangan rantai Floating<br />
Bridge ternyata karena saat itu si pengemudi kapal layar keasikan ngobrol<br />
dengan sang isteri. Padahal laut sedang surut, air sungai mengalir kearah<br />
laut dan kapal layar sedang keluar dari tempat parkir di Newport menuju laut.<br />
Mungkin saat itu pengemudi kapal layar yang berusia sekitar 70-an asik<br />
fokus ke laut dan lupa-daratan. Juga karena terlalu excited mau berlayar<br />
berdua dengan sang isteri tercinta merayakan ulang tahun perkawinan perak<br />
atau mungkin juga emasnya. Siapa tahu.</p>
<p>Si Fred tetangga saya bilang, accident terbandringnya kapal oleh rantai<br />
rata-rata antara 2 sampai 3 kali dalam setahun. Kejadiannya juga hampir<br />
selalu terjadi disaat musim panas seperti sekarang. Disaat banyak orang<br />
datang ke Isle of Wight untuk Yachting, berlayar bersenang-senang.</p>
<p>Alasan ini pula yang mungkin jadi alasan masyarakat dan pemerintah belum<br />
mau berkeinginan membangun terowongan bawah tanah melintasi sungai. Juga<br />
belum mau membangun jembatan permanen&#8230;. biayanya mahal katanya.<br />
Selain itu, Floating Bridge juga menjadi tontonan unik sekaligus<br />
menyediakan lapangan kerja warga pulau dan menjadi sarana &#8220;meeting point&#8221;.</p>
<p>Islander dan juga saya terpaksa harus ikutan bangga sebagai penghuni<br />
Isle Of Wight. Karena pulau ini punya sejarah panjang sebagai &#8220;tukang<br />
perahu&#8221;, juga sebagai rumah bersalin dari kendaraan yang serba amfibi.<br />
Mulai pesawat terbang amfibi sampai Hovercraft, kapal laut amfibi.</p>
<p>Dan dari sejarah &#8220;core industri&#8221; ini sekarang muncul &#8220;spin off&#8221;, pentalan<br />
berupa keahlian lain, keahlian composite, bahan struktur pengganti logam<br />
dan juga penggati kayu.</p>
<p>Mungkin karena mengikuti budaya pelopor dari kerajaan Inggris, yang selalu<br />
ingin yang pertama. Jika kebetulan bukan yang pertama, maka tanpa malu-<br />
malu kerajaan mengundang sekaligus membiayai para penemu dunia untuk<br />
mempraktekan dan menerapkan temuannya di tanah Inggris.</p>
<p>Dan karena itu Italian Marconi dengan radio telegrafinya, American Graham<br />
Bell dengan teleponnya beruntung dapat &#8220;beasiswa&#8221; dari kerajaan sekaligus<br />
praktek lapangan di laboratorium in-situ England.</p>
<p>Begitu juga dengan penerapan teknologi material Composite&#8230;.<br />
pada saat semua orang masih ragu apakah ekonomis, apakah layak composite<br />
dipake untuk strukture utama pesawat besar. Maka perusahaan Inggris yang<br />
ditanah Inggris, di Isle of Wight maksudnya menjadi yang pertama didunia<br />
menerapkan composite untuk rangka sayap pesawat sekelas Hercules.</p>
<p>Saya ingat, dulu teman kuliah sering diskusi memikirkan karir kedepan.<br />
&#8220;Apakah kamu mau jadi kepala kucing ataukah pilih jadi buntut macan ?&#8221;</p>
<p>Dan teman-teman kuliah saya pada gila, malah mereka jadi kepala macan.</p>
<p>Disini, saya cuma ikut numpang bangga sebagai bulu&#8230;..itupun entah<br />
macan, entah singa&#8230;juga entah kucing atau malah sekedar bulu tikus.</p>
<p>Tapi, saya selalu telepon ke anak-anak saya, bahwa bapaknya sekarang<br />
sedang menjadi bulu dari &#8220;nabi adam&#8221; nya harimau. Kalau ternyata<br />
bukan harimau, bapakmu sedang jadi bulu &#8220;nabi adam&#8221;nya kucing&#8230;</p>
<p>kalau juga ternyata bukan kucing&#8230;.maka nanti akan saya yakinkan<br />
pada anak-anak saya bahwa saya bekerja dengan para pelopor&#8230;.</p>
<p> </p>
<p>Floating Bridge, 20080713</p>
<p>Sutresna</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/djayawikarta.wordpress.com/228/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/djayawikarta.wordpress.com/228/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/djayawikarta.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/djayawikarta.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/djayawikarta.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/djayawikarta.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/djayawikarta.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/djayawikarta.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/djayawikarta.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/djayawikarta.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/djayawikarta.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/djayawikarta.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/djayawikarta.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/djayawikarta.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/djayawikarta.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/djayawikarta.wordpress.com/228/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=djayawikarta.wordpress.com&amp;blog=791112&amp;post=228&amp;subd=djayawikarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://djayawikarta.wordpress.com/2008/07/13/diatas-floating-bridgesaya-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4ec9ab2a762d4d455969728212da1862?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">djayawikarta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membeli Atmosfer Festival Musik Isle Of Wight 2008</title>
		<link>http://djayawikarta.wordpress.com/2008/06/26/membeli-atmosfer-festival-musik-isle-of-wight-2008/</link>
		<comments>http://djayawikarta.wordpress.com/2008/06/26/membeli-atmosfer-festival-musik-isle-of-wight-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 21:29:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djayawikarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[dari RANTAU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://djayawikarta.wordpress.com/?p=227</guid>
