Tulisan-tulisan disini sekedar grafitti yang kadung saya coretkan di beberapa pelosok tembok mailing list sejak tahun 98.
Terimakasih untuk para pengelola milis-milis apakabar-indopub, proletar, ijtihad, freewill, free-speech, penyair, apakabar-superkoran, nusap dan terutama “kawan sekalgus lawan cyber saya” diberbagai milis yang telah memungkinkan ceceran grafitti ini masih bisa saya temukan dan kumpulkan.
Juga khusus untuk Jusfik Datuk Gelar Sutan Marajolelo, si abang darah tinggi yang seriusan, forever opponent yang tak pernah saya suka, tapi bikin isi kepala terbuka. Thanks untuk arsip-arsip-nya, yang membuat saya bisa menghargai ceceran pikiran saya sendiri.
Wakakak…! Ternyata Kang Djaya diam-diam ‘berguru’ pada manusia langka tersebut. Luar biasa!
Salam
Satria
‘Makasih, Om Djay…
Aku jadi bisa ikut menikmati grafitti-nya…
dan numpang berlayar di dayungsampan itu…