		<description><![CDATA[Jika bukan karena The Police, barangkali untuk saya Festival Musik Isle of Wight tahun ini akan sama dengan tahun-tahun kemarin. Atau hanya sekedar menjadi pengetahuan atau bahan bacaan, bahwa dulu disini pernah tampil Jimmy Hendrix, Bob Dylan, Supertramp, Joe Cocker, David Bowie, Donovan, The Who, Chicago, Bryan Adam, Rolling Stone dan ratusan nama-nama &#8220;besar&#8221; lainnya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=djayawikarta.wordpress.com&amp;blog=791112&amp;post=227&amp;subd=djayawikarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Jika bukan karena The Police, barangkali untuk saya Festival Musik Isle of Wight tahun ini akan sama dengan tahun-tahun kemarin. Atau hanya sekedar menjadi pengetahuan atau bahan bacaan, bahwa dulu disini pernah tampil Jimmy Hendrix, Bob Dylan, Supertramp, Joe Cocker, David Bowie, Donovan, The Who, Chicago, Bryan Adam, Rolling Stone dan ratusan nama-nama &#8220;besar&#8221; lainnya.</span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Festival Musik Isle Of Wight summer 2008 ini digelar selama 3 hari kemarin mulai Jumat tanggal 13 sampai Minggu 15 Juni. Tempat sama dengan Festival tahun 2007 di areal lapangan luas dipinggir sungai Medina. Dengan gerbang masuk dari Medina Leisure Centre kota Newport. </span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Ketika dua minggu lalu saya dengan bangga menyebut &#8220;orang-orang besar&#8221; yang pernah tampil di Festival Isle of Wight. Dan juga dengan antusias memberikan laporan bahwa saya akan nonton Sting dengan The Police dan Sex Pistol, maka diluar dugaan, dari seberang telepon anak saya dengan ringannya memotong,</span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">&#8220;Mereka itu siapa Pak ?&#8221;, dengan nada betulan polos tidak tahu. </span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Kecewa tentu saja, tapi untung saya ingat kata-kata Kahlil Gibran dalam prosa Sang Nabi, bahwa anakmu bukanlah kamu, mereka adalah milik masa depan yang mustahil menengok kamu yang ada dibelakang.</span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Dari 27 penampil di main-stage dan 27 lagi di panggung tertutup tenda biru, terus terang saya hanya kenal nama The Police, </span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Sex Pistol dan baru belakangan ingat juga nama Iggy &amp; The Stooges, dulu Iggy Pop. Ketiganya konon hidup di jaman Punk-Rock.</span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Untuk mengobati rasa kecewa, maka saya bacakan saja semua nama yang akan tampil yang tertulis dalam leaflet. Dan ajaib, anak-anak saya dari seberang berteriak-teriak, &#8220;Wah asyik dong, ada Sugababe &#8220;.</span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Juga mereka riuh saat saya sebutkan ada the Zutons, Kaiser Chief, NERD, the Kooks, the Hoosiers, Kate Nash sampai Newton Faulkner.</span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Dan kali ini saya sengaja balas, &#8220;Memangnya mereka itu siapa ?&#8221;.<br />
Tapi anak-anak saya malah berteriak, &#8220;Bapak jadul sih&#8230;&#8221;</span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Ya boleh jadi, The Police, Sex Pistol dan Iggy sekedar jaman dulu. Sekedar masa lalu tempat saya berdiri terpaku sampai<span>  </span>sekarang. Sementara anak-anak saya selalu bergerak cepat bersama perubahan bahkan mungkin bisa melesat lebih jauh kemasa<span>  </span>depan.</span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Saya beruntung atau kebetulan dapat tiket Festival karena si Jeff teman kerja saya batal nonton. Dia jual dengan harga aseli<span>  </span>110 Pounds, tiket tanpa camping. Harga tiket tentu saja mahal karena kalau dikurs sama dengan 2 juta rupiah. Tapi kalkulator<span>  </span>didalam<span>  </span>kepala saya sangat cepat berhitung, tiket itu untuk nonton 3 hari dan lebih 50 grup penyanyi.</span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Apalagi sebelumnya pernah saya dengar, tiket konser tunggal the Police atau Bon Jovi paling murah 45 pounds untuk 2 jam. </span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Tapi orang Inggris punya kalkulator sendiri dalam menghitung harga tiket. Dulu si Ken, lajang dari Manchester setelah pulang </span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">dari cuti nonton Festival Glastonburry bilang &#8220;&#8230;the atmospher is priceless..&#8221;</span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Maksudnya si Ken mungkin, harga &#8220;atmosfer&#8221; sungguh tidak ternilai. Dan dia saat itu seolah ingin mengajari saya untuk memberi harga sangat tinggi untuk sebuah atmosfer. Harga atmosfer yang tidak akan sanggup dibayar dengan rupiah atau pound-sterling berapapun.</span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Dan dengan alasan yang sama, saya juga kemarin anggap saja telah membeli atmosfer-nya Festival Music Isle Of Wight 2008. Bahwa kemudian saya bisa menikmati suara sound system yang berdegup terasa nyaman di-dada, ikut menggoyang-goyangkan kaki<span>  </span>tanpa terasa, turut menunjuk-nunjuk langit, atau juga ikut menepukkan kedua tangan diatas kepala&#8230;. itu semua sekedar bonus dari atmosfer.</span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Juga sekedar bonus lain dari atmosfer ketika selama tiga hari merasakan suasana berada ditengah lautan manusia yang<span>  </span>bersama-sama menggoyang-goyangkan lutut dan kepala. Atau ikut bertepuk dan berteriak setiap kali penyanyi dipanggung meneriakkan kata atau irama yang enak ditelinga.</span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Kebetulan juga selama tiga hari festival, matahari sore terus-terusan terik menyengat. Lapangan rumput yang luas semakin dipadati orang.Orang berlomba untuk buka baju mematangkan kulit. Sekeliling orang memakai kacamata hitam dan sibuk berbaring. Tentu saja kali ini saya tidak ikutan berbaring atau buka baju. Saya memilih duduk dan buka payung.</span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Menurut berita, council atau Pemda Isle Of Wight hanya mengijinkan 70 ribu manusia boleh berjemur dalam festival ini. Vokalis grup N.E.R.D yang datang dari USA bilang mengaku senang berada diantara 89 ribu orang. Tapi saat diwawancara dalam channel<span>  </span>ITV2, panitia penyelenggara mengaku bahwa pengunjung &#8220;cuma&#8221; 65 sampai 69 ribu saja, tidak lebih. </span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Tapi apalah arti besar-kecil jumlah pengunjung dibanding besarnya jumlah atmosfer dan dibanding beragamnya atmosfer yang bisa dinikmati.<br />
Seolah kesenangan yang ternikmati masing-masing orang juga sekaligus menjadi atmosfer yang menyenangkan bagi seluruh orang yang datang.</span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Atmosfer yang telah saya beli tentulah bukan suara Sting Gordon Summer yang memang masih mantap, bukan celotehan vokalis Sex-Pistol, bukan pula teriakan dan pameran kulit perut keriput dari Iggy yang telanjang dada.</span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Atmosfer samasekali bukan tontonan, bukan pula mendengarkan lagu atau musik sehingga harus hafal lagu atau kenal penyanyi. Atmosfer bukan pula mencicipi makanan atau minuman, bukan belanja, bukan wisata dan tentu bukan pula sekedar kerumunan orang. </span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Boleh jadi, atmosfer yang dicari orang Inggris sekedar rasa senang yang tak mungkin bisa diceritakan.<br />
Dan pasti, atmosfer samasekali bukan kerusuhan.</span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Untuk saya, atmosfer Festival Musik Isle Of Wight 2008 adalah perasaan senang saat berada ditengah puluhan ribu manusia yang juga tampak sama-sama senang.</span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Si Ken benar, sekalipun masing-masing orang tidak terkecuali, tua-muda, kaya-miskin, sakit-sehat pasti ingin senang. Tapi harga atmosfer memang tidak ternilai. Karena atmosfer hanya bisa tercipta dari tekad bersama disaat dan tempat yang sama, untuk sama-sama senang.</span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Atmosfer, sebenarnya bisa diciptakan dimanapun oleh siapapun tanpa biaya sepeserpun. Dan tiket mahal tampaknya sekedar untuk menjamin agar orang yang datang adalah orang yang sunguuh-sungguh berkeinginan senang.</span></p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Newport</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">, 20080615</p>
<p></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/djayawikarta.wordpress.com/227/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/djayawikarta.wordpress.com/227/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/djayawikarta.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/djayawikarta.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/djayawikarta.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/djayawikarta.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/djayawikarta.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/djayawikarta.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/djayawikarta.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/djayawikarta.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/djayawikarta.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/djayawikarta.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/djayawikarta.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/djayawikarta.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/djayawikarta.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/djayawikarta.wordpress.com/227/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=djayawikarta.wordpress.com&amp;blog=791112&amp;post=227&amp;subd=djayawikarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://djayawikarta.wordpress.com/2008/06/26/membeli-atmosfer-festival-musik-isle-of-wight-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4ec9ab2a762d4d455969728212da1862?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">djayawikarta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>English Summer, Walk season, Fund season and Fun</title>
		<link>http://djayawikarta.wordpress.com/2008/06/08/english-summer-walk-season-fund-season-and-fun/</link>
		<comments>http://djayawikarta.wordpress.com/2008/06/08/english-summer-walk-season-fund-season-and-fun/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 23:25:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djayawikarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://djayawikarta.wordpress.com/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[Sebulan lalu di tempat kerja muncul official announcement melalui company email dilayar monitor. Saat itu bunyinya terasa sangat biasa, tapi belakangan ternyata sangat luar biasa. &#8220;Summer is coming, the time for Mark to walk again&#8230;&#8221;. Tarjamah bebasnya barangkali, Musim panas datang menjelang&#8230; saatnya Mark berjalan kaki lagi. Tapi seperti anak saya kalau mendengar berita aneh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=djayawikarta.wordpress.com&amp;blog=791112&amp;post=226&amp;subd=djayawikarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebulan lalu di tempat kerja muncul official announcement<br />
melalui company email dilayar monitor. Saat itu bunyinya<br />
terasa sangat biasa, tapi belakangan ternyata sangat luar biasa.<br />
&#8220;Summer is coming, the time for Mark to walk again&#8230;&#8221;.</p>
<p>Tarjamah bebasnya barangkali, Musim panas datang menjelang&#8230;<br />
saatnya Mark berjalan kaki lagi. Tapi seperti anak saya kalau<br />
mendengar berita aneh yang tidak nyambung, saya juga sempat bergumam<br />
&#8230;.So What gitu lho&#8230;<br />
Apa anehnya berjalan kaki. Kok pake diumumkan melalui pengumuman<br />
resmi perusahaan segala ?.</p>
<p>Tapi, disini saya banyak menemukan hal luar biasa dari hal-hal<br />
yang sangat biasa. Banyak &#8220;tindakan ajaib&#8221; yang dilakukan orang<br />
biasa dengan cara dan sikap yang teramat sangat biasa. Dulu,<br />
saya selalu mengira yang bisa melakukan tindakan ajaib hanya<br />
para nabi, atau hanya orang-orang suci.</p>
<p>Mark, usianya antara 50-60 an, perawakan relatip kecil. Saya<br />
pertama kenal dia tujuh tahun lalu. Tapi saya langsung hafal.<br />
Karena dulu, saat pertama ketemu saya merasa sudah lama kenal.<br />
Ternyata, setelah saya ingat-ingat, wajahnya mirip Richard Nixon<br />
mantan Presiden Amerika yang nge-top dengan Watergate-nya.</p>
<p>Kesan lain yang menempel, karena dulu saat saya masih mengira<br />
bahwa sikap &#8220;orang bule&#8221; tidak akan jauh dari James Bond 007.<br />
Juga mengira, pasti kalau bule bicara akan selalu menatap tajam.<br />
Bahkan terkadang mengira bule pasti angkuh. Tapi saat itu, saya benar<br />
benar berubah setelah berkesempatan diskusi dan bicara dengan dia.</p>
<p>Saya ingat, selain dia bicara selalu menunduk sambil kedua telapak<br />
tangannya menangkup dibawah perut. Juga banyak mengangguk-angguk.<br />
Dan tentu, yang membuat saya ingat terus adalah saat dia bilang&#8230;<br />
&#8220;I know, you must be &#8230;you would be understand better than me<br />
&#8230; I know Indonesian&#8230;&#8230; a lot..&#8221;</p>
<p>Boleh jadi, kata-kata dia juga yang membuat saya so far bisa<br />
survive kerja dirantau bahkan disaat down. Disaat bad season<br />
karena keterbatasan bahasa, disaat ada orang bilang &#8220;bloody english&#8221;<br />
karena mungkin English saya susah banget dicerna.</p>
<p>Lebih dari itu, saya bisa tetap enjoy disini sampai sekarang karena<br />
ternyata sikap bule disini mirip Mark semua. Sekalipun tidak menunduk,<br />
tidak menangkup saat bicara. Tapi memujinya lebih banyak. Tentu<br />
jauh lebih banyak daripada saat saya masih kerja di Bandung.</p>
<p>Saya sering berkesimpulan, bahwa kehebatan bangsa Inggris karena<br />
semata-mata kerajinannya menciptakan kata-kata pujian dan rajin<br />
pula melontarkan pujian. Dan semua orang suka dipuji, juga saya.</p>
<p>Mark hanya salah satu saja dari orang Inggris. Hanya salah satu<br />
dari ribuan atau mungkin jutaan Orang Inggris yang akan melaksanakan<br />
jalan kaki di musim panas ini. Jalan kaki untuk &#8220;fund raising&#8221;.</p>
<p>Bahkan di Inggris tidak kurang dari 10 kali setiap tahun diselenggarakan Acara Lari untuk amal. Peserta lari selain menentukan sendiri yayasan atau lembaga yang akan disumbangnya, juga mereka keluarkan uang sendiri, cari sponsor sendiri &#8230; lalu berkeringat sendiri tapi lari rame-rame.</p>
<p>Sebenarnya sudah lama saya tahu, banyak orang &#8220;melakukan jalan kaki<br />
untuk cari dana&#8221; atau juga lari cari dana. Tapi baru kali ini<br />
saya menyimak betulan, mungkin karena si Mark yang akan melakukannya.</p>
<p>Pengumuman Mark yang akan jalan kaki melalui company email<br />
announcement berisi juga rincian &#8220;proyek&#8221; jalan kaki-nya Mark.</p>
<p>Seperti tahun lalu, seluruh penny yang terkumpul dari proyek ini akan<br />
diberikan kepada Yayasan Penelitian Cancer. karena yayasan ini selalu<br />
kekurangan dana dalam usahanya menemukan obat kanker. Disini memang<br />
banyak sekali yayasan yang berdedikasi dalam menemukan obat-obat untuk<br />
penyembuhan penyakit-penyakit berat. Segala penyakit yang ada dimanapun,<br />
bukan cuma penyakit yang ada di Inggris.</p>
<p>Menurut rencananya, Mark akan jalan kaki sendirian sejauh 18 kilometer<br />
dari Ventnor diselatan kearah Yarmouth di barat pulau. Kalau selama<br />
perjalanan nanti terkumpul dana melebihi target, maka Mark akan<br />
berusaha nambah jalan kaki 6 kilometer. Bonus kali.</p>
<p>Pengumuman melalui email sebulan lalu itu memberitahukan bahwa<br />
&#8220;kesempatan jadi sponsor Mark jalan kaki&#8221; terbuka untuk siapa saja,<br />
dan dengan uang sponsor berapa saja. Juga katanya, selain anda terbuka<br />
untuk memberi sponsor dengan uang, anda juga dipersilakan jadi sponsor<br />
semangat kepada si Mark saat nanti jalan kaki. Maksudnya mungkin, kita<br />
dipersilakan untuk menonton Mark jalan kaki. Supaya Mark semangat.</p>
<p>&#8220;Proyek jalan kaki&#8221; Mark ini sebetulnya rada mirip dengan proyek-nya<br />
Taruna Karya atau karang Taruna di Indonesia. Saat warga menyelenggarakan<br />
acara 17 Agustusan. Mengumpulkan dana untuk &#8220;amal&#8221; perayaan 17 Agustus.</p>
<p>Bedanya, dalam kegiatan &#8220;amal&#8221; 17-agustusan, dana dikumpulkan dari<br />
sponsor. Selain untuk membiayai pengadaan hadiah pertandingan, pengadaan<br />
hiburan, mendatangkan artis juga untuk membiayai kegiatan kepanitiaan<br />
dan konsumsinya sekalian. Panitia hanya menyediakan tenaga dan menikmati<br />
hiburan.</p>
<p>Proyek jalan kaki-nya Mark, selain untuk pengumpulan dana upaya<br />
penyembuhan kanker, juga semua kepanitiaan dilakukan Mark sendiri.<br />
Penyelenggara sekaligus artisnya juga Mark sendiri. Dan yang berkeringat<br />
serta menjadi sponsor dana pertama ternyata juga Mark sendiri.</p>
<p>Semoga saja, Jalan Kaki nya Mark kali ini juga betul-betul menjadi<br />
hiburan untuk Mark.</p>
<p>Karena waktu saya kira, apakah ini sebagai wujud BERAMAL-nya si Mark&#8230;.<br />
Tapi apa yang saya dengar malah&#8230;.  &#8220;No, it&#8217;s just for FUN&#8230;&#8221;.<br />
Terserah kau lah&#8230;Mark.</p>
<p>Ya&#8230;. Semoga fun-nya si Mark dengan jalan kaki, juga akan menjadi<br />
fun-nya semua orang, menyenangkan bagi semua orang, terutama segera<br />
menjadi kabar gembira bagi penderita kanker.<br />
Karena FUND, dana untuk penelitian kanker juga bertambah dari fun-nya si Mark.</p>
<p> </p>
<p>Whippingham Road, 20080607<br />
Sutresna</p>
<p> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/djayawikarta.wordpress.com/226/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/djayawikarta.wordpress.com/226/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/djayawikarta.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/djayawikarta.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/djayawikarta.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/djayawikarta.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/djayawikarta.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/djayawikarta.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/djayawikarta.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/djayawikarta.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/djayawikarta.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/djayawikarta.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/djayawikarta.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/djayawikarta.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/djayawikarta.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/djayawikarta.wordpress.com/226/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=djayawikarta.wordpress.com&amp;blog=791112&amp;post=226&amp;subd=djayawikarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://djayawikarta.wordpress.com/2008/06/08/english-summer-walk-season-fund-season-and-fun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4ec9ab2a762d4d455969728212da1862?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">djayawikarta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Early Summer In London</title>
		<link>http://djayawikarta.wordpress.com/2008/05/11/early-summer-in-london/</link>
		<comments>http://djayawikarta.wordpress.com/2008/05/11/early-summer-in-london/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 May 2008 10:31:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djayawikarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Better Life]]></category>
		<category><![CDATA[dari RANTAU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://djayawikarta.wordpress.com/?p=225</guid>
		<description><![CDATA[Home Office Inggris mirip departemen dalam negeri nya NKRI, tapi disini juga berurusan dengan segala kegiatan orang asing. Sebagai TKI, tentu juga saya harus berkenalan dengan Home Office. Karena itulah, hari Kamis kemarin saya bersama seorang teman TKI diminta datang ke London untuk company audit. Karena perusahaan yang mendatangkan pekerja migran harus diaudit oleh Home [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=djayawikarta.wordpress.com&amp;blog=791112&amp;post=225&amp;subd=djayawikarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Home Office Inggris mirip departemen dalam negeri nya NKRI, tapi disini<br />
juga berurusan dengan segala kegiatan orang asing. Sebagai TKI, tentu<br />
juga saya harus berkenalan dengan Home Office. Karena itulah, hari<br />
Kamis kemarin saya bersama seorang teman TKI diminta datang ke <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">London</span><br />
untuk company audit. Karena perusahaan yang mendatangkan pekerja migran<br />
harus diaudit oleh Home Office.</p>
<p>Mungkin kebetulan saja, saya berdua dengan teman terkena sampling<br />
random. Sekedar dua sample mahluk pekerja migran diantara puluhan yang<br />
telah didatangkan perusahaan. Sekalipun dianjurkan untuk santai-santai<br />
saja tidak perlu takut atau tegang, tapi saya dan teman tetap saja full<br />
persiapan. Bukan hanya paspor, segala dokumen kembali dipelajari, visa<br />
dan teruatama ijin kerja dan kontrak dibaca bolak-balik. Untuk urusan<br />
seperti ini, paspor saja terkadang tidak menolong</p>
<p>Jam 7:30 saya sudah antri tiket Ferry sekalian disini pesan tiket<br />
Kereta Api. Lumayan mahal hampir 70 GBP (sekitar 1,3 juta rupiah) untuk<br />
day return dari Cowes – <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Southampton</span> – <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">London</span> dan sebaliknya. Mahal<br />
katanya karena tiket business-day sebelum jam 9. Harga ongkos itu<br />
termasuk discount karena menunjukkan kartu-karyawan, comapany card.<br />
Sebelumnya saya selalu wanti-wanti untuk selalu membawa Company-Card<br />
agar ongkos Ferry dapat kortingan,</p>
<p>Sepuluh menit kemudian saya sudah ngebut diatas jet-ferry, sailing<br />
crossing the Solent perairan dengan tol termahal sa-dunia.  Tidak ada<br />
yang istimewa, semua penumpang tenggelam dengan koran pagi, The<br />
Independent, Trafalgar, Daily Morning atau dengan laptop nya<br />
masing-masing. Sebagian anak anak membuka <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Nintendo DS</span>, dan orang muda<br />
sibuk menggoyang-goyangkan kepala karena kedua kupingnya tersumbat<br />
microphone <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">iPod</span>.. Saya sendiri sibuk chatting dengan pikiran sendiri,<br />
nanti di <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">London</span> harus ngomong apa ?.</p>
<p>Deg-degan saya, boleh jadi sama dengan yang dirasakan para TKW yang<br />
bekerja di Timur Tengah setiap kali harus menghadap Petugas dari negara<br />
tuan rumah. Tentu saja tidak ada yang lebih nyaman daripada hidup<br />
nyaman di negeri sendiri. Sekalipun mungkin lebih deg-deg-an jika<br />
mendapat panggilan polisi POLSEK di <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Bandung</span>. Karena konon anggota POLRI<br />
lebih terampil dan selalu sukses dalam menanyai orang.</p>
<p>Jika kali ini ada yang membuat saya percaya diri, tentulah karena<br />
kemarin saya sudah minta ijin cuti khusus ke line-manager saya, cuti<br />
atas panggilan negara istilah dulu waktu di <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Bandung</span>. Selebihnya,<br />
sebagaimana ucapan Ida salah seorang TKW yang dulu sempat ketemu di<br />
bandara <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Abu Dhabi</span>, katanya,<br />
“Ya… kalau sampai diapa-apain mah atuh…. Kita pasrah saja sama Yang<br />
Diatas.”.</p>
<p>Dan saya juga masih terngiang sepenggal syair lagu yang diteriakkan<br />
buruh demonstran yang bernyanyi di <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Trafalgar Square</span>, “ … kami tidak<br />
takut bekerja keras….  Kami tidak takut mati…… kami hanya tidak mau<br />
bekerja pada orang yang serakah….!!”.</p>
<p>Dengan bekal quote dari Ida yang TKW, teriakan berani para pekerja yang<br />
sedang berdemo, dan keyakinan bahwa semua manusia menyenangkan pada<br />
dasarnya. Maka saya hentikan segala deg-deg-an dan kecurigaan.</p>
<p>Tidak lebih setengah jam kemudian, jet-ferry merapat di pelabuhan<br />
<span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Southampton</span>. Jaket hitam multi purpose, yang setia menyelimuti saya<br />
selama lebih 3 tahun ini terpaksa dibuka. Karena summer is coming,<br />
karena semua orang juga menenteng jas nya ditangan. Lebih dari itu,<br />
karena pagi ini terasa hangat dan terang benderang.</p>
<p>Berlomba jalan cepat keluar dermaga  menuju bus-stop ternyata punya<br />
cerita sendiri. Saya yang spesialis pedestrian tentu saja unggul lebih<br />
duluan mencapai pintu bus City Link, bus gratis pemkot <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Southampton</span>.<br />
Saya berdiri disamping bapak bule senior seusia Abah saya yang berdiri<br />
dengan sedikit tremor. Saat bunyi joss hidrolik pintu bus mulai<br />
terbuka, saya persilakan si bapak naik duluan….dan,</p>
<p>“Oooo thank you …young man… God bless you”, katanya tersenyum yang<br />
menampakkan deretan gigi abu-abu nya sambil nepuk-nepuk pundak saya.<br />
“No problem….”, saya niru jawaban umum Englishman, “semoga negeri anda<br />
juga tambah makmur dengan kehadiran saya…..”, tapi yang ini dalam hati<br />
saja.</p>
<p>Southampton Central station masih seperti 7 tahun lalu, bangku-bangku<br />
besi cat putih dan lantai platform bergaris kuning tebal yang<br />
memperingatkan calon penumpang supaya tidak berdiri terlalu dekat rel<br />
kereta. Berbagai Kereta datang dan pergi silih berganti. Dengan cat<br />
warna warni, sesuai selera operator, Virgin masih dominan merah, Cross<br />
Country yang baru kombinasi abu putih dan biru, Wessex dan juga<br />
SouthWest Train biru merah yang akan membawa saya ke <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">London</span>.</p>
<p>Ritual duduk didalam kereta api, rupanya sama dengan ritual duduk di<br />
atas Ferry. Orang-orang buka koran, buka laptop, chatting pake Black<br />
Berry atau <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Nokia</span> atau juga sekedar geleng-geleng kepala dengan penutup<br />
putih di kuping. Cuma saja orang di samping dan di seberang saya sibuk<br />
membuka-buka lembaran kertas HVS dan sama-sama memberi catatan dengan<br />
pinsil, yang satu terbaca <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Dubai</span> draft contract, satunya lagi … Malaysia<br />
Finance ….…. samar-samar.</p>
<p>Tanpa suara, tanpa gemuruh, tanpa lonjakan, tanpa goncangan, kereta<br />
begitu saja meluncur. Terus saja sunyi sampai stasion Waterloo London,<br />
bahkan tidak terdengar percakapan apapun. Kecuali bunyi tik-tik<br />
keyboard dan gemerisik kertas koran dibuka. Sepertinya, jam kerja<br />
dimulai sejak orang duduk di kursi kereta.</p>
<p>Kereta calling for Winchester, singgah maksudnya, dan penumpang yang<br />
naik dari sini yang semuanya tampak lebih perlente membuat gerbong<br />
menjadi penuh. Dan pagelaran lembar HVS yang bertulisan “contract” pun<br />
lebih meriah. Ini pula yang membuat saya lebih nyaman, karena artinya<br />
pasti akan semakin banyak job disini.</p>
<p>Seperti biasa, kereta api Inggris dikenal sebagai kereta karet diantara<br />
perkereta api-an negeri Eropah. Melewati station Vauxhall, speaker<br />
bersuara memecah keheningan dengan suara permintaan maaf sang<br />
masinis…..apologise for 5 minutes late…. Terdengar nyaring dengan suara<br />
tenor yang mantap.</p>
<p>Konon, menurut teman-teman yang bekerja di Jerman, Perancis, dan<br />
Belanda, toleransi keterlambatan KA di negeri-negeri itu 0.0 detik,<br />
entahlah. Tapi dulu waktu saya cerita soal kereta karet Inggris, si Ken<br />
yang orang <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Manchester</span> berkilah, katanya karena British Railway dikelola<br />
manusia, dikelola secara human. Tidak seperti railway nya negara-negara<br />
Eropa daratan yang dikelola oleh Machine….</p>
<p>Pledooi nya si Ken membuat saya sempat takjub. Mungkin karena dikelola<br />
oleh human juga, makanya perkerata-api-an <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Indonesia</span> selalu rugi dan<br />
kumuh. Tapi entahlah.<br />
Karena menurut si Ken, Kereta terlambat 5 menit atau 1 jam, sangat<br />
manusiawi.</p>
<p>Station Waterloo juga ternyata masih seperti dulu, rame serasa di<br />
bandara. Orang-orang pada berdiri begerombol menonton display<br />
elektronik deretan jadwal kereta ke berbagai jurusan Inggris sampai<br />
jadwal Eurostar ke daratan Eropa.</p>
<p>Karena semua orang berjalan selalu cepat, maka saya terpaksa ikutan<br />
jalan cepat, sekalipun belum tahu mau berjalan kearah mana. Teman saya<br />
yang aselinya dari Ciroyom berteriak cukup jauh dibelakang. Dia<br />
menunjukkan papan bergambar bulatan biru yang khas dengan tulisan<br />
Underground merah ditengahnya. Ditengah lalu lalang orang, sangat jelas<br />
terdengar suara teman saya yang sangat berbeda….<br />
“Itu….euy tube…”, kecuali tube, ini teriakan aseli Sunda, bahasa darah<br />
daging saya yang bergema ke seantero Station Waterloo yang beratap<br />
tinggi trusses baja.</p>
<p>Dan saya segera saja menyusul dia menuju station kereta bawah tanah.<br />
Persis pengalaman pertama, kali ini juga sengaja beli karcis dari mesin<br />
yang sama seperti 7 tahun lalu. Seolah berusaha melestarikan sejarah.<br />
Hanya saja kali ini beli tiket pake kartu debit, tidak seperti dulu<br />
mengucurkan recehan coin. Ada kemajuan lah karena teman saya sekarang<br />
berani bayar-bayar apapun pake kartu plastik saja.</p>
<p>Sesuai tujuan ke Finchley Road, maka Jubilee Line adalah jalur tube<br />
yang akan dipergunakan. Dan karena seperti orang Banjaran udik yang<br />
kebetulan traveling ke <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Jakarta</span>, maka akan bersenagja melihat-lihat<br />
jakarta biarpun sudah berkali-kali. Saya juga aji mumpung, mumpung di<br />
<span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">London</span> sepantasnya lah berkeliling dulu kota <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">London</span>. Untuk itu dipilih<br />
tiket one-day traveler, naik tube sekenyangnya. Ongkosnya 9.4 pounds<br />
(sekitar 170 ribuan). Cukup murah dibanding ongkos-ongkos di tempat<br />
saya Isle of Wight.</p>
<p>Empat baris tangga elevator <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">turun</span> yang menuju platform Jubilee Line<br />
dipenuhi orang. Sadar sedang berada di terowongan raksasa yang dalamnya<br />
sampai 100 m dibawah tanah, selalu saja menerbitkan pikiran-pikiran<br />
buruk. Kalau-kalau listrik mati, elevator mati, lalu gelap pula. Atau<br />
lebih seru lagi kalau-kalau banjir seperti rutin menenggelamkan kota<br />
<span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Jakarta</span>, gimana ?. Tapi orang sini enteng saja, cukup percaya sama<br />
pemerintah saja, atau cukup percaya saja pada tukang-insinyur.</p>
<p>Menunggu kereta datang yang akan keluar dari lubang hitam pekat,<br />
ternyata asyik juga. Tanda-tandanya jika tiba-tiba terasa ada angin,<br />
maka kereta sudah dekat. Karena ukuran penampang kereta mepet sekali<br />
dengan ukuran lubang terowongan. Maka jika kereta bergerak, seperti<br />
plunyer bergerak didalam tabung pompa. Dan kita yang berdiri di<br />
platform merasakan angin hasil pompaan gerbong kereta.</p>
<p>Gerbong Kereta masih menyediakan cukup ruang untuk penumpang berdiri.<br />
Karena mungkin jam 9 orang-orang masih sibuk ditempat kerja, Cukup<br />
kencang kereta melaju dan gemuruh pula. Saat speaker mengumumkan “next<br />
station is Swiss Cotage”, saya mulai pasang kuda-kuda. Karena satu<br />
perhentian lagi akan sampai tujuan. Station Finchley Road berada diatas<br />
tanah, tapi stationnya tetap saja disebut “underground”, dan orang<br />
menyebut keretanya juga masih “tube”.</p>
<p>Sekeluarnya dari station, seperti biasa saya mengajak teman saya untuk<br />
melakukan ritual turis Amerika dan <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Australia</span> yang datang ke <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">London</span>.<br />
Ritual berteriak, tapi pelan saja, “ Here we are in <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">London</span>..”. Entah<br />
apa maksudnya. Mungkin mereka yang jaman dulu datang ke <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">London</span> serasa<br />
kembali ke peradabannya setelah hidup dalam pembuangan atau juga<br />
kembali dari penjelajahan.</p>
<p>Kantor tempat bertemu dengan petugas Home Office berada di lantai 5,<br />
yang berupa penthouse. Ternyata saya sampai ditempat masih 2 an jam<br />
lagi sampai pada “moment of truth”. Menunggu memang tidak nyaman.<br />
Apalagi menunggu pemeriksaan, pikiran mencoba menebak-nebak kira-kira<br />
apa yang akan ditanyakan, akan sedetail apa materi pemeriksaan, juga<br />
akan se-sangar apa tampang si pemeriksa. dsb. dsb.</p>
<p>Jam 10 an bel tamu berbunyi, di TV monitor tampak laki-laki bule<br />
setengah baya bicara minta ijin masuk, tapi suaranya tidak terdengar.<br />
Resepsionis menekan tombol remote pembuka pintu. Dan kita dua TKI<br />
segera merapikan diri, sekaligus berlomba ke WC. Sesuai teori<br />
psikologi, konon WC selalu menyediakan perlindungan bagi orang yang<br />
sedang stress.</p>
<p>Beberapa saat kemudian, tamu bule perlente berjas biru tua bersama 2<br />
temannya sudah sampai dilantai atas. Tapi, kepada resepsionis dia<br />
bilang bahwa dia building manager dari bangunan kantor dan minta ijin<br />
untuk ke atap gedung melalui jendela yang ada disini. Rupanya, mereka<br />
tukang betulin atap, dan bukan petugas Home Office yang sedang<br />
ditunggu-tunggu. Ketegangan di-dada pun me-reda.</p>
<p>Ketika jam menunjukkan 11 kurang 5, bel tamu kembali berbunyi. Dilayar<br />
TV monitor kembali tampak kepala, tapi muda dan rada gundul. Setelah<br />
terdengar suara perempuan, resepsionis memberi tahu, “Now…. They are<br />
Home Office guys..”. Tapi kali ini, saya tidak tegang lagi. Ketegangan<br />
sudah habis oleh tukang betulin atap.</p>
<p>Ketegangan semakin sirna setelah kita bersalaman, mereka berdua laki<br />
dan perempuan yang masih muda-muda. Tentu saja, confident pun naik ke<br />
kepala. Dan saya besemangat untuk maju jadi yang pertama diwawancara.<br />
Betul saja seperti orang bilang, “Jika adu keyakinan, maka usia yang<br />
akan menentukan”. </p>
<p>Saya camkan saja dalam hati, saya puluhan tahun hidup, datang jauh-jauh<br />
kesini untuk cari hidup. Sementara mereka, tidak lebih lama merasakan<br />
hidup tapi sudah sejak lahir disini selalu menikmati hidup. Dan<br />
jampi-jampi ini mujarab. Sejauh ini audit berjalan mulus. Atau seperti<br />
si Jason owner kantor bilang saat neraktir special lunch di restoran<br />
<span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">China</span> …so far so good. Semoga saja begitu hasilnya nanti.</p>
<p>Karena so-far-so-good itu pula, berdua dengan teman TKI saya bisa enjoy<br />
menikmati teriknya summer di <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">London</span>. Naik-turun dan keluar masuk lubang<br />
Underground, jeprat sana jepret sini foto-foto. Juga selonjoran di<br />
taman <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Hyde Park</span>. Tapi sementara ratusan atau ribuan orang berjemur<br />
dibawah terik matahari sore, kita ikutan berjemur dibawah pohon rindang<br />
saja. Karena panas-panasan sudah bosen saat di <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Bandung</span>.</p>
<p>Seolah tidak mau rugi karena telah beli tiket kereta Underground untuk<br />
seharian. Sekalipun dengkul mulai gempor tapi semangat mencicipi Tube<br />
tetap menyala. Lalu lihat buku kecil Tube-Map kembali, Station terdekat<br />
Marble Arch ambil Central Line nanti ganti di Bond Street lalu ambil<br />
Jubilee Line <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">turun</span> di Westminster, karena aneh kalau ke <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">London</span> kok<br />
tidak menziarahi Big-Ben.</p>
<p>Hampir seribu foto-foto hasil jepretan sejak 2001, mulai kamera film<br />
sampai digital, ternyata isinya Big-Ben, parliament buiding, London<br />
Eyes melulu. Tapi kali ini tetap saja gantian bergaya lagi dengan latar<br />
belakang Big-Ben. Seolah Inggris identik dengan Big-Ben.</p>
<p>Jam 8 petang langit masih terang. Tapi karena dengkul mulai gempor<br />
dipake keluyuran, maka diputuskan untuk mengahiri acara summer in<br />
<span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">London</span>. Waterloo station dekat saja jaraknya dari Westminster.<br />
Keinginan berfoto-foto rupanya mengalahkan “tak mau rugi” telah beli<br />
tiket one-day Underground. Maka dengan kamera tetap ditangan, kita<br />
berjalan kaki menuju station Waterloo.</p>
<p>Gerbang masuk station Waterloo melalui footbridge gedung Shell company.<br />
Perjalanan sangat lambat karena setiap 10 meter kita berpose foto-foto.<br />
Tepat dimulut pintu masuk station ada patung perunggu. Tentu saja<br />
jepret lagi jepret lagi, sampai kedalam hall station yang rangka<br />
atapnya dari trusses baja, juga menarik untuk di jepret. Tapi kali ini,<br />
semangat menjepret harus diakhiri….</p>
<p>Lima orang polisi, celana biru tua, baju putih lengan pendek, berjaket<br />
rompi kuning spotlite menghampiri kita berdua. Komendan nya sambil<br />
mengarahkan matanya kearah kamera yang dipegang teman saya, menyapa<br />
dengan ramah, katanya “You must be in traveling…..”.</p>
<p>Tentu saja seperti semua orang, saya juga senang jika ada yang menyapa<br />
dengan ramah. Dan kita menjawabnya dengan tak kalah ramah. Teman saya<br />
orang Sipil, dengan antusias menjelaskan ketertarikannya dengan<br />
struktur atap station. “Ya…ya,… it’s great structure design…<br />
beautiful…” dan entah apalagi sambil nunjuk-nunjuk ke langit-langit<br />
gedung.</p>
<p>Tapi polisi-polisi itu tidak tertarik dengan keindahan bangunan. Mereka<br />
hanya sedang bertugas mengamankan fasilitas umum dari segala ancaman<br />
teroris. Dan menurut penjelasannya, salah satu yang bisa dianggap<br />
sebagai suspected kelakuan teroris adalah mengambil foto struktur.<br />
Pemerintah Inggris boleh jadi trauma dengan kejadian bom <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">London</span> 7/7<br />
2005. tapi juga sangat hati-hati dengan ekses tertembaknya seorang<br />
warga <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Brazil</span> yang tidak bersalah.</p>
<p>Orang Barzil ini yang bekerja di Inggris ketika itu tidak tahu ada<br />
polisi yang menghampirinya, perhatian dia sedang tertuju ke arah Kereta<br />
Api yang akan dinaikinya. Saat kereta mulai bergerak maju, dia berusaha<br />
lari mengejar. Dan polisi yang bermaksud menanyainya mengira orang ini<br />
melarikan diri dan…di dor lah.<br />
Setelah itu tidak ada lagi polisi di tempat umum yang pegang senjata<br />
api. Juga kali ini, para polisi bertangan kosong. Kalau saya iseng<br />
lari, paling juga hanya diteriakin.</p>
<p>Pak polisi berulang-ulang menjelaskan bahwa mereka tidak bermaksud<br />
offense. Tapi semata-mata random saja, kebetulan juga kita berdua<br />
menggendong tas yang massive, alias buntelan besar karena berisi jaket<br />
dan perlengkapan kamera.</p>
<p>Tanya jawab lebih mirip obrolan ramah tamah ketimbang interogasi<br />
didepan umum. Tapi tetap saja mereka mengisi form pertanyaan, mulai<br />
nama, alamat, berat dan tinggi badan, pekerjaan sampai wana baju dan<br />
sepatu.</p>
<p>Dan beruntunglah, kita membawa Company-Card, kartu karyawan. Dan waktu<br />
mereka membaca nama perusahaan, mereka pun riuh…..<br />
“Oo… you are aerospace engineer…..this is a big…big company…isn’t<br />
it…”.<br />
Katanya.<br />
Dan sekarang gantian kita berdua yang tercengang.</p>
<p>Sementara saya nungguin teman yang sedang di-“interogasi”, saya tanya<br />
ke polisi satunya lagi, apa saya juga perlu memberi keterangan seperti<br />
teman saya. Setengah bingung, polisi yang lebih senior malah menyuruh<br />
polisi yang lebih muda untuk menanyai saya…. “ You handle him…….”,<br />
katanya kepada si polisi muda.<br />
Lalu mendekati saya dan berbisik…”He is a policeman but he is an<br />
avionic engineer ….as well…”, sambil tersenyum dan ngeloyor pergi.</p>
<p>Polisi muda ini pun menghampiri saya sambil senyum-senyum, dan sebelum<br />
dia nanya, saya tanya duluan…..  “Ah…. you are an avionic<br />
engineer…aren’t you ?”.</p>
<p>Bukannya menginterogasi, si polisi malah cerita pengalaman kerja dia.<br />
Dulu lulusan universitas di Australia. Pernah kerja di perusahaan<br />
avionik, pernah pula jadi orang struktur… status sekarang sebagai<br />
engineer di angkatan udara, yang mulai 6 bulan lalu ditugas rangkapkan<br />
sebagai polisi. Dan, surprisingly, dulu pernah melamar ke perusahaan<br />
tempat saya bekerja sekarang…. But I was failed, katanya.</p>
<p>“How did you get your qualifcation….?”, dia nanya.<br />
“That was my twenty years experience…… I spent almost the half of my<br />
life time for this….. and now I am here”, saya serasa curhat dengan<br />
sesama teman senasib.</p>
<p>Saat dia nanya usia saya, dia rupanya baru sadar tugas dia sebenarnya..<br />
Lalu mengeluarkan form isian dan melanjutkan pertanyaan, “Your birth<br />
day ?”, tanyanya.</p>
<p>Tapi setelah saya jawab, malah dia kembali diam mikir sambil<br />
mengetuk-ngetukan ballpoint ke telapak tangan kirinya. “ 20 tahun kerja<br />
dimana ?”….penasaran dia.</p>
<p>Setelah cukup panjang saya curhat sampai cerita krismon <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Indonesia</span>, dia<br />
menimpali…. “ O…. dear…. I know, that was a bad thing for your<br />
country..”.<br />
Saya ingat betul raut mukanya saat dia mengatakan kata-kata ini.</p>
<p>Dan saya tidak sungkan saat meminta alamat email-nya, barangkali saja<br />
suatu saat dia ingin mendapatkan info tentang perusahaan tempat kerja<br />
saya, yang dulu dia gagal melamarnya. Karena, menurut teman polisi muda<br />
satunya lagi, yang belakangan ikut nimbrung, dia masih berminat kerja<br />
diitempat kerja saya sekarang sebagai orang struktur.</p>
<p>Begitulah, early summer in <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">London</span>.<br />
Polisi, petugas Home Office, supir bus, masinis kereta api, TKW dan TKI<br />
adalah manusia juga. Sekedar menjalani hidup dan selalu berupaya<br />
mencari penghidupan yang lebih baik.</p>
<p><span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Hyde Park</span>,, 20080510</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/djayawikarta.wordpress.com/225/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/djayawikarta.wordpress.com/225/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/djayawikarta.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/djayawikarta.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/djayawikarta.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/djayawikarta.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/djayawikarta.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/djayawikarta.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/djayawikarta.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/djayawikarta.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/djayawikarta.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/djayawikarta.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/djayawikarta.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/djayawikarta.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/djayawikarta.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/djayawikarta.wordpress.com/225/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=djayawikarta.wordpress.com&amp;blog=791112&amp;post=225&amp;subd=djayawikarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://djayawikarta.wordpress.com/2008/05/11/early-summer-in-london/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4ec9ab2a762d4d455969728212da1862?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">djayawikarta</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